Ratusan Warga Ngalak Leleng Matim Dilarikan ke Pusat Kesehatan, Diduga Keracunan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ratusan Warga Ngalak Leleng Matim Dilarikan ke Pusat Kesehatan, Diduga Keracunan


PENGOBATAN. Sejumlah warga yang diduga keracunan mendapat pengobatan lansung di lokasi oleh petugas medis. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Ratusan Warga Ngalak Leleng Matim Dilarikan ke Pusat Kesehatan, Diduga Keracunan


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Ratusan warga di Kelurahan Ngalak Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), tiba-tiba mengalami sakit seperti keracunan, Sabtu (1/5) pagi. Dugaan keracunan usai menyantap makanan di acara misa kenduri di wilayah itu.

“Iya benar. Terjadi peningkatan kasus diare dan diduga karena keracunan makanan. Kejadian diawali kegiatan misa kenduri di rumah salah satu warga pada tanggal 30 April pukul jam 19.00 Wita,” ujar Kabid P2P Dinas Kesehatan Matim, Ani Agas, kepada media ini Sabtu (1/5) malam.

Ani mengatakan, pasien pertama melaporkan keluhan pada, Sabtu (1/5) pada pukul 02.00 dini hari. Tim P2P telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lokasi. Hingga keadaan, Sabtu (1/5) pukul 18.00 Wita, jumlah sementara pasien yang mengalami sakit yang diduga keracunan itu, sebanyak 114 orang.

“Ada sebanyak 20 orang sedang dalam perawatan di Puskesmas Mano. Ada sebanyak 38 orang di Klinik Wejang Asi-Mano. Sebanyak 54 orang mendapat pengobatan lansung di lokasi, dan 2 orang tadi pagi di rawat di RSUD Ben Mboy Ruteng,” bilang Ani.

Menurutnya, masih berpotensi adanya peningkatan kasus. Terkait logistik obat-obatan dan cairan saat ini masih mencukupi. Semua pasien sudah ditangani. Kegiatan PE sudah selesai dilakukan. Pengambilan sampel makanan yang diduga sebagai bahan terkontaminan juga sudah dilaksnakan. “Sampel makanan kita sudah ambil dan direncanakan akan dikirim ke BPOM Kupang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” bilangnya.

Salah seorang dokter di Klinik Wejang Asi-Mano, dr. Lipus Mantur, yang dihubungi lewat ponselnya, Sabtu (1/5) malam mengatakan, hingga saat ini jumlah pasien yang  diduga keracunan makanan dan masih rawat di klinik, tersisa 32 orang. Ada 5 orang yang sudah pulang setelah dirawat. Satu orang di rujuk ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng atas permintaan sendiri dari pasien. Ada sebanyak 2 orang anak berumur tiga tahun

“Gejala klinisnya, rata-rata semua mereka muntah, mual, mancret, perut melilit, panas, dan ada juga yang pusing. Saya belum tahu apa penyebabnya. Diduga keracunan makanan. Ini dugaan, karena belum ada hasil pemeriksaan makanan. Kalau cerita dari mereka pasien, sakit itu setelah habis pesta keluarga,” terang dr. Lipus. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top