Kembangkan Kelor, PLN UIW NTT Raih Penghargaan IGA 2021 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kembangkan Kelor, PLN UIW NTT Raih Penghargaan IGA 2021


MUTIARA HIJAU. Manajemen PLN UIW NTT memantau kebun mutiara hijau atau kelor. Karena dukungan inilah maka PLN UIW NTT berhasil meraih penghargaan dalam ajang IGA tahun 2021 bertempat di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu lalu (7/4). (IST)

Advetorial

Kembangkan Kelor, PLN UIW NTT Raih Penghargaan IGA 2021


Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan dan Berdayakan Masyarakat

KUPANG, TIMEXKUPANG.com- PT PLN (Persero) berhasil meraih The Best Indonesian Green Award. Ini setelah PLN memenangkan enam kategori penghargaan pada ajang Indonesia Green Awards (IGA) 2021. Penghargaan IGA 2021 ini diselenggarakan The La Tofi School of CSR.

Sementara untuk PLN UIW NTT berhasil meraih penghargaan kategori mengembangkan keanekaragaman hayati melalui program ‘Kelor, Mutiara Hijau dari NTT’. Melalui program ini, PLN UIW NTT mendukung pengembangan kelompok tani kelor melalui pemberian rumah pengeringan kelor dan sumur bor ke Kelompok Tani Kelor Boneana, Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang dan Kelompok Tani Bangkit Bersama, Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang.

Pada ajang ini PLN sendiri berhasil memboyong 17 penghargaan atas program inisiatif lingkungan guna menjaga kelestarian alam yang telah dilaksanakan. Penghargaan IGA 2021 ini diberikan kepada perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan melalui berbagai ragam kreatifitas.

Penghargaan IGA 2021 diberikan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen KLHK), Alue Dohong, Rabu (7/4) lalu bertempat di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Adapun enam kategori penghargaan yang diraih PLN meliputi kategori pengembangan keanekaragaman hayati, kategori pengembangan pengelolaan sampah terpadu, kategori penanganan sampah plastik, kategori wisata konservasi alam, kategori penyelamatan sumber daya air dan kategori rekayasa teknologi dalam menghemat energi/penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Wamen KLHK, Alue Dohong dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemenang IGA 2021. Dikatakan Alue Dohong bahwa capaian tersebut menjadi salah satu refleksi komitmen perusahaan di dalam menjaga lingkungan termasuk untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang telah menjadi komitmen negara.

“Untuk mencapai komitmen pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan sampai 41 persen dengan dukungan internasional dibutuhkan peran serta seluruh pihak,” kata Alue Dohong.

Sementara Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi menjelaskan bahwa dalam menjalankan bisnis kelistrikan, PLN mengacu pada ISO 26000. Ini untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau dikenal Sustainable Developement Goals (SDGs). Agung Murdifi mengatakan bahwa keberlanjutan adalah kunci dalam setiap aspek pengembangan lini bisnis, termasuk keberlanjutan alam dan lingkungan.

“Capaian ini menjadi bukti dari konsistensi PLN yang terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan alam,” tutur Agung.

Dijelaskan, salah satu penghargaan yakni program pempek bakar yang dikembangkan oleh PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung. Program ini adalah pengolahan sampah menjadi bahan bakar pembangkit listrik tenaga sampah.

“Jadi, untuk program ini, PLN bersama Pemkab Bangka Selatan dan kelompok swadaya masyarakat bekerja sama mengolah sampah yang ada di masyarakat menjadi sumber energi listrik pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Dan hasilnya kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Tinggi,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN.

Melalui rekayasa teknologi yang dilakukan, sampah anorganik dan organik difermentasi untuk selanjutnya dibuat menjadi pelet sampah atau batubara nabati dan dipakai sebagai bahan bakar sumber energi listrik yang diolah menggunakan teknologi gasifier.

Dan untuk memenuhi kebutuhan operasi listrik warga Pulau Tinggi, PLN membutuhkan 1,2 ton sampah setiap hari. Sedangkan potensi massa sampah di Bangka Selatan sebesar 35 ribu ton per tahun.

Hal ini bermanfaat banyak bagi masyarakat, selain mewujudkan kemandirian energi, program ini mampu mengurangi sampah yang menjadi masalah di hampir seluruh daerah dan membuka peluang usaha baru produksi pelet sampah yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

IGA tahun 2021 merupakan gelaran ke-12. Pada ajang yang sama, sebelumnya PLN juga meraih tujuh penghargaa pada IGA 2020, sembilan penghargaan pada IGA 2019, delapan penghargaan pada IGA 2018, lima penghargaan pada IGA 2017, lima penghargaan pada IGA 2016 dan mendapat beberapa penghargaan di pada IGA 2014 dan 2015. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top