Salurkan Bantuan ke Lembaga Agama dan Gereja di Kupang, Ini Permintaan Ketua Sinode GMIT ke KADIN | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Salurkan Bantuan ke Lembaga Agama dan Gereja di Kupang, Ini Permintaan Ketua Sinode GMIT ke KADIN


PEDULI KEMANUSIAAN. Abraham Paul Liyanto beserta jajaran Pengurus KADIN NTT, pose bersama Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Merry Kolimon usai menyerahkan bantuan di Posko MS GMIT Tanggap Bencana Siklon Seroja, Jumat (23/4). (FOTO: RUDI MANDALLING/TIMEX)

BISNIS

Salurkan Bantuan ke Lembaga Agama dan Gereja di Kupang, Ini Permintaan Ketua Sinode GMIT ke KADIN


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyalurkan bantuan sosial kepada sejumlah lembaga keagamaan dan gereja yang terdampak bencana Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang. Bantuan itu diberikan kepada Sinode GMIT, Keuskupan Agung Kupang (KAK), dan sejumlah gereja.

Penyaluran bantuan dalam bentuk uang tunai tersebut dilakukan KADIN NTT, dipimpin langsung Abraham Paul Liyanto beserta jajaran pengurusnya, Jumat (23/4).

Penyerahan bantuan diawali di Gereja Toraja yang terletak di Kelurahan Liliba, dimana atap gereja terbongkar akibat terjangan angin kencang efek badai Seroja dua pekan lalu.

Kedatangan Paul Liyanto didampingi Blasius Lema disambut Ketua Majelis Gereja Toraja CK Kupang, Pdt. Vennary Kurniawan Yudi bersama para pengurus Gereja Toraja. Diantaranya Paulus Rante Tadung, Dominggus Sarambu, Tiku Rerungan, Darma Rerung, dan lainnya.

Dihadapan Ketua Majelis dan pengurus Gereja Toraja, Paul Liyanto mengatakan bahwa bantuan yang di berikan ini hanya bersifat stimulan, untuk memperbaiki atap gereja yang rusak, sehingga gereja dapat difungsikan kembali melayani jemaat.

Dari Gereja Toraja, Ketua Kadin NTT dan rombongan menuju Sinode GMIT di kawasan Kota Baru. Hadir saat itu Ketua Harian KADIN NTT, Theodorus Widodo, Bobby Pitoby, Yusak Benu, Ina Tallo, dan Evelin Mauboy.

Rombongan KADIN NTT ini diterima langsung Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon didampingi Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Gayus Polin dan pengurus lainnya.

“Dukungan KADIN ini sangat berarti bagi kami, dan bencana ini kena kita semua. Dengan bahu-membahu kita akan pulih kembali,” kata Pdt. Dr. Mery Kolimon saat berdialog dengan pengurus KADIN NTT.

Abraham Paul Liyanto beserta jajaran pengurus KADIN NTT, pose bersama Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang usai menyerahkan bantuan di KAK, Jumat (23/4). (FOTO: RUDI MANDALLING/TIMEX)

Menurut Pdt. Mery, pemulihan masyarakat akan sangat berarti karena kalau ada satu bagian yang sakit semuanya yang lain akan sakit. “Dan bencana kemarin mengajarkan pada kita bahwa di hadapan alam yang Tuhan ciptakan, kita sama. Kengerian yang kita lewati malam itu, kengerian yang sama dan tidak peduli orang kaya atau miskin, kita semua kena dan karena itu untuk pulih adalah tanggung jawab bersama kita,” ungkap Pdt. Mery.

Sinode GMIT, kata Pdt. Mery juga menerima donasi dari para donatur, dan telah berkeliling ke beberapa tempat wilayah pelayanan GMIT di seluruh NTT, kecuali pulau Sumba, dan melihat kerusakan-kerusakan yang hebat yang dialami jemaat.

“Kami memohon dukungan KADIN. Kedatangan hari ini kami syukuri dan bantuan yang diberikan, kami sudah mendapat informasi dari Bapa Paul, tapi kami juga mohon jika berkenan, GMIT sedang mengumpulkan dukungan dari gereja-gereja GMIT sendiri dan mitra nasional maupun internasional. Kami bermaksud dengan dana sedikit yang ada membeli satu dua lembar seng bantu gereja-gereja di kampung, dan kami butuh KADIN, karena permainan harga di daerah-daerah, KADIN berkenan membantu kami siapa pengusaha yang bisa kami hubungi untuk mendapatkan seng dengan harga yang sehat, untuk bantu gereja-gera, pastori-pastori, dan rumah jemaat yang paling rentan,” pinta Pdt. Mery.

“Kami mohon dukungan itu. Ada pak Benu (Yusak Benu, Red) dengan armada kapalnya, karena untuk menjangkau Sabu Raijua ini susah. Minggu lalu bersama Wagub ke Sabu Raijua, itu bantuan pertama yang masuk dan saya merasa sedih, malu karena hanya bawa sedikit beras. Tapi itulah yang bisa kita bawa saat itu,” bebernya.

Pdt. Mery juga berharap, semoga nanti transportasi lebih lancar ada aspek koperasi dari KADIN, CSR dan lainnya bisa bergandengan tangan membangun kembali NTT.

“Kami percaya dengan energi sosial yang luar biasa hari ini, NTT bisa cepat pulih. Tuhan izinkan pakai kita untuk menjadi seperti perempuan-perempuan yang pulang dari kubur dan mengatakan Yesus sudah bangkit. Kita bangkit dari bencana dan bilang Yesus memulihkan NTT dan Tuhan pakai kita untuk kabar baik ini,” pungkas Pdt. Mery.

Setelah dari GMIT, rombongan KADIN NTT selanjutnya menuju Keuskupan Agung Kupang (KAK) untuk menyerahkan bantuan serupa, dan kedatangan KADIN NTT diterima langsung Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang.

Kepada wartawan, Mgr. Petrus Turang menjelaskan, gereja katolik yang terdampak badai seroja, sedikit saja. “Katedral sedikit, empat gereja kecil, dua di Sabu, dua di Raijua. Di Rote hanya di Oeseli karena di pingrir pantai dan di bawah pohon kelapa, jadi angin cepat angkat. Tapi mereka sudah perbaiki yang di Oeseli. Demikian juga di Pantai Baru sudah diperbaiki, Asumpta sudah di perbaiki,” jelas Mrg. Petrus Turang. Dan gereja terakhir yang dikunjungi KADIN NTT adalah GPDi El Saddai Bakunase yang roboh akibat terjangan badai seroja. (rum)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top