Bantu Motor Air dan Traktor untuk 15 Poktan di 2 Desa, Bupati Paulina: Syukuri Setiap Hasil Panen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bantu Motor Air dan Traktor untuk 15 Poktan di 2 Desa, Bupati Paulina: Syukuri Setiap Hasil Panen


DUKUNG PETANI. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (kanan) kepada petani di area persawahan Dano Talu, Kamis, (22/4), menyatakan, pemerintah siap membantu sejumlah peralatan pertanian kepada poktan guna meningkatkan produktifitas pertaniannya. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bantu Motor Air dan Traktor untuk 15 Poktan di 2 Desa, Bupati Paulina: Syukuri Setiap Hasil Panen


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, menyumbang peralatan penunjang aktifitas pertanian berupa mesin pompa air dan hand tracktor kepada kelompok tani (Poktan). Bantuan peralatan sebanyak 17 unit itu disumbangkan ke 15 poktan di dua desa, di wilayah Kecamatan Lobalain.

Rinciannya 15 unit mesin pompa air berukuran dua dim, dan dua unit hand tracktor. Pembagiannya diserahkan dan dimanfaatkan oleh 9 poktan di Desa Kolobolon, dan 6 unit lainnya untuk poktan di Desa Loleoen.

Khusus di Desa Kolobolon, terdapat 8 poktan pria, dan satu poktan wanita, yakni, Poktan Karya Sejahtera, Tia Toba, Suelai, Modopedak, Sola Gracia, Wanita Kefas, Namahena, Kurnia Jaya, dan Fali Oli, Seluruh poktan ini beranggotakan 306 orang petani. Total luas lahan sawah yang digarap 298 hektare.

Areal persawahan tersebut tersebar di dua kompleks berbeda, yakni kompleks persawahan Dano Talu dan Oemasik. Areal seluas 277 hektare merupakan lahan/sawah tadah hujan, sedangkan 21 hektare lainnya merupakan sawah berair dan menggunakan irigasi sederhana.

“Kami pemerintah akan bantu 10 unit mesin pompa air dan 1 traktor kepada petani. Bantuan itu nantinya diserahkan untuk dimanfaatkan oleh setiap anggota kelompok,” kata Bupati Paulina Haning-Bullu, saat bersama Wakil Bupati, Stefanus M. Saek menghadiri syukuran panen raya, di areal persawahan Dano Tallu, Desa Kolobolon, Kamis (22/4).

Hadir dalam kesempatan itu Komandan Distrik Militer (Dandim) 1627/Rote Ndao, Letkol (Inf) Educ Permadi, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan, Untung Harjito, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Armis Saek, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Salmun Haning, Kadis Pangan, Hanokh Ndun, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Yames M. K. Therik, serta Camat Lobalain, Nusry Zacharias.

Acara yang merupakan warisan turun-temurun itu masih tetap dipertahankan hingga kini, dimana oleh masyarakat Rote Ndao, dilangsungkan untuk mensyukuri setiap berkat Tuhan atas berkat yang diberikan melalui hasil tanaman yang hendak dipanen. Apapun keadaan dan hasilnya tetap harus disyukuri.

Bupati Paulina mengatakan, apa yang sudah menjadi tradisi bagi petani setempat merupakan sebuah kekayaan budaya yang ditinggalkan oleh para leluhur, yang tidak hanya dilakukan disaat hasil panen melimpah.

Terhadap persiapan menyambut berkat Tuhan atas hasil tananam, Bupati Paulina mengatakan, walau Rote Ndao dilanda musibah badai Seroja, tetapi tidak kurang cara yang dipakaiNya untuk terus memotivasi. “Salah satunya melalui tanaman yang siap dipanen,” ungkapnya.

Bupati Paulina berpesan kepada masyarakatnya agar tetap mensyukuri hasil panen yang akan diperoleh. Banyak atau sedikit, demikian Bupati, tetap haru disyukuri.

“Kita semua patut bersyukur, apapun hasil panen yang nantinya diperoleh. Entah berhasil atau kurang berhasil, jangan lupa untuk tetap bersyukur,” pesan Bupati Paulina.

Sementara itu, terhadap tradisi yang dilakukan oleh masyarakat adat sebelum memanen hasil pertanian, Kepala Desa Kolobolon, Ezaf Mbuik mengatakan, bukan sebagai ajang untuk berbangga diri. Tetapi lebih dari itu, adalah untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang yang mulai terpengaruh dengan budaya luar.

Dimana, sebelum memulai aktifitas (menanam) pun diawali dengan serangkaian kegiatan, yang bertujuan memohon campur tangan Tuhan, sebagai pencipta semesta alam, terhadap setiap lahan yang digarap. Menurutnya, ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan turun-temurun setiap tahun.

“Ini bukan untuk maksud apa-apa, tetapi sudah dilakukan oleh orang tua terdahulu, yang dilakukan sebelum dan sesudah panen. Dan tanggung jawab untuk meneruskan agar tetap dilestarikan oleh generasi mendatang,” kata Kades Ezaf Mbuik.

Kades Ezaf juga megaku bahwa produksi gabah tahun ini menurun. Ini karena terdapat lahan yang terdampak Siklon Tropis Seroja. Dimana, beberapa lahan sawah petani tertimbun material, juga terbawa air akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dan berkepanjangan.

Selanjutnya, bantuan peralatan pertanian oleh Bupati Paulina juga diserahkan kepada 6 poktan di Desa Loleoen. Teknisnya, akan disalurkan oleh instansi terkait, yang secara langsung kepada masing-masing poktan.

“Nanti diantar langsung oleh Dinas Pertanian kepada masing-masing kelompok. Ingat, harus dipakai bersama, karena untuk kebutuhan semua anggota kelompok,” tandas Bupati Paulina, di kompleks persawahan Oe Langga, Desa Loleoen, Sabtu (24/4). (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top