Tempuh Perjalanan 10 Jam, Buka Akses Jalan Berhari-hari | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tempuh Perjalanan 10 Jam, Buka Akses Jalan Berhari-hari


KERJA KERAS. Tim PLN Sabu Raijua terlihat terus bekerja keras memulihkan jaringan listrik yang porak poranda akibat diterjang badai siklon tropis seroja pada awal April lalu. (IST)

Advetorial

Tempuh Perjalanan 10 Jam, Buka Akses Jalan Berhari-hari


Perjuangan PLN Pulihkan Listrik di Pulau Sabu

KUPANG, TIMEXKUPANG.com – Perjuangan memulihkan listrik di NTT usai diterjang badai siklon tropis seroja pada awal April lalu hampir tuntas. Dari sekira 4.000 gardu terdampak dan rusak, kini tersisa kurang dari tujuh gardu yang masih padam. Sebabnya karena ketujuh gardu ini berada di pulau terpencil.

Walau kondisi geografis yang menantang, akses yang sulit dan peralatan yang terbatas, namun kondisi ini sama sekali tak menghalangi petugas PLN untuk terus bekerja keras untuk memulihkan seluruh gardu yang rusak itu.

Supervisor Kantor Jaga Sabu Raijua sekaligus komandan tim teknis yang ditugaskan oleh PLN untuk memperbaiki jaringan listrik di Pulau Sabu dan Raijua,
Oscarlian Ratu mengaku banyak soal perbaikkan jaringan di Pulau Sabu.

Diceritakan bahwa badai siklon tropis seroja telah membuat banyak pohon besar tumbang sehingga menghalangi akses jalan.

Di awal tugas, tim inspeksi harus melintasi pepohonan yang tumbang untuk menemukan titik-titik jaringan yang rusak. Karena itu maka Oscar bersama tim mendapati bahwa jaringan listrik di Raijua juga tidak dapat beroperasi karena rumah pembangkitan mengalami kerusakan. Termasuk beberapa tiang patah dan ambruk. Sedangkan, perlengkapan dan material perbaikannya tak ada sama sekali.

“Jadi, selain kerusakkan jaringan listrik, juga kendala belum beroperasinya jaringan telekomunikasi di Sabu saat itu. Ini sungguh menyulitkan tim teknis untuk berkoordinasi satu sama lain, serta melaporkan kebutuhan peralatan dan material ke Kupang,” kata Oscar.

Di sisi lain, jelas dia, pelabuhan utama Sabu yaitu di Pelabuhan Seba (Sabu Barat) juga mengalami kerusakan. Yakni, salah satu kapal penumpang menabrak jalur sandaran kapal ferry dan karam sehingga transportasi laut sebagai transportasi utama Pulau Sabu belum beroperasi sama sekali hingga dua minggu setelah bencana.

Karena itu maka Oscar bersama timnya turun dengan kekuatan penuh membuka akses jalan menuju lokasi-lokasi prioritas penyalaan. Berjuang selama tiga hari dengan menggunakan gergaji mesin untuk memotong pohon yang tumbang dan menghalangi akses jalan.

“Satu-satunya yang kami andalkan yakni gergaji mesin. Kami sangat terbantu untuk memotong pohon sehingga kami bisa menembus akses jalan guna memperbaiki jaringan listrik. Cukup berat memang. Tapi itu adalah tugas kami untuk segera memulihkan jaringan listrik di sini (Pulau Sabu, Red),” ungkap Oscar.

Selanjutnya, mereka bersama warga mulai memperbaiki empat tiang tegangan menengah yang roboh ke sisi jalan. Secara bergantian, mereka menggali dan menegakkan kembali tiang yang ambruk maupun yang miring.

Sedikitnya, ada 60 titik tiang 12 meter di penyulang yang ambruk sehingga menyebabkan kabel menjuntai tak beraturan dan menghalangi akses jalan warga Sabu Liae.

Selain itu, imbuh Oscar, juga terdapat 30 titik tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 11 meter yang patah dan miring, serta dua gardu yang hancur akibat diterpa badai.

Satu-satunya jalan untuk menuntaskan permasalahan kerusakan jaringan dan gardu tersebut adalah dengan mempersiapkan crane dan material perbaikkan yang dikirim dari Kota Kupang. Ini membutuhkan perjalanan minimal 10 jam perjalanan laut ke Sabu Raijua.

Dengan keterbatasan peralatan dan material, Oscar dan tim terus berjuang memulihkan listrik di Pulau Sabu.

“Prioritas pertama kami saat itu adalah menyalakan pangkal-pangkal penyulang. Khususnya untuk mendukung fasilitas umum seperti Kantor Bupati, Rumah Sakit, tower-tower telekomunikasi dan transaksi perbankan,” tuturnya.

Dan hingga Sabtu (1/5), Oscar bersama timnya mendapat bantuan crane tambahan untuk pemulihan jaringan listrik di Pulau Sabu. Perjuangan Oscar dan tim membuahkan hasil. Karena itu maka tercatat hingga kini, PLN Sabu sudah berhasil memulihkan 74 gardu dari total 75 gardu di Pulau Sabu dan sekitar 7.200 pelanggan sudah bisa menikmati listrik seperti sebelumnya.

Sementara itu, kondisi Kelistrikan di seluruh wilayah NTT hingga Minggu (2/5) pukul 12.00 wita sudah mencapai 99,82 persen. PLN juga sudah berhasil memulihkan 3.995 gardu. Karena itu maka listrik di 635.152 pelanggan sudah menyala. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top