Tomas Desa Banain B Adukan Kades ke Kejaksaan Terkait Pengelolaan DD | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tomas Desa Banain B Adukan Kades ke Kejaksaan Terkait Pengelolaan DD


PENGADUAN MASYARAKAT. Tokoh masyarakat Desa Banain B saat mendatangi Kejari TTU untuk mengadukan Kades Yulius Kolo terkait dugaan korupsi penyelewengan pengelolaan DD di wilayah itu, Senin (26/4). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tomas Desa Banain B Adukan Kades ke Kejaksaan Terkait Pengelolaan DD


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) Desa Banain B, Kecamatan Bikomi Utara, mengadukan oknum Kepala Desa (Kades), Yulius Kolo ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (Kajari TTU) atas kasus dugaan korupsi penyelewengan dana desa (DD) di wilayah itu selama empat tahun terakhir.

Dalam pengaduan tersebut, sejumlah Tomas juga membawa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Daerah (Ipda) dengan total kerugian negara mencapai Rp 785.427.000.

Beatus Kolo, salah satu Tomas Desa Banain B kepada TIMEX, Senin (26/4) mengatakan, kedatangan mereka ke Kejari TTU guna melaporkan dugaan korupsi pengelolaan DD di Desa Banain B selama empat tahun terakhir, sejak 2017, 2018, 2019, dan 2020.

“Sesuai LHP Inspektorat Daerah itu temuanya mencapai Rp 785.427.000 yang diduga diselewengkan oleh Kepala Desa Yulius Kolo,” beber Beatus.

Beatus menjelaskan, berdasarkan LHP Inspektorat TTU, diketahui sejumlah item pekerjaan yang tidak tuntas dikerjakan. Misalnya pembangunan lapangan sepakbola dengan ukuran 95 x 45 meter yang dibangun pada 2018 dengan pagu anggaran sebesar Rp 191.685.178, belum rampung dikerjakan. Progres fisik diperkirakan hanya mencapai 60 persen.

Selain itu, lanjut Beatus, lapangan sepak bola tersebut juga saat ini mubazir lantaran dibangun bukan di tanah milik masyarakat ataupun pemerintah desa, melainkan tanah milik Yayasan Yaperna yang dikelola Dekenat TTU.

Masih menurut Beatus, tahun 2018 ada pula pembangunan embung dengan pagu anggaran sebesar Rp 115.792.631 yang dibangun di lahan milik Kades Yulius Kolo. Bahkan embung tersebut dibangun bukan di wilayah administratif Desa Banain B, melainkan berada di wilayah Desa Banain A.

“Dalam LHP Inspektorat ada juga temuan terkait pengadaan ATK, pembangunan gedung PAUD yang dibangun di tanah milik SMP Negeri Teflasi, pembangunan jalan usaha tani dari Banain menuju Nu’af sepanjang 2 kilometer yang dibangun pada tahun 2020 saat ini dalam kondisi rusak,” bebernya.

Beatus menyebutkan, dugaan penyelewengan pengelolaan DD di wilayah tersebut sudah terstruktur dan masif yang dilakukan oknum Kades bersama kroninya.

Untuk itu, Beatus bersama seluruh masyarakat di Desa Banain B, Kecamatan Bikomi Utara, meminta aparat penegak hukum di Kejari TTU segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum kades dan perangkatnya terkait dengan dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa tersebut.

“Kami hanya meminta kepada kejaksaan untuk bisa menyelidiki dugaan penyelewengan dana desa ini. Kami berharap kejaksaan bisa secepatnya tangani kasus ini dan ungkap siapa penyebab terjadinya kerugian negara dari pengelolaan dana desa di Desa Banain B ini,” pintanya.

Terpisah, Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila kepada TIMEX, Senin (26/4) membenarkan adanya laporan pengaduan masyarakat Desa Banain B tersebut.

Robert berjanji akan secepatnya menindaklanjuti pengaduan itu melalui Bidang Intelejen dengan melakukan penyelidikan awal guna mengetahui persis terkait temuan kerugian negara yang timbul dari pengelolaan dana desa selama empat tahun belakangan ini.

“Kita sudah terima laporan pengaduan, saya sudah disposisi dan sementara berproses di Bidang Intelejen. Yang pasti kita akan ungkap kasus ini secara hukum,” tegasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top