Soal Mosi Tidak Percaya Anggota DPRD Kota, Ahmad Atang Beber 2 Problem | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Soal Mosi Tidak Percaya Anggota DPRD Kota, Ahmad Atang Beber 2 Problem


Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mendapat mosi tidak percaya dari puluhan anggotanya. Pengamat politik Ahmad Atang katakan ini hanya sandiwara politik yang sebentar lagi berujung rekonsiliasi. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

POLITIK

Soal Mosi Tidak Percaya Anggota DPRD Kota, Ahmad Atang Beber 2 Problem


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), Ahmad Atang mengatakan, DPRD sebagai institusi demokrasi, maka di dalamnya merupakan kumpulan individu dan kelompok yang memiliki kepentingan politik yang berbeda, dan perbedaan tersebut hanya dapat disatukan melalui role of the game.

Menurutnya, sebagai sebuah lembaga politik, maka perbedaan merupakan suatu keniscayaan, maka dibutuhkan sikap politik yang elegan untuk mengurai perbedaan tersebut.

Dikatakan, kasus mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskial Leodoe dapat dilihat dari beberapa hal. Pertama, ada problem regulasi terkait penetapan Ketua DPRD yang didasarkan pada perolehan kursi mayoritas di DPRD, maka secara otomatis partai pemenang akan mendapatkan hak menjadi ketua.

BACA JUGA: Pengamat: Mosi Tidak Percaya Jangan Sampai Korbankan Masyarakat

“Kasus seperti ini bukan hanya terjadi di Kota Kupang saja akan tetapi di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Sumba Timur,” ujarnya.

Kedua, lanjut Ahmad Atang, adalah problem leadership, dimana kemampuan mengakomodasi kepentingan yang timpang dan distribusi kepentingan yang tidak merata sehingga memicu konflik.

Dia menambahkan, ada problem managerial selalu berkaitan dengan mandeknya negosiasi. Dalam politik, publik hanya melihat di panggung depan tentang mosi tidak percaya, namun di panggung belakang publik tidak mampu menelusuri, sehingga boleh jadi ada sesuatu yang dibangun dalam bentuk win-win yang belum terjawab di belakang layar. “Karena itu, bagi saya ini sandiwara politik yang akan berujung pada rekonsiliasi,” pungkasnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top