Cari Sinyal HP Demi Ujian Online, Siswa SDK Ndawang Sekolah di Bukit | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cari Sinyal HP Demi Ujian Online, Siswa SDK Ndawang Sekolah di Bukit


DEMI MASA DEPAN. Pelaksanaan USBD yang dilakoni siswa-siswi SDK Ndawang di atas bukit Watu Nampe, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Matim. (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

Cari Sinyal HP Demi Ujian Online, Siswa SDK Ndawang Sekolah di Bukit


Bangun Tenda Darurat, Siapkan Aki untuk Isi Daya Handphone dan Laptop

BORONG, TIMEXKUPANG.com-Tuntutlah ilmu setinggi langit boleh dikata tengah dilakoni anak-anak SD Katolik Ndawang, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Bagaimana tidak, demi bisa mengikuti ujian sekolah berbasis digital atau online (USBD), para guru dan anak-anak terpaksa membuat ruang ujian darurat beratapkan terpal di atas bukit. Tepatnya di Bukit Watu Nampe, Desa Golo Wuas.

“Untuk bisa laksanakan USBD, kami di SDK Ndawang harus rela mencari sinyal berjaringan 4G di atas Bukit Watu Nampe. Karena di lingkungan sekolah dan permukiman warga tidak ada jaringan internet,” ujar salah seeorang orang guru SDK Ndawang, Hironaldus Jangu, kepada TIMEXKUPANG.com melalui sambungan telepon, Selasa (27/4).

Menurutnya, upaya untuk mendapatkan jaringan 4G memang penuh risiko bagi anak-anak SD ini. Namun demi bekal ilmu pengetahuan dan masa depan para siswa, anak-anak terpaksa harus menaiki bukit dengan jalan cukup terjal berjarak sekira 500 meter dari permukiman. Untuk bisa berteduh, di atas bukit lokasi digelarnya USBD itu, pihak sekolah  membangun tenda sederhana berukuran sedang. Sementara kursi untuk tempat duduk, dibawa sendiri oleh siswa dari sekolah. Agar menyerupai ruang ujian, di sekeliling tenda darurat itu dibatasi dengan pagar bambu. Dan ada bendera merah-putih. Meski jaringan yang ada di atas bukit tersebut kurang begitu stabil, tapi itulah upaya para guru agar anak-anak bisa ujian.

“Lokasi yang ada jaringan dan bisa akses internet hanya di atas Bukit Watu Nampe. Jaringanya juga kurang begitu stabil, karena tidak adanya tower sinyal di wilayah itu. Kami guru-guru bangun tenda darurat di atas bukit, untuk bisa melaksanakan USBD,” katanya.

Menurut Hironaldus, jumlah peserta ujian di sekolah itu sebanyak 15 orang. Pengawas untuk 6 mata pelajaran (Mapel) berasal dari sekolah. Sementara untuk 3 Mapel yang soal ujiannya dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Matim, pengawas dengan sistem silang. Siswa yang ikut ujian juga menggunakan HP android dan laptop.

“Siswa yang menggunakan HP sendiri ada 4 unit, dan HP milik guru ada 7 unit. Sementara laptop milik sendiri ada 4 unit. Ada sejumlah kendala yang kami alami di sini, seperti kurang pengetahuan siswa dalam mengoperasi HP android dan laptop. Juga belum tersedianya fasilitas listrik yang bersumber dari PLN,” beber Hironaldus.

Dengan kondisi itu, lanjut Hironaldus, pihak sekolah terpaksa harus bekerja ekstra keras untuk membimbing dan melatih siswa agar siswa bisa melaksnakan USBD 2021 dengan baik. Apalagi tahun ini semua SD diwajibkan melaksanakan USBD. Hasilnya hari dari hari pertama, pelaksanaan USBD SDK Ndawang di atas bukit Watu Nampe berjalan lancar dan aman.

“Kalau mau cas HP dan laptop, siswa dan guru menyediakan aki 60 ampere, panel surya 100 watt, dan di alirkan mengunakan inventer 1.000 watt. Kita harus siapkan fasilitas ini sehingga tidak mengganggu para siswa ketika baterai HP dan laptop lowbat,” urainya.

Sementara Kepala Dinas PPO Matim, Basilius Teto, mengatakan seluruh SD di Matim wajib melaksanakan ujian akhir berbasis digital atau USBD. Total SD di Matim sebanyak 331 sekolah. Teto mengakui, masih banyak sekolah di Matim yang jaringan internetnya lelet. Bahkan ada wilayah yang tidak bisa akses jaringan internet sama sekali.

“Tahun 2021, ada 66 tower yang akan dibangun di Matim. Soal lokasi, nanti datanya dari Dinas Kominfo. Soal fasilitas sarana dan prasarana, Bupati Agas Andreas sudah tegaskan bahwa satu sekolah minimal alokasikan 30 unit komputer. Fasilitas itu untuk mendukung pelaksanaan USBD,” ungkap Teto. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top