Proses Hukum 2 Pria Beristri yang Hamili Anak di Bawah Umur Lamban, Kapolres Sikka: Biar Lambat Tapi Pasti | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Proses Hukum 2 Pria Beristri yang Hamili Anak di Bawah Umur Lamban, Kapolres Sikka: Biar Lambat Tapi Pasti


Kapolres Sikka, AKBP Sajimin. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Proses Hukum 2 Pria Beristri yang Hamili Anak di Bawah Umur Lamban, Kapolres Sikka: Biar Lambat Tapi Pasti


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Nasib malang dialami YB, 16, gadis asal Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. YB yang diperkosa oleh dua pria di Kabupaten Sikka kini tengah mengandung lima bulan.

Mirisnya, dua pria yang tega memerkosa YB ini masing-masing telah memiliki istri sah. Kedua pria bejat itu yakni Petrus Pesang, 48, dan Blasius Bai, 37. Aksi tak bermoral yang dilakukan Petrus dan Blasius ini ternyata bukan hanya sekali, namun telah berulang kali. Korban pun tak berdaya karena selalu dalam ancaman kedua pelaku.

Kasus ini terkuak setelah ibu kandung korban, MAO, 37, melihat perubahan fisik pada buah hatinya Rabu (7/4) lalu di Maumere.

MAO menjelaskan bahwa peristiwa yang menimpah putrinya itu berawal ketika si gadis hendak mencari kayu api di kebun yang jaraknya cukup jauh dari rumah mereka. Korban YB yang tak mengetahui keberadaan pelaku Petrus Pesang tiba-tiba dipeluk dari belakang. Korban sempat dikasari dan diancam Petrus, sehingga YB pun tak berdaya.

Menurut MAO, kejadian yang dialami sang putri itu terjadi pada 29 Juli 2020 lalu. “Kejadian awal dilakukan Petrus Pesang pada 29 Juli 2020 di kebun, saat YB hendak mencari kayu api. Ketika itu tanpa disadari Petrus mengikuti YB dari arah belakang dan langsung memeluk, mencekik dan mengancam untuk tidak memberitahukan kepada orang tua,” ungkap MAO yang menyebutkan, putrinya mendapat perlakuan yang sama lebih kurang 7 kali.

Masih menurut MAO, hal yang sama juga dilakukan Blasius Bai terhadap sang putri. Peristiwa bejat yang dilakukan Blasius terhadap YB ini dinilai sangat tragis, karena saat itu YB hendak mencari makanan babi dikebunnya. Tiba-tiba datang Blasius membekap korban lalu memerkosanya. Kejadian ini berulang selama lima kali dilakukan oleh Blasius.

Belakangan YB diketahui hamil lima bulan. Setelah dicek, korban mengaku telah diperkosa oleh Petrus dan Blasius.

Mendengar cerita sang putri, MAO langsung mengambil sikap melaporkan kedua pelaku ke Pospol Nebe. Laporan ibu korban ini langsung ditindaklanjuti aparat dengan menangkan kedua pelaku. Di hadapan aparat kepolisian, Petrus dan Blasius mengakui perbuatannya. Pihak Pospol Nebe kemudian mengarahkan keluarga korban untuk melaporkan peristiwa itu ke Polres Sikka.

“Kasus ini kami sudah melaporkan ke Polres Sikka, namun hingga saat ini belum diproses hukum secara maksimal. Padahal anak kami sudah dilakukan visum di Rumah Sakit Umum TC. Hillers Maumere,” ungkap ibu korban, MAO.

Terpisah, Kapolres Sikka, AKBP Sajimin ketika dikonfirmasi Jumat (23/4) mengaku, kasus yang menimpa korban YB tetap akan diproses hukum. Namun pihak penyidik harus mengantongi sejumlah bukti, untuk memperkuat laporan pihak korban.

Menurutnya tanpa bukti yang kuat, pihak kepolisian tidak dapat menahan pelaku. Oleh karena itu Sajimin menegaskan untuk tetap mengikuti proses hukum yang saat ini tengah dalam penyididikan.

“Kita tetap akan melakukan proses hukum terhadap pelaku, namun penyidik masih harus mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk memperkuat laporan pihak korban. Walaupun dinilai lambat tapi pasti,” ungkap Sajimin. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top