Buka RAT Kopdit Kartini, Bupati Matim: Jangan Jadi Koperasi Danding tapi Koperasi Atlet | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Buka RAT Kopdit Kartini, Bupati Matim: Jangan Jadi Koperasi Danding tapi Koperasi Atlet


Bupati Matim, Agas Andreas diapit Ketua dan Sekertaris Pengurus Kopdit Kartini, Theresia Wisang Agas dan Yohana F. K. Mbaut, saat kegiatan pembukaan RAT Kopdit Kartini ke-XII, Jumat (30/4). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

BISNIS

Buka RAT Kopdit Kartini, Bupati Matim: Jangan Jadi Koperasi Danding tapi Koperasi Atlet


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas meminta seluruh pengurus dan anggota Koperasi Kredit (Kopdit) Kartini Matim, untuk jangan menjadi Koperasi Danding, yakni salah satu jenis tarian di Manggarai. Bupati Agas menekankan, koperasi yang seperti ini tidak punya target dan tidak akan berkembang.

“Kalau Danding itu kan, gerakanya hanya melingkar saja. Gerakanya sampai keringat. Disinikan tidak maju. Saya minta harus jadi koperasi atlet,” pinta Bupati Agas saat membuka kegiatan RAT ke-XII Kopdit Kartini di aula rumah jabatan (Rujab) Bupati, Jumat (30/4) pagi.

Mengapa harus menjadi koperasi atlet? Bupati Agas beralasan, di sana pasti jelas ada titik star dan target finish yang terukur. Bupati Agas juga meminta agar Koperasi Kartini harus dikelola oleh manajemen dan jangan oleh pengurus. Target semua pengurus dan anggota, harus perbanyak lagi anggota.

“Prinsipnya, koperasi itu kumpulan orang dan bukan uang. Sehingga saya minta agenda ke depan bagaiman jumlah anggota koperasi itu bertambah. Target tahun ini harus tambah 300 orang, supaya totalnya mencapai 500 dan bukan tambah uang. RAT ke-12 ini asetnya sudah Rp 1 miliar. Yakin ke depan pasti naik,” kata Bupati Agas.

Koperasi, demikian Bupati Agas, harus merupakan kumpulan orang yang saling percaya dan kerja sama. Disitu pasti roh kasih akan ilhami. Jangan suka berpikir negatif terhadap orang lain. Kata Bupati Agas, jika koperasi bisa merangkul banyak orang untuk masuk anggota, disitu makin banyak orang yang mendapat pelayanan.

“Siapa yang promosi koperasi ini, yang tentu kita yang didalamnya atau pemiliknya. Jangan harap orang lain. Saya tantang, masing pengurus, anggota dan saya, harus bisa cari 10 orang bawa masuk ke Koperasi Kartini. Kalau anggota tambah, pasti berdampak pada aset. Uang itu sebagai akibat dan orang yang mengaturnya,” bilangnya.

Bupati Agas punya impian, tahun depan buka supermarket di Borong. Nanti dikelola oleh koperasi Kartini, karena korasinya dikelola oleh ibu-ibu. Dirinya juga berharap agar tahun 2021, koperasi Kartini bisa buka simpanan bunga harian. Sehingga kepada Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Bupati Agas meminta untuk tempatkan dua pegawai di koperasi untuk mendampingi.

“Saya minta dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, untuk tempatkan dua pegawai di Koperasi Kartini. Nanti gajinya dari dinas, tapi kalau koperasi ini sudah bisa mandiri dan maju, mereka bisa gaji sendiri. Sehingga mulai tahun ini, koperasi harus berani kontrak rumah untuk kantor,” kata Bupati Agas.

Dikatakanya, saat ini banyak orang Matim yang terjebak dengan kredit harian dengan bunga besar. Karena prinsipnya cari gampang. Mengapa tidak mau gabung ke koperasi dan bunga pinjamanya kecil di bawah angka 2 persen. Sehingga fungsi koperasi di sini, harus lawan dengan mempercepat pelayanan.

Kalau sudah masuk di koperasi, jangan suka selingkuh. Pinjam uang di Koperasi Kartini, sementara simpan uangnya di lembaga lain. Itu artinya, lebih tertarik pada milik tetangga di sebelah dan tidak setia dengan lembaga sendiri. Kebaikan masuk koperasi itu begitu besar dan itu sudah dialami Bupati Agas.

“Jujur saya sekolahkan anak, beli tanah dan bangun rumah, itu dari koperasi. Sehingga begitu besar bantuan dari koperasi. Makanya sampai saat ini saya begitu setia dengan koperasi. Untuk Matim saya sudah jadi anggota di belasan koperasi. Kalau hari ini koperasi laksanakan RAT, indikatornya sebagai koperasi sehat,” tuturnya.

Ketua Panitia yang juga Sekertaris Pengurus Kopdit Kartini, Yohana F. K. Mbaut menjelaskan, RAT itu dibuat untuk memenuhi amanat AD/ART. Dimana setiap akhir tahun buku, badan pengurus Kopdit Kartini Matim harus memberikan pertanggungjawaban kepada forum RAT mengenai pelaksanaan kegiatan koperasi selama satu tahun.

Tujuanya, sebagai pertanggungjawaban badan pengurus sesuai tugas dan mandat yang diberikan oleh anggota, sebagai bahan evaluasi atas semua kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahin buku 2020, supaya anggota sebagai pemilik organisasi dapat mengevaluasi kinerja pengurus, juga acuan bagi dewan pembina dalam merumuskan kebijakan pembinaan demi kemajuan Kopdit Kartini.

“Selama tahun buku 2020, mengalami kenaikan total aset sebesar Rp 9,2 persen. Pinjaman beredar meningkat 1,8 persen, dan simpanan saham naik 7,4 persen. Jumlah anggota sampai 31 Desember 2020 sejumlah 161 orang dan ini masih jauh dari harapan,” jelas Yohana.

Menurutnya, ke depan menjadi tugas berat dari pengurus untuk meningkatkan jumlah anggota, sehingga kopdit kartini bisa semakin maju dan eksis untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Kopdit Kartini sendiri berdiri sejak tahun 2009. Sudah memperoleh Akta pendirian koperasi simpan pinjam dan SK Menteri Koperasi No.01/BH/XXIX.20/XII/2010.

RAT ke-XII itu dihadiri Ketua Pengurus sekaligus ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang Agas, sekira 20 anggota, pejabat perwakilan dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan. Temanya, meningkatkan kualitas dan citra pelayanan kopdit yang ramah, cepat, mudah dan nyaman. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top