Kasus Covid-19 di Manggarai Masuk Fase Kritis, Jubir: Patuh Larangan Mudik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kasus Covid-19 di Manggarai Masuk Fase Kritis, Jubir: Patuh Larangan Mudik


Jubir Satgas Covid-19 Manggarai, Lody Moa. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kasus Covid-19 di Manggarai Masuk Fase Kritis, Jubir: Patuh Larangan Mudik


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Manggarai kini memasuki fase kritis dan waspada. Fenomena itu ditandai dengan peningkatan jumlah kasus baru Covid-19 secara signifikan. Baik itu kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan juga peningkatan jumlah kasus kematian.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Manggarai, Lody Moa, saat dihubungi TIMEXKUPANG.com, Senin (26/4) menyebutkan, dalam dua hari terakhir saja, yakni Jumat (23/4) dan Sabtu (24/4), telah terjadi penambahan 43 kasus baru Covid-19.

“Sehingga pandemi Covkd-19 di Kabupaten Manggarai kembali memasuki fase kritis dan waspada. Penambahan kasus baru ini merupakan yang tertinggi kedua sejak pandemi Covid-19 menyerang warga di Kabupaten Manggarai,” ujar Lody.

Menurutnya, penambahan 43 kasus baru Covid-19 itu, merupakan hasil dari pemeriksaan sampel swab rapid diagnostik test antigen (RDtAg) dari 25 warga masyarakat yang berada di Biara OSM, beralamat Golo Bilas Kecamatan Wae Ri’i. Selain itu ada 18 orang yang berada di Biara Fransiskan, di Kecamatan Langke Rembong.

Lody menyebutkan, berdasarkan hasil penelusuran kontak kasus yang dilakukan Satgas Covid-19 di kedua biara tersebut, diduga sumber awal penularan virus Covid-19 berasal dari pelaku perjalanan, yakni sejumlah suster dan frater yang baru pulang liburan dari kampung halaman.

Sehingga kata Lody, guna mencegah penularan lebih luas, Satgas Covid-19 Manggarai melakukan surveilans, testing, penelusuran dan pelacakan kasus. Satgas juga memutuskan melakukan karantina dan isolasi mandiri terpusat di rumah (Biara) selama 14 hari bagi para frater dan suster yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hingga Minggu (25/4/2021), Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai melaporkan, total 22 kasus kematian akibat Covid-19 di Manggarai dan telah menginfeksi 2.039 orang,” ungkap Lody.

Dari angka jumlah yang terinfeksi tersebut, kata Lody, sejumlah 1.833 orang diantaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan 179 orang masih menjalani isolasi dan karantina mandiri di rumah, serta 5 orang lainnya sedang mendapatkan perawatan medis. “Penularan yang tinggi, diakibatkan mobilitas yang tinggi,” ucapnya.

Karenanya, lanjut Lody, Satgas Covid-19 Manggarai terus mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan. Meningkatkan kerja sama yang baik dengan tetap mematuhi seluruh instruksi dan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan.

“Disiplin menjalani protokol kesehatan merupakan hal yang penting untuk terus dilakukan. Masyarakat juga diharapkan mematuhi larangan mudik agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19. Wujudkan masyarakat Manggarai yang sehat dan terbebas dari Covid-9 adalah tanggung jawab kita bersama,” tandas Lody. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top