Manfaatkan EBT, PLN Terangi 147 KK | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Manfaatkan EBT, PLN Terangi 147 KK


TERANGI NEGERI. PT PLN (Persero) terus berjuang menerangi negeri. Salah satunya yakni Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Dengan mengandalkan EBT berupa PLTS, maka sebanyak 147 KK kini sudah bisa menikmati terang. (IST)

Advetorial

Manfaatkan EBT, PLN Terangi 147 KK


Menikmati listrik energi baru terbarukan (EBT) dengan harga terjangkau menjadi cerita haru bagi Warga Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Setelah menanti 74 tahun, 147 kepala keluarga (KK) akhirnya bisa nikmati terang dengan bantuan pembangkit listrik tenaga surta (PLTS).

———————

KAMIS, 28 November 2019 silam menjadi hari bersejarah bagi warga Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Sejak Indonesia Merdeka, warga Desa Kojadoi tak pernah menikmati terangnya cahaya yang dihasilkan oleh energi listrik.

Namun, kerinduan warga Desa Kojadoi akhirnya terwujud. Pasalnya, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT sudah mengoperasikan PLTS untuk menerangi wilayah Desa Kojadoi. PLTS yang beroperasi untuk menerangi Desa Kojadoi ini merupakan PLTS Komunal dengan daya 190 kWp.

Desa Kojadoi merupakan salah satu desa peraih penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) pada tahun 2019. Penghargaan ini diberikan oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar). Desa Kojadoi sendiri memiliki tiga dusun. Diantaranya Dusun Kojadoi, Kojagete dan Dusun Margajong.

Pendamping Lokal Desa Kojadoi, Marhaing mengatakan bahwa sebelum PLTS mulai menerangi desa tersebut, warga merasa seperti belum sepenuhnya merdeka. “Dulu, sebelum ada PLTS yang jelas pertama sekali sepertinya kami belum merdeka. Namun, setelah adanya listrik maka kampung kami sudah terang. Anak-anak bisa belajar pada malam hari. Termasuk pendapatan warga ada peningkatan dan sudah masuknya informasi-informasi melalui media komunikasi,” ujar Marhaing.

Pria 51 tahun ini juga mengisahkan bahwa sebelum ada listrik, maka pemakaian minyak tanah juga sangat boros. Karena dalam sebulan pemakaian minyak tanah hampir kurang lebih 15 liter. Sebab, harga jual minyak tanah per liter adalah Rp 10 ribu.

Selain sebagai bahan bakar kompor, minyak tanah dipakai untuk menyalakan lampu pelita pada malam hari. “Sekarang, hanya dengan biaya Rp 20 ribu saja, kami sudah bisa menikmati terang selama satu bulan dengan daya 900 VA. Daya sebesar 900 VA bisa di gunakan untuk lampu, TV dan Kipas angin yang dinyalakan selama 24 jam.

Dirinya juga mengenang saat proses pembangunan PLTS di Desa Kojadoi. Dikatakan Marhaing bahwa tantangan pada saat mobilisasi material. Karena jalan yang dilalui sangat susah. Termasuk tidak ada alat berat untuk mengangkut material PLTS.

Karena itu maka warga di Desa Kojadoi sangat antusias menyambut kehadiran PLTS tersebut. Dengan semangat gotong royong untuk memikul material dari pelabuhan menuju lokasi pembangunan PLTS yang jaraknya kurang lebih 3 km. Marhaing juga berharap kepada PLN agar PLN bisa terus berjalan sepanjang masa agar bisa melistriki seluruh negeri ini.

Sementara Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores, Saut Pandjaitan menyampaikan bahwa kehadiran PLTS di Desa Kojadoi mampu melistriki 147 KK. Dan untuk pemeliharannya ditangani oleh dua orang.

“Harapan saya bahwa PLTS yang telah hadir ini supaya dapat dijaga bersama untuk terus mendorong kesejahteraan warga di Desa Kojadoi,” kata Saut Pandjaitan. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top