FKIP Undana Cetak 194 Guru Profesional, Tersebar di NTT, NTB dan Bali | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

FKIP Undana Cetak 194 Guru Profesional, Tersebar di NTT, NTB dan Bali


Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph.D, Kadis P dan K NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd dan Dekan FKIP Undana Dr. Malkisedek Taneo, M.Si saat pengambilan sumpah dan pelantikan kepada para lulusan guru profesional di auditorium Undana, Kamis (29/4). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PENDIDIKAN

FKIP Undana Cetak 194 Guru Profesional, Tersebar di NTT, NTB dan Bali


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 194 orang guru lulusan program guru profesi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Guru Profesional Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, periode II April 2021.

Pelantikan dan pengambilan sumpah itu digelar secara virtual dengan diwakili 17 orang lulusan. Hadir Rektor Undana, Prof. Ir. Fredik L. Benu, MS., Ph.D., Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd, Dekan FKIP Undana, Malkisedek Taneo, dan para petinggi FKIP lainnya di auditorium Undana, Kamis (29/4).

Pengukuhan dilakukan oleh empat orang rohaniawan, masing-masing rohaniwan Kristen Protestan, Pdt. Yohanis Ratu, Katolik oleh Romo Yonas Kamlasi, rohaniawan Islam oleh Ustaz Pobo Musariyokerto, dan Hindu oleh I Gusti Putra Kusuma. Para lulusan ini dilantik Dekan FKIP Undana, Malkisedek Taneo.

Malkisedek Taneo dalam laporannya menyebut penetapan lulusan profesi guru itu tertuang 03/PP/2021 tentang yudisium guru profesi. Dikatakan semua nama lulusan yang tertuang dalam surat keputusan tersebut, telah memenuhi semua persyaratan akademik dan dinyatakan lulus. Karena itu, para lulusan berhak menggunakan gelar profesi.

Prof. Fredrik L. Benu dalam sambutan mengatakan pengambilan sumpah dan pelantikan ini sekaligus acara serimonial penyerahan kembali guru profesional sebanyak 194 orang kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota kepada Kadis Pendidikan mewakili Gubernur NTT.

Dirinya sebagai pimpinan universitas sangat bangga dan berbahagia karena guru profesional itu tersebar di semua level pendidikan. Para guru ini tidak hanya berasal di NTT melainkan datang juga dari Provinsi NTB dan Bali.

Sejak empat bulan lalu, dilakukan berbagai tes dan melengkap sejumlah administrasi, mengelar pendidikan secara daring mengikuti ujian kompetensi dan bisa menyandang guru profesional.

“Setelah menyandang gelar guru berprofesional, maka tanggung jawab yang diemban pun semakin meningkat, untuk itu dituntut berpikir, bertindak bersikap secara profesional sebagai seorang guru,” pinta Rektor Fred Benu.

Menjalankan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa, lanjutnya, jangan saling menyalahkan atau cuci tangan karena daerah ini membutuhkan generasi berkualitas. Untuk membutuhkan generasi penerus, maka guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa mesti menjaga kinerja secara profesional. “Pelayanan kita di sekolah sebagai pendidik tidak biasa-biasa lagi, namun harus lebih baik dari sebelumnya karena sudah dianggap profesional,” tuturnya.

Prof. Fred Benu juga menyampaikan terima kasih kepada Dirjen GTK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mendukung proses terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi mengungkapkan dengan lahirnya guru profesional menunjukan babak baru dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik karena tidak hanya dari jenjang pendidikan tertentu namun datang dari semua jenjang pendidikan.

“Ini merupakan semangat dan energi baru dalam mewujudkan pendidikan yang diharapkan semua pihak dan siap bersaing dengan provinsi lainnya di Indonesia,” katanya.

Linus Lusi menyebut pemerintah telah mengusung tema NTT Bangkit, NTT Sejahtera mengedepankan SDM sebagai satu visi dalam pengembangan program, sehingga semua telah berkomitmen bersama untuk mendorong semua kemampuan bersaing.

Guru profesional yang telah dikukuhkan harus meluangkan waktu, kemampuan demi meningkatkan kemampuan siswa dan diri sendiri. “Kita NTT masuk sebagai sekolah penggerak dalam mengelola guru bersertifikat. Kita akan evaluasi untuk menghadilkan sebuah manfaat yang lebih. Kita harus mencoba, mencoba, dan terus mencoba,” ungkapnya.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah juga terus mengarahkan pendidikan ke sekolah kejuruan karena situasi dan kondisi NTT memiliki perbedaan sendiri dengan menambah skil agar para lulusan tidak lagi menganggur.

“Kita terus meminta masukan dan pengembangan program unggulan dari berbagai bidang seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Kita juga sangat kekurangan guru termasuk pada sektor unggulan,” sebutnya.

Peran para dosen dalam melakasanakan pengabdian dalam pengembangan inovasi menjadi mandatoris untuk sekolah-sekolah sebagai kajian pembelajaran. “Tugas utama guru adalah belajar. Selembar kertas piagam belum menjadi jaminan, praktik di kelas, hasil pengajaran kepada anak menjadi prasyarat. Restorasi kebangkitan pendidikan membutuhkan kerjasama yang baik,” tuturnya.

Sementara Perwakilan Guru Profesional, I Gede Putu Perdana menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh civitas akademika Undana yang telah mendidik dan mengasuh para guru menjadi lebih profesional saat ini.

Penyelenggaraan pendidikan profesi itu digelar selama empat bulan. Namun sangat menguras tenaga, pikiran, butuh perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan. Dengan semangat mencerdaskan anak bangsa, tantangan itu bukan menjadi soal namun dijadikan sebagai motivasi untuk menumbuhkan semangat tulus para guru.

Kesuksesan itu, diakui tidak terlepas dari kerja keras dan perjuangan para dosen dan para penyelenggara pendidikan selama menjadi mahasiswa hingga menyandang gelar kehormatan tersebut.

“Memang dengan waktu empat bulan masih sangat kurang namun ini bukan menjadi kendala dan akhir dari segalanya untuk tidak belajar. Kami akan terus belajar demi mengembangkan pendidikan di bangsa ini secara profesional,” katanya.

Pada kesempatan tersebut juga ia memohon dukungan doa agar bisa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah secara profesional.

Pantauan TIMEX usai pengambilan sumpah dan pelantikan dilanjut dengan penandatangan berita acara pelantikan dan penyerahan sertifikat pendidik oleh Rektor Undana, Prof. Fredrik L. Benu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi, Wakil Rektor I Undana, dan Dekan FKIP Undana Malkisedek Taneo. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top