Lurah Naikoten I Polisikan Anggota DPRD Kota, Siqvrid Basoeki: Tidak Ada Aksi Pemukulan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lurah Naikoten I Polisikan Anggota DPRD Kota, Siqvrid Basoeki: Tidak Ada Aksi Pemukulan


Parah lurah se Kota Kupang saat mendatangi gedung DPRD Kota kemarin (26/4). Mereka meminta agar oknum anggota dewan yang diduga menganiaya Lurah Naikoten I ditindak tegas.(FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Lurah Naikoten I Polisikan Anggota DPRD Kota, Siqvrid Basoeki: Tidak Ada Aksi Pemukulan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Lurah Naikoten 1, Budi Imanuel Izaak mengambil langkah melaporkan oknum anggota DPRD Kota Kupang, Siqvrid Basoeki ke Polsek Oebobo dengan aduan dugaan penganiayaan pada Minggu (25/4).

Kasus penganiyaan ini terjadi di RT 05, persisnya di depan rumah Laurens Nale. Tidak terima dianiaya, korban langsung datang melapor ke Mapolsek Oebobo.

Lurah Budi Izaak, saat diwawancarai di Polsek Oebobo, Minggu (25/4) malam, mengatakan
awalnya dirinya sedang bersama warga melakukan verifikasi data korban terdampak bencana Seroja di wilayah kelurahannya.

Saat itu, kata Budi, saat itu datang terlapor dan berteriak dan mengajaknya berkelahi. Saat itu terlapor langsung memukul korban dan mengenai dada bagian kiri serta dan mencekik korban. Upaya terlapor ini langsung dihalangi warga.

Setelah menerima laporan ini, pihak Polsek Oebobo langsung mengambil keterangan dari korban dan beberapa orang saksi. Kasus ini, kata Budi, diserahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum.

Sementara Siqvrid Basoeki, dihubungi terpisah membantah aduan yang dilaporkan Lurah Budi Izaak itu. Ia mengaku tidak melakukan pemukulan kepada Lurah Budi Izaak.

Siqvrid Basoeki mengaku, awalnya hanya datang mau berdialog dengan Lurah Naikoten I soal penanganan sampah pasca Seroja. Sebelumya, keduanya memang terlibat perdebatan soal penanganan sampah.

Dia mengaku, dirinya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang tumpukan sampah yang ada di wilayah tersebut, dan dirinya sebagai wakil rakyat membangun komunikasi dengan pihak pemerintah termasuk lurah dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Namun karena terlambatnya penanganan yang diakibatkan karena kekurangan armada kebersihan, maka keluhan warga ini belum ditangani.

“Beberapa saat kemudian, warga ingin membakar sampah tersebut, karena jumlah atau volume sampah yang sangat banyak maka saya langsung menghentikan warga yang ingin membakar sampah tersebut. Lalu saya berkomunikasi dengan Lurah Naikoten I,” katanya.

Politikus Partai NasDem ini mengatakan, saat melakukan komunikasi dengan lurah melalui telepon, lurah langsung menjawab dengan suara tinggi, dan mengajaknya untuk bertengkar, akhirnya telepon dimatikan dan tidak ada komunikasi lagi.

“Kejadian itu sudah terjadi pada tanggal 6 atau 7 April lalu, dan bukan baru kemarin. Lalu kemarin saya mendatangani rumah RT, bersama lurah di sana, dan saya menanyakan persoalan kemarin. Tidak ada aksi pemukulan dan lain-lain, saya tidak memukul lurah dan hanya bertanya bagaimana penyelesaian masalah kemarin, dan mengapa laporan saya diabaikan oleh lurah,” katanya.

Basoeki sebenarnya juga mengambil langkah hukum dengan melaporkan balik pihak-pihak yang menyebarkan video dan laporan polisi itu ke Polda NTT, dengan pasal undang-undang IT.

Namun niatan itu diurung setelah mempertimbangkan berbagai masukan, terutama dari internal partai. Ia diarahkan untuk menempuh upaya damai.

Basoeki, juga awalnya memang ingin mendatangi Lurah Budi Izaak pasca kejadian itu, untuk membuka ruang dialog kembali secara baik, namun kejadiannya yang sudah viral membuatnya mengurungkan niat tersebut. “Saya sangat menyayangkan ulah pihak-pihak tertentu yang menyebarkan video dan laporan polisi itu, sangat merugikan saya,” katanya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top