Kasus Covid-19 di Batuleli Terus Menanjak, Tambah Lagi 48 Kasus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kasus Covid-19 di Batuleli Terus Menanjak, Tambah Lagi 48 Kasus


RAPID TEST. Seorang petugas medis tengah mengambil sampel untuk pemeriksaan dengan alat rapid test antigen terhadap salah seorang anak warga Dusun Batuleli, Desa Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah, Rabu (28/4). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kasus Covid-19 di Batuleli Terus Menanjak, Tambah Lagi 48 Kasus


Kapolsek Rote Tengah Keliling Batuleli Imbau Warga Batasi Aktifitas

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Angka penularan Covid-18 di Dusun Batuleli, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao terus menanjak. Bermula dari kasus yang muncul dari sepang suami istri, kasus ini terus menyebar dalam waktu singkat. Hingga kemarin (28/4), dalam dua hari pemeriksaan dengan rapid test sudah ada 75 kasus positif hasil tracking tim Satgas Covid-19 Rote Ndao.

Mengantisipasi penyebaran agar tidak terus meluas, Kapolsek Rote Tengah, Ipda Igo Pringgondani berkeliling Dusun Batuleli, dan menggunakan alat pengeras suara mengimbau warga untuk batasi aktifitas keluar-masuk, sambil menanti pelaksanaan tracking lanjutan.

Langkah tersebut dilakukan Kapolsek Igo guna mengantisipasi terjadinya kontak langsung antara warga lain dengan masyarakat Dusun Batuleli, pasca timbulnya kasus yang terjadi di luar dugaan.

“Berkaitan dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19, maka kami mengimbau agar seluruh warga Dusun Batuleli untuk sementara membatasi aktifitas, baik masuk maupun keluar dari wilayah Dusun Batuleli,” kata Kapolsek Igo Pringgondani, saat menghimbau warga dengan berkeliling menggunakan pengeras suara, Rabu (28/4).

Ada beberapa titik yang dijangkau Kapolsek Igo, untuk mengimbau warga batasi aktifitas, yang dimulai pukul 06.30 hingga 08.30 Wita. Kegiatan tersebut dilakukan bersama beberapa anggota Linmas.

Kapolsek Igo, mengaku imbauan yang disampaiknya itu diperoleh dari Satgas Covid-19 tingkat Rote Ndao dengan meminta agar seluruh warga Dusun Batuleli, dapat menahan diri terhadap interaksi ataupun kontak langsung dengan masyarakat luar.

Kapolsek melakukan hal ini sebab pelaksanaan tracking yang dilakukan tim medis pada Selasa (27/4) baru menjangkau beberapa warga. Dengan tidak melakukan aktifitas ke luar wilayah dusun, akan memudahkan tim medis melakukan tracking melalui rapid test secara massal.

“Kami hanya mengimbau dan juga berharap agar masyarakat dapat mengikuti setiap anjuran pemerintah demi kebaikan bersama,” harap Kapolsek Igo kepada TIMEX, di sela-sela pelaksanaan rapid test massal, Rabu (28/4).

Selain imbauan, kata Kapolsek Igo, guna membatasi akses masuk dan keluar warga, dibangun dua pos penjagaan dengan menempatkan beberapa anggota Polsek Rote Tengah, dibantu anggota Linmas Batuleli.

Sementara itu, pelaksanaan rapid test antigen massal dilakukan tim medis dari Puskesmas Feapopi, dibantu tenaga kesehatan dari Puskesmas Oele. Tim itu terdiri dari dua orang dokter analis dan bidan serta seorang perawat. Pelaksanaan rapid test masal itu dipantau langsung Plt Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao, dr. Feby Diwu, dan Kepala Puskesmas Feapopi, Luisa Patola.

Rapid test antigen massal dipusatkan di Dusun Batuleli. Sudah ada 203 orang termasuk beberapa warga dari Kelurahan Onatali dan juga dusun tetangga yang memiliki riwayat kontak erat yang di-rapid test. Pelaksanaan rapid test massal ini dikawal ketat aparat kepolisian dan satuan polisi pamong praja.

“Ya, hari ini kami lanjutkan, karena di sini (Batuleli) merupakan titik lokus untuk melakukan rapid test masal,” kata Kepala Puskesmas Feapopi, Luisa Patola, melalui dr. Mardhisem Mbeo, yang dikonfirmasi TIMEX, saat hendak melakukan rapid test massal.

Menurutnya, sebelum melakukan rapid di Batuleli, pihaknya juga telah men-tracking kontak erat di tiga sekolah, yakni SMA Negeri 1 Rote Tengah, SMP Negeri 1 Rote Tengah, dan SD Inpres Onatali. Hasilnya, sebut Mardhisem, terdapat kasus positif, yang merupakan transmisi dari Dusun Batuleli.

“Ada dua orang, satunya guru di SMA, dan satu siswa di SD Onatali. Guru berdomisili di Namodale, sedangkan siswa di Leli,” kata dr. Mardhisem yang menyebutkan ada 40 reagent yang dipakai untuk rapid test anak sekolah, dan untuk warga Batuleli ada dua ratusan reagent.

Dokter Mardhisem mengatakan, dari 203 warga yang menjalani rapid test antigen massal itu, terdapat 48 warga yang positif. Rincianya, 14 orang menunjukan gejala dan 34 sisanya tanpa gejala (OTG). Sehingga ke-14 orang itu langsung dibawa ke tempat karantina terpusat, sedangkan 34 dikarantina dengan menggunakan gedung SD Inpres Moklain.

Dengan penambahan tersebut, khusus terhadap kasus positif yang muncul dari Dusun Batuleli, Batuleli, semuanya berjumlah 75 kasus dimana terjadi dalam tempo dua hari. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah lagi, karena belum semua warga Dusun Batuleli menjalani rapid test massal. “Tambah lagi. Untuk hari ini semuanya berjumlah 48 orang. 14 orang dibawa ke rusun untuk dikarantina karena menunjukan gejala. Sisanya merupakan OTG,” kata Luisa Patola. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top