SMPN 4 Langke Rembong Integrasikan Ujian Sejumlah Mapel, Patut Jadi Sekolah Contoh | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

SMPN 4 Langke Rembong Integrasikan Ujian Sejumlah Mapel, Patut Jadi Sekolah Contoh


Penilai ujian keterampilan di SMPN 4 Langke Rembong, menonton vidio presentasi Mapel dari siswa kelas IX. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PENDIDIKAN

SMPN 4 Langke Rembong Integrasikan Ujian Sejumlah Mapel, Patut Jadi Sekolah Contoh


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Setelah ujian pengetahuan, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai melanjutkan dengan ujian keterampilan pada Selasa (27/4). Dalam ujian praktik berbasis teknologi ini, para siswa mahir mengintegrasikan mata pelajaran (Mapel) satu dan lainya.

Terpantau, ujian berbasis teknologi itu berlangsung di sejumlah ruang kelas SMPN 4 Langke Rembong  yang beralamat di Lao, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong. Dalam pelaksanaanya, para siswa yang terbentuk dalam kelompok belajar, diberi tugas membuat dan mengedit video yang berhubungan dengan Mapel yang terintegrasi.

Setelah prodak itu dibuat, dari sejumlah pada Mapel yang ada, para siswa mempertanggungjawabkan dengan melakukan presentasi depan penguji di ruang kelas. Namun sebelum itu, para penguji menonton aplikasi vidio dari pelbagai mapel terintegrasi.

Penguji itu tediri dari guru mata pelajaran dan independen dari Dinas Pendidikan Manggarai. Dipantau langsung Kepala Sekolah (Kasek), Drs. Resman Wenseslaus Yan. Kegiatanya berlangsung pada 27 – 30 April 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan. Dalam presentasinya, para siswa kelas IX SMPN 4 Langke Rembong, tampak begitu semangat.

“Ujian sekolah keterampilan yang dilaksanakan ini, untuk menguji kemampuan serta skil dari peserta dari segi kecakapan serta keterampilan. Peserta seluruhnya sebanyak 178 orang,” jelas Kepsek Resman, di ruang kerjanya, Selasa (27/4).

Menurutnya, ujian sekolah keterampilan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, siswa hanya dinilai berdasarkan kompetensi dasar masing-masing Mapel. Tapi tahun ini, beberapa Mapel diintegrasikan dengan mata pelajatan yang lain. Seperti Matematika terintegrasi dengan agama dan TIK.

Selain itu, Bahasa Indonesia dengan IPA dan TIK, IPS dengan Bahasa Inggris dan TIK, serta mata pelajaran SBK terintegrasi dengan PKN dan PJOK serta TIK. Penilaian keterampilan, yakni penilaian dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu di berbagai macam konteks sesuai indikator pencapaian kompetensi.

Resman menjelaskan, penilaian akhir sekolah di SMPN 4 Langke Rembong dalam berbagai teknik, yakni penilaian produk dan penilaian proyek. Penilaian prodak, siswa dinilai dari keterampilan dalam mengaplikasikan pengetahuan ke dalam wujud produk yang dihasilkan berupa video persentase.

Sementara dalam penilaian proyek, untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuannya berupa penyelesaian suatu instrumen proyek. Penilaian proyek dimaksudkan untuk mengukur kemampuan siswa satu atau beberapa kompetensi dasar dalam beberapa mapel.

“Penilain disini dimulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian data, pengolahan dan penyajian data dalam bentuk presentase. Praktisnya disini, siswa atau kelompok siswa harus bisa membuat vidio presentase setiap Mapel,” bilang Resman.

Penguji independen dari Dinas Pendidikan Manggarai, Gregoriana  Ferita Gae, kepada TIMEX mengapresiasi apa yang dilakukan SMPN 4 Langke Rembong dengan dilaksanakan kegiatan ujian sekolah keterampilan tersebut. Menurutnya ide ini sangat luar biasa, karena untuk menghasilkan nilai kelulusan jenjang SMP ada tiga poin penilaian, yakni sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

“SMPN 4 ini luar biasa sudah melaksanakan ujian seperti ini. Sekolah ini patut menjadi contoh bagi sekolah lain di kabupaten Manggarai. Ujian keterampikan seperti ini seharusnya wajib dilaksanakan oleh seluruh sekolah. Apalagi terintegrasi dan berbasis teknologi,” ujar Gregoriana.

Sementara seorang guru penilai sekaligus sekertaris panitia kegiatan ujian sekolah keterampilan SMPN 4 Langke Rembong, Apolonia L. Rotok, mengatakan dalam ujian itu siswa/i cukup kreatif. Dirinya tidak habis berpikir, kalau anak-anak didiknya begitu mampu dan mahir dalam melaksanakan ujian keterampilan itu.

Lanjut Apolonia, hasilnya cukup puas. Apalagi video yang disajikan oleh siswa begitu bagus. Dalam persentase di depan penguji, juga tampil bagus. Dimana materi yang dibuat dalam vidio, peserta cukup begitu kuasai. Dalam ujian itu, para siswa terbentuk dalam kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 4-6 orang.

“Materi yang mereka buat dalam video itu cukup kuasai. Mungkin karena mereka sendiri yang buat. Ada dua vidio, yakni vidio wawancara dengan nara sumber dari berbagai bidang. Seperti terkait dampak negatif dan positif covid-19 di dalam bidang ekonomi. Kedua mereka buat maket proses geologi dan menjelaskan,” kata Apolonia. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top