Curah Hujan Tinggi, Jalan Sabuk Merah Rusak Berat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Curah Hujan Tinggi, Jalan Sabuk Merah Rusak Berat


Salah satu titik jalan Sabuk Merah Perbatasan di wilayah Kecamatan Kobalima Timur yang tertimbun longsor dan mengalami keretakan. Hal ini sangat mengganggu aktifitas warga pengguna jalan ini. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Curah Hujan Tinggi, Jalan Sabuk Merah Rusak Berat


Banyak Titik Jalan Tertimbun Material Longsor dan Terjadi Patahan

BETUN, TIMEXKUPANG.com-Tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Kabupaten Malaka dan sekitarnya pada Maret 2021 lalu membuat ruas jalan Sabuk Merah Perbatasan yang membentang di tiga desa di wilayah Kecamatan Kobalima Timur, mengalami kerusakan berat.

Tingginya curah hujan menyebabkan longsor dan patahan di sejumlah titik. Akibat kerusakan tersebut, akses transportasi di jalur ini sangat terganggu. Bahkan sulit dilewati kendaraan. Masyarakat di wilayah Kecamatan Kobalima Timur maupun beberapa kecamatan perbatasan Malaka dan Kabupaten Belu terganggu aktifitasnya.

“Kerusakan tersebut mengakibatkan terhambatnya transportasi antar kecamatan dalam wilayah Kabupaten Malaka, khususnya transportasi di wilayah Kecamatan Kobalima Timur Malaka dan Kecamatan Nanaetduabesi di Kabupaten Belu,” ungkap Camat Kobalima Timur, Wens Leki saat dikonfirmasi TIMEX, Senin (26/4).

Wens Leki menyebutkan, beberapa titik kerusakan terparah itu terdapat di Desa Alas Utara, dimana akibat tanah longsor yang turun dari tebing menutupi badan jalan. Kemudian di Desa Kota Diru, tepatnya di Dusun Debukbabit, juga terjadi longsor pada bahu jalan sehingga masuk ke badan jalan dengan ukuran kurang lebih 10 meter. Lokasi lainnya yakni di lokasi wisata Bukit Cinta, Dusun Debukbabit. Pada lokasi ini, ada tanah longsor pada bahu sepanjang lebih kurang 12 meter.

Masih menurut Camat Wens, di Dusun Fatuha, Desa Alas, terdapat patahan atau retakan pada ruas jalan sepanjang lebih kurang 9 meter, juga material longsor pada bahu jalan sepanjang 6 meter. Selanjutnya di Dusun Lalebun Wekun, Desa Alas Selatan terjadi longsor dimana materialnya turun menutupi badan jalan sepanjang lebih kurang 20 meter. Ada juga kerusakan di lokasi Debu Bot Lonsor dan retak pada jalan raya dengan ukuran panjang lebih kurang 25 meter.

Selain itu, lanjut Wens, kerusakan juga terjadi di Kali Babulu, yang mana bronjong sepanjang lebih kurang 30 meter ambruk yang menyebabkan luapan banjir sehingga terjadi pelebaran pada kali itu.

Kepala Dinas PUPR Malaka, Yohanes Nahak melalui Kabid Bina Marga Lorens Haba mengatakan bahwa kerusakan jalan Sabuk Merah tersebut akbibat intensitas hujan tinggi sehingga mengakibatkan longsor dari sisi kiri atau kanan yang menutupi badan jalan raya.

Menurut Lorens, pihak Dinas PUPR Malaka sudah melakukan pengecekan ke lokasi, namun pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memperbaiki jalan itu karena bukan otoritasnya, melainkan kewenangan pusat.

Lorens mengatakan, ia akan melaporkan kerusakan tersebut ke Balai Jalan Nasional. “Kita memastikan beberapa kerusakan dan kali Babulu agar tidak merusak permukiman warga,” kata Lorens.

Lorens berharap pihak berwenang bisa cepat mengatasinya kerusakan ini agar akses masyarakat bisa kembali normal, terutama tidak menimbulkan ancaman bagi pengguna jalan.(mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top