Jangkau Warga Pesisir untuk Vaksinasi Covid-19, Polda NTT Luncurkan Kapal Vaksin Mobile | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jangkau Warga Pesisir untuk Vaksinasi Covid-19, Polda NTT Luncurkan Kapal Vaksin Mobile


VAKSINASI. Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, dan Kabiddokes Polda NTT, Kombes Pol. dr. Sudaryono, didampingi Karumkit RSB Titus Uly, Kompol dr. Heri Purwanto bersama vaksinator melakukan vaksin kepada warga di atas Kapal Adonara milik Dirpolairut Polda NTT di pesisir Pantai Batuhopong, Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Kamis (29/4). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Jangkau Warga Pesisir untuk Vaksinasi Covid-19, Polda NTT Luncurkan Kapal Vaksin Mobile


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Demi menekan lonjakan penyebaran kasus Covid-19 di bumi Flobamora, Polda NTT melakukan sejumlah terobosan. Salah satunya dengan mempercepat proses pemberian vaksinasi bagi masyarakat.

Terobosa itu dilakukan Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) bekerjasama dengan Biddokkes Polda NTT melayani vaksinasi untuk warga di wilayah pesisir pantai dengan memanfaatkan kapal polisi.

Pemberian vaksinasi kepada warga pesisir dengan sistem kapal apung ini baru terjadi di NTT bahkan di Indonesia dan dunia. Peluncuran pelayanan vaksinasi dengan kapal apung ini pertama kali diberikan kepada warga pesisir pantai Batuhopong, Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Kamis (29/4).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan terobosan itu bertujuan meningkatkan intensitas pelayanan vaksinasi terutama kepada masyarakat di pesisir, kepulauan yang kesulitan akses untuk mendapatkan vaksin.

Menurutnya ini sebagai salah satu upaya membantu pemerintah dalam menyukseskan program pencenangan vaksin dan mengurangi penyebaran virus di wilayah NTT. “Hari ini kita me-launching kapal vaksin mobile sebagai langkah terobosan dalam meningkatkan jumlah penerima divaksin. Pelayanan ini difokuskan untuk warga di pesisir dan pulau-pulau menggunakan kapal Polairud bersama tim Biddokkes Polda NTT,” ungkap Kombes Rishian.

Pelayanan kesehatan terapung dalam rangka program vaksinasi nasional perdana mengunakan kapal laut itu menargetkan sasaran penerima sebanyak 200 orang. Vaksin yang diberikan merupakan jenis AztraZeneca, dan dipimpin langsung Kabiddokes Polda NTT, Kombes Pol. dr. Sudaryono dan Karumkit RSB Drs. Titu Uly, Kompol dr. Heri Purwanto berserta tim vaksinator berjumlah 20 orang.

Mantan Kapolres TTU itu menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dalam rangka upaya proaktif untuk pelayanan Polri dalam mendukung program pemerintah dan ini masuk dalam program prioritas Kapolri, yakni mempercepat penanganan Covid-19.

“Kita mendatangi pulau-pulau yang terpencil yang sulit dijangkau lewat darat. Kita datangi warga pesisir menggunakan kapal-kapal dari Direktorat Polair dan saat ini kita siapkan vaksinasi,” tuturnya.

Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari Pemerintah Kecamatan, Desa dan Puskesmas. Camat Semau Yoel Laitabun mengaku bersyukur karena dengan terobosan yang dilakukan pihak kepolisian dapat membantu pihak medis dalam memberikan pelayan vaksin.

“Memang kegiatan ini tidak ada informasi sebelumnya dan terkesan tiba-tiba sehingga kami tidak ada persiapan namun kita persoalkan itu yang terpenting adalah kesehatan masyarakat. Kalau kita menunggu pasti terlayani juga tetapi pasti bertahap dan menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin,” katanya.

Ia berharap ke depan, Pulau Semau yang sebagian besar penduduknya sebagai petani rumput laut itu dapat terlayani semuanya. “Jangan hanya kegiatan ini saja namun bisa dilakukan di seluruh pesisir Pantai Semau,” harapnya.

Senada juga disampaikan Kepala Desa Huilelot, Hernimus Poto, bahwa warganya yang berprofesi sebagai petani rumput laut sebanyak 103 orang dan hingga saat ini hanya beberapa orang saja yang mendapat pelayanan vaksin.

Dikatakan dengan adanya pelayanan sistem jemput bola menggunakan kapal apung yang digagas Polda NTT sangat membantu warga untuk bisa terhindar dari ancaman virus dan warga tidak lagi mengeluarkan biaya dan waktu untuk mendapatkan vaksin.

“Kami sangat terbantu. Saat ini memang ada pelayanan yang dilakukan pihak Puskesmas namun masih utamakan pejabat, tukang ojek, majelis dan pemilik kios dan lansia sedangkan masyarakat umum belum,” katanya.

Kepala Puskesmas Uitao, Endang Rostiana Nenoliu mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan pemberian vaksin kepada masyarakat tetapi masih difokuskan kepada pelayan publik.

Tim medis telah menjadwalkan kepada setiap desa di Kecamatan Semau untuk melakukan vaksin terpusat di Puskesmas. Rostiana mengakui belum banyak warga yang divaksin karena menyesuaikan dengan jumlah dosis vaksin yang diterima.

Dengan kegiatan dari Polda NTT tentu sangat membantu namun untuk menghindari data yang tumpang tindih maka pihaknya mesti mengetahui warga yang sudah menerima vaksin yang dilakukan pihak Polda.

“Data terakhir 29 April tercatat dari total sasaran penerima sebanyak 922 orang yang tersebar di 8 desa, kami sudah memberikan vaksin kepada 678 penerima. Sasarannya masih kepada para pejabat publik, tukang ojek, majelis dan pemilik kios serta para lansia,” ungkapnya.

Sementara Ande Kolan penerima vaksin pertama pada pelayan vaksin kapal apung itu mengaku bersyukur karena dapat menerima vansin di saat sulit seperti ini. Menurutnya, untuk mendapatkan vaksin membutuhkan biaya lagi karena jarak rumah ke puskesmas sangat jauh.

“Kami sudah mendengar pelayanan vaksin ini tapi kami tidak menyangka ada pelayanan seperti ini. Kami dipesisir sibuk dengan pekerjaan jadi kadang kami abaikan undangan vaksin. Tetapi dengan pelayanan ini kami merasa lebih beruntung dari warga lainnya,” katanya.

Kegiatan tersebut terdapat 38 penerima yang berhasil divaksin dan akan melanjutkan pelayanan ke lokasi atau persisir lainnya.

Hadir juga dalam kegiatan vaksinasi ini Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol. Andreas Heri Susi Darto, SIK., Kabiddokes Polda NTT, Kombes Pol. dr. Sudaryono, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, Karumkit Kompol dr. Heri Purwanto Kapolsek Semau, Camat Semau dan Kepala Desa Huilelot.

Sebelum dilakukan penyuntikan vaksin kepada warga, terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan seperti perngukuran suhu tubuh dan tekanan darah serta pengecekan 13 kriteria penyakit yang tidak bisa mendapatkan pelayanan vaksin Covid-19. Selanjutnya penyutikan Vaksin Covid-19 pada lengan kiri dan diakhiri dengan observasi. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top