Kunjungi Lembaga Pendidikan Vokasi di Kupang, Dirjen Wikan Bicara Program D2 FastTrek | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunjungi Lembaga Pendidikan Vokasi di Kupang, Dirjen Wikan Bicara Program D2 FastTrek


BANTUAN. Dirjen Vokasi Kemendikbud RI, Wikan Sakarinto (kedua kanan) menyerahkan bantuan Vokasi Peduli Bencana NTT yang diterima Direktur PNK, Nonce F. Tuati (ketiga kiri)), di Auditorium Kampus PNK, Sabtu (24/4). (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

Kunjungi Lembaga Pendidikan Vokasi di Kupang, Dirjen Wikan Bicara Program D2 FastTrek


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto bersama rombongan mengadakan kunjungan kerja ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/4). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi fisik sarana dan prasarana pendidikan vokasi yang terdampak Siklon Tropis Seroja, diantaranya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Politeknik Negeri Kupang (PNK), Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, Universitas Nusa Cendana (Undana), juga Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).

Kedatangan Wikan Sakarinto bersama rombongan dijemput langsung pimpinan beberapa perguruan tinggi, yakni Universitas Nusa Cendana (Undana), PNK, dan Politani Kupang di Bandara El Tari Kupang. Dirjen Wikan disambut dengan pengenaan kain sarung dan selendang tenun daerah NTT.

Dari Bandara El Tari, Wikan dan rombongan menuju kampus Undana Kupang di Jl. Adi Sucipto, dimana di kampus ini Wikan meninjau langsung kondisi fisik gedung rektorat Undana yang mengalami sedikit kerusakan akibat badai Seroja. Setelah itu dilanjutkan dengan tatap muka bersama beberapa pejabat Undana.

Usai dari Undana, Dirjen Wikan menuju kampus PNK. Di kampus vokasi ini, Dirjen Wikan melakukan tatap muka dengan pimpinan dan dosen PNK. Dalam kesempatan itu, Wikan Sakarinto menyampaikan beberapa program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud. Dua diantaranya adalah terkait upgrade Diploma III (D3) menjadi Diploma IV (Sarjana Terapan/Sarjana Vokasi) dan D2 Fast Trek untuk perkawinan massal/link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Politeknik Negeri, dan dunia industri.

Wikan menyebutkan, tujuan utama program D2 FastTrek adalah mempercepat lulusan sekolah vokasi level Diploma II dalam tiga semester. Pada semester pertama, mahasiswa alumni SMK mendapatkan bekal ilmu di kampus Politeknik, lalu pada semester dua dan tiga, mahasiswa melaksanakan magang di dunia industri.

“Karya nyata di dunia industri selama dua semeter ini menjadi syarat kelulusan mahasiswa bersangkutan. Di sini terjadi kesinambungan antara sekolah vokasi (SMK dan Politeknik) dengan dunia industri. Mahasiswa alumni pendidikan vokasi dengan demikian siap untuk memenuhi kebutuhan industri lokal yang ada di daerahnya,” jelas Wikan dalam keterangan tertulis Humas PNK, Selasa (27/4).

Usai sambutan, Wikan Sakarinto menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Direktur PNK, Nonce F. Tuati yang disaksikan para Wakil Direktur. Nonce yang menerima bantuan tersebut menyampaikan terima kasih atas perhatian Kemendikbud, dalam hal ini Dirjen Pendidikan Vokasi yang bergerak cepat dalam membantu lembaga pendidikan vokas terdampak langsung badai Seroja.

Usai penyerahan bantuan, Wikan Sakarinto bersama rombongan meninjau secara langsung Gedung 1 dan 2 kampus PNK yang mengalami kerusakan berat akibat badai Seroja. Selesai mengamati kerusakan di Gedung 1, Wikan Sakarinto juga meninjau kampus 2 PNK di Matani. Di lokasi ini, Wikan melihat langsung kondisi kampus yang mengalami kerusakan akibat serangan badai Seroja.

Wikan juga meninjau ke kampus Politani yang juga tak luput dari terjangan badai ini. Di kampus Politinai, Wikan menyempatkan diri untuk bertatap muka, menyerahkan bantuan.

Selesai kegiatan di tiga perguruan tinggi di Penfui, Dirjen Wikan mengunjungi SMK Negeri 2 Kupang yang terletak di Kelurahan Merdeka, Kota Kupang. Di sini rombongan diterima dengan tari-tarian persembahan para siswa SMKN 2 Kupang.

Selain meninjau keadaan sekolah pasca badai, Wikan juga bertatap muka bersama pimpinan dan guru-guru di sekolah itu. Wikan kembali menyampaikan program DII FastTrek dan Link and Match antara SMK, Politeknik, dan dunia industri. Wikan Sakarinto sempat memotivasi dan membuka pikiran para siswa tentang ide-ide kreatif yang dapat dikembang, baik di baku sekolah, di perguruan tinggi, maupun di dunia usaha.

Saat mengunjungi SMK Negeri 3 usai dari SMKN 2, Wikan melihat dari dekat kondisi sarana dan prasarana sekolah ini yang sudah dilengkapi dengan hotel maupun cafe.

Wikan menyampaikan bahwa apa yang telah ada di SMKN 3 Kupang merupakan alat pancing yang kelak dapat digunakan untuk menangkap ‘ikan besar’ dalam jumlah yang banyak. “Saya minta agar para guru perlu meningkatkan kualitas soft skill para siswa vokasi SMKN 3 Kupang,” kata Wikan.

Dari SMKN 3 Kupang, Wikan Sakarinto mampir di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Putria yang terletak di Cabang Air. Di sini, Wikan Sakarinto melihat sendiri kondisi bangunan LKP Putria dan berdiskusi dengan para pengurus. Memanfaatkan momen itu, pengurus LKP Putria menyampaikan secara langsung beberapa kendala yang dihadapi LKP Putria selama ini.

Tempat terakhir yang dikunjungi Wikan Sakarinto bersama rombongan adalah di LKP Kartika yang terletak di Jalan El Tari. Seperti LKP Putria, di LKP Kartika, Wikan juga menyempatkan diri untuk melihat sendiri kondisi fisik LKP Kartika serta berdiskusi dengan pengurus LKP itu. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top