Truk-F Beber Angka Kekerasan Seksual di Sikka Meningkat 24 Persen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Truk-F Beber Angka Kekerasan Seksual di Sikka Meningkat 24 Persen


Kapolres Sikka, AKBP Sajimin. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Truk-F Beber Angka Kekerasan Seksual di Sikka Meningkat 24 Persen


Cegah Tindakan Kekerasan Seksual, Kapolres Sikka: Jadilah Polisi untuk Diri Sendiri

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Tindak kekerasan seksual terhadap perempuan di Kabupaten Sikka akhir-akhir ini terus meningkat.

Menyikapi hal ini, Kapolres Sikka, AKBP Sajimin mengimbau segenap perempuan dewasa termasuk yang masih di bawah umur untuk menjadi polisi untuk diri sendiri. Hal ini bertujuan meminimalisir tindakan kekerasan seksual yang menimpa kaum perempuan di Sikka.

“Untuk mencegah agar tidak tejadi tindakan kekerasan seksual bagi anak perempuan atau perempuan dewasa, maka harus mampu menjadi polisi untuk dirinya sendiri,” ungkap Kapolres Sajimin di Maumere, Jumat (23/4).

Sajimin menambahkan, guna mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual, perlu ada pengawasan langsung oleh orang tua terhadap anaknya. Ini juga untuk menghindari terjadinya pergaulan bebas oleh anak-anak.

“Pengawasan terhadap anak perempuan harus dimulai dari dalam keluarga itu sendiri. Jika orang tua membiarkan berkeliaran bebas tanpa batasan waktu, maka jangan heran jika tiba-tiba anak hamil, lalu orangtua lapor polisi,” jelas Sajimin.

BACA JUGA: Proses Hukum 2 Pria Beristri yang Hamili Anak di Bawah Umur Lamban, Kapolres Sikka: Biar Lambat Tapi Pasti

Pengawasan yang dimaksud Sajimin, diantaranya pengawasan sejak usia dini. Mulai sejak anak di bangku pendidikan hingga anak berada dalam lingkungan keluarga. “Perhatian orang tua terhadap anak-anak perempuan harus dimulai sejak usia dini sampai berada dalam bangku pendidikan. Apalagi anak anak mulai menginjak dewasa, perhatian orang tua harus menjadi perioritas,” imbau Sajimin.

Sementara itu, berdasarkan data Tim Relawan untuk Flores (Truk-F), kekerasan terhadap perempuan dewasa dan anak di bawah umur mencapai 124 kasus selama tahun 2020. Ini membuktikan bahwa tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Ini lonjakan yang sangat tinggi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sikka. Karena itu perlu peran serta pemerintah, penegak hukum, dan stakeholder lainnya untuk mencegah tindakan kekerasan ini,” jelas Maria Imakulata, SSpS yang menangani pendampingan korban litigasi, di Maumere, Jumat (23/4).

Biarawati yang akrab disapa Suster Ika ini menyebutkan, dari total 124 kasus itu, sebanyak 54 kasus dialami oleh perempuan dewasa. Sebanyak 41 kasus dialami oleh anak perempuan, dan 19 kasus lainnya dialami anak laki-laki.

Dibanding tahun 2019 lalu, kata Suster Ika, tahun 2020 terjadi peningkatan sebanyak 24 persen kasus. “Tindakan kekerasan lebih didominasi oleh perempuan dewasa yang mencapai 54 kasus, diikuti tindakan kekerasan terhadap anak perempuan yang mencapai 41 kasus, dan kekerasan terhadap anak laki laki sebanyak 19 kasus,” beber Suster Ika. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top