Dukung PID 2021, Dinkes-UNICEF Kolaborasi Advokasi Pentingnya Imunisasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dukung PID 2021, Dinkes-UNICEF Kolaborasi Advokasi Pentingnya Imunisasi


VIRTUAL. Talk show bertema“Ikatan Cinta Keluarga NTT, Melindungi Anak Melalui Imunisasi " yang berlangsung secara daring, Sabtu, (1 /5). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Dukung PID 2021, Dinkes-UNICEF Kolaborasi Advokasi Pentingnya Imunisasi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2021, Dinas Kesehatan (Dinekas) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan talk show bertema“Ikatan Cinta Keluarga NTT, Melindungi Anak Melalui Imunisasi ” yang berlangsung secara daring, Sabtu, (1 /5). Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang NTT bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) NTT dan didukung oleh UNICEF Indonesia.

Talk show menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Messerassi B. V. Ataupah, Ketua IDAI Cabang NTT dr. Frans Taolin Sp.A, Ketua Pokja IV TP-PKK Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, M. Kes. Mewakili suara ibu muda di NTT, penyelenggara mengundang Melania Sofia Fatima Lukoto.

Para narasumber merupakan tokoh yang aktif mengadvokasi pentingnya imunisasi bahkan di situasi pandemi ini. Talk show ditargetkan untuk menjangkau keluarga dengan balita dalam mendukung keluarga untuk tetap memberikan imunisasi kepada anak. Kegiatan ini diharapkan keluarga di NTT mendapatkan informasi yang akurat terkait imunisasi rutin dan menjawab keraguan keamanan melakukan imuniasi rutin saat pandemi.

Acara dibuka Kepala Kantor Perwakilan UNICEF NTT-NTB, Yudhistra Yewanggoe. Pada kesempatan itu, ia mengatakan, vaksin adalah salah satu pengembangan terbesar dalam dunia modern dan menyelamatkan jutaan nyawa, termasuk anak-anak. Berkat vaksin, lanjut dia, kita memiliki cara mengakhiri pandemi.

“Vaksin membawa kita lebih dekat, melakukan kegiatan bersama yang kita cintai. Diskusi hari ini adalah upaya untuk menjadikan NTT yang lebih baik, sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya saat menjadi keynote speech dalam virtual itu.

Dikatakan, UNICEF memimpin pelaksanaan bersejarah Covid-19 dengan target menyediakan dua miliar vaksin untuk didistribusikan ke negara-negara yang berpartipasi dalam fasilitas COVAX hingga akhir 2021, termasuk ke Indonesia.

“Indonesia adalah anggota penting dalam COVAX dan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebagai Ketua Bersama COVAX AMC Engagement Group,” ujarnya lagi.

Sementara Kadis Kesehatan NTT dr. Messerassi Ataupah, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan kerja keras dan perjuangan yang sangat berat untuk tenaga kesehatan di NTT, untuk menjamin hak hidup anak balita dan semua masyarakat di NTT. “Kita harus mendorong terus walaupun sangat sulit di situasi ini,” imbuhnya.

Menurutnya, aplikasi untuk pencatatan imunisasi telah dibuat dan tenaga kesehatan terlatih untuk memastikan data terekam dengan baik untuk pengambilan keputusan. Upaya untuk memastikan keamaan imunisasi telah dilakukan, seperti penekanan protokol kesehatan, dorongan persuasif kepada masyarakat dan pengambil kebijakan, hingga menjamin cold chain (rantai dingin) hingga tingkat Puskesmas Pembantu (PUSTU).

Sedangkan Ketua IDAI Cabang NTT, dr. Taolin Fransiskus, Sp.A., menuturkan, kelengkapan imunisasi rutin sangat penting bagi kesehatan anak. “Imunisasi melindungi penyakit yang berat, mencegah kematian dan aman dilakukan saat pandemi. Selama kita memperhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai kita selamat dari Covid-19 namun tidak dari penyakit lainnya yang sebetulnya bisa dikurangi risikonya dengan imunisasi,” ujarnya.

Untuk itu katanya, peran dan pelibatan keluarga juga berpengaruh, tidak hanya para ibu namun para bapak diharapkan untuk memotivasi lingkungan membawa anak ke fasilitas kesehatan dan melakukan imunisasi. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) seperti demam, dapat diatasi dengan penanganan medis dan tidak terlalu harus dicemaskan, terlebih dibandingkan dengan dampak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

“Sebagai orang tua kita pasti menginginkan yang terbaik untuk anak kita. Saat COVID-19, banyak masyarakat yang ragu untuk memberikan imunisasi pada anak. Oleh sebab itu, PKK sebagai mitra kesehatan masyarakat berharap tidak terjadi penurunan cakupan imunisasi rutin,” ujar Ketua Pokja IV TP-PKK Provinsi NTT, drg. Iien Adriany.

Di era pandemi, lanjutnya, PKK memelalui kader-kadernya menjadi jembatan atau perantara keluarga dengan fasilitas kesehatan. “Disinilah peran kader-kader PKK. Kita bisa yakinkan keluarga untuk tetap memberikan imuniasi rutin. PKK percaya bahwa imunisasi adalah sebuah investasi dalam kesehatan anak,” kata dia.

Hal ini diperkuat oleh masukan dan pengalaman Ibu Melania Sofia Fatima Lukoto, mewakili ibu dengan anak balita yang baru saja memberikan imunisasi lengkap. “Dengan memberi imuniasi anak, kita telah memberikan hak kepada anak kita. Hak untuk hidup dan tumbuh kembang,” katanya.

Sofia meyakini bahwa imunisasi tetap dapat dilakukan untuk memastikan kesehatan anak. Gelar wicara diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari praktisi, akademisi hingga masyarakat umum. Kedepannya, Dinkes NTT terus berupaya dalam menyediakan pelayanan imunisasi, termasuk vaksinasi Covid-19 yang menargetkan pekerja publik dan lansia. UNICEF mendukung pemerintah daerah dalam pelaksaanan dan distribusi vaksin, termasuk komunikasi risiko dan demand generation vaksin COVID-19. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top