Tuntaskan Pemulihan Pasca Bencana, Pemkot Kupang Perpanjang Status Darurat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tuntaskan Pemulihan Pasca Bencana, Pemkot Kupang Perpanjang Status Darurat


Rumah salah satu warga Kota Kupang yang temboknya retak dan jebol akibat tanah longsor dampak Siklon Tropis Seroja dua pekan lalu. Untuk pemulihan pasca bencana, Pemkot memperpanjang status darurat. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tuntaskan Pemulihan Pasca Bencana, Pemkot Kupang Perpanjang Status Darurat


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memutuskan memperpanjang masa darurat bencana dalam rangka pemulihan pasca badai Siklon Tropis Seroja yang melanda sebagian besar wilayah NTT termasuk Kota Kupang dua pekan lalu. Perpanjangan masa darurat bencana ini berlangsung selama 14 hari. Sebelumnya Pemkot menetapkan darurat bencana di Kota Kupang sampai 18 April 2020.

“Karena memang ada beberapa kegiatan-kegiatan yang belum diselesaikan, sehingga kami menyepakati perlu dilakukan perpanjangan masa darurat bencana ini,” ungkap Asisten II Setda Kota Kupang, Elvianus Wairata, Rabu (21/4).

Elvianus mengatakan, pendataan terkait dengan kerusakan yang terjadi pasca bencana belum dilakukan secara menyeluruh atau belum final. Sehingga pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyurati Wali Kota Kupang, Jerfi Riwu Kore untuk melakukan perpanjangan masa tanggap darurat.

“Jadi perpanjangan masa darurat bencana diperpanjang selama 14 hari atau dua minggu. Langkah-langkah yang sudah ditempuh sekarang yaitu melakukan identifikasi, verifikasi, dan validasi data,” kata Elvianus.

BACA JUGA: Pemkot Kupang Resmi Tetapkan Status Darurat Bencana

Masih menurut dia, tim verifikasi sudah turun selama lima hari di seluruh kelurahan untuk mendata segala kerusakan yang dialami masyarakat. “Hari ini, Rabu tanggal 21 April kita berupaya untuk mendapatkan data riil, mana yang masuk dalam kategori rusak berat, rusak ringan, dan sedang,” jelasnya.

Setelah mendapatkan data riil, lanjut Elvianus, tahapan selanjutnya adalah melakukan uji publik yang akan dilakukan di kelurahan. “Memang ada beberapa pohon tumbang yang belum diselesaikan dan juga sampah yang masih ada di beberapa titik, sehingga kita sudah upayakan untuk pemotongan pohon dan pembersihan secara cepat. Kita kejar minggu ini selesai,” ucapnya.

Elvianus menambahkan, Bank NTT juga memberikan bantuan 10 mesin potong pohon yang diserahkan kepada Karang Taruna Kota Kupang, tetapi laporan masyarakat masuk langsung ke Karang Taruna sehingga langsung dieksekusi secara langsung oleh Bank NTT dan Karang Taruna.

“Karena itu ada beberapa lokasi yang belum terselesaikan. Sehingga kita berharap Karang Taruna juga bisa berkoordinasi agar semua titik bisa sama-sama dilayani,” pinta Elvianus. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top