Lagi, PLN Berhasil Terangi 10 Desa Terpencil di NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lagi, PLN Berhasil Terangi 10 Desa Terpencil di NTT


TERANGI DESA. Personel PLN UIW NTT sementara menata jaringan PLN untuk menerangi warga yang ada di desa terpencil di NTT. (HUMAS PLN FOR TIMEX)

Advetorial

Lagi, PLN Berhasil Terangi 10 Desa Terpencil di NTT


Total, 4.085 KK Sudah Nikmati Listrik

KUPANG, TIMEXKUPANG.com – Sepanjang tahun 2021, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT berhasil mengalirkan listrik ke-10 desa. Ke-10 desa ini tersebar di Kabupaten Alor, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan demikian maka sebanyak 4.085 Kepala Keluarga (KK) kini sudah menikmati listrik PLN.

Untuk menerangi ke-10 desa di NTT ini, maka PLN mengucurkan investasi senilai Rp 8,2 miliar. Adapun ke-10 desa dimaksud yakni Desa Kelaisi Tengah dan Desa Kelaisi Barat di Kabupaten Alor, Desa Golo Ketak, Desa Mbuit, Desa Golo Lewe, Desa Sompang Kolang, Desa Golo Lajang, Desa Pacar di Kabupaten Manggarai Barat, Desa Daha Elu di Kabupaten Sumba Tengah dan Desa Cendana di Kabupaten Sumba Timur.

Kostan Kafomai, salah satu warga Desa Kelaisi Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN dan pemerintah daerah setempat. Dirinya mengaku sangat mengharapkan kehadiran listrik sejak dulu. Dan harapan itu kini sudah bisa terjawab dengan adanya penerangan listrik PLN yang masuk di desanya. Karena itu maka dirinya berharap agar wilayah desa bisa lebih maju dengan adanya pembangunan listrik.

“Selama ini, untuk penerangan malam hari di wilayah desa, kami hanya menggunakan lampu pelita. Sementara genset hanya orang tertentu saja yang bisa pakai. Kami merasa bersyukur sekarang. Karena anak-anak kami juga sudah bisa belajar siang maupun malam hari dengan menggunakan listrik PLN,” kata Kostan Kafomai.

Secara simbolis, penyalaan juga dilakukan di Puskesmas Terang yang berada di Desa Mbuit, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

“Momen ini sangat bersejarah bagi kami, karena Desa Mbuit sudah terang. Sebelumnya hanya pakai genset dan aktivitas masyarakat umumnya petani, peternak, kini dengan adanya listrik kamu bisa membuka kios menjual minuman dingin dan membuka jasa las,” kata Kepala Desa Mbuit, Yohanes Hurup.

Kepala Desa Golo Lewe, Marianus Djehabut juga menyampaikan hal yang sama. Dirinya merasa syukur dengan kehadiran listrik di desanya.

“Di musim pandemi seperti ini kehadiran listrik sungguh sangat membantu anak-anak dalam melaksanakan belajar di rumah. Selain itu, hadirnya listrik dapat membantu pekerjaan di kantor desa. Kami sudah tidak perlu lagi membeli bahan bakar genset untuk menyalakan komputer,” kata Marianus Djehabut.

Sementara General Manajer (GM) PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko mengaku bangga dan senang karena sudah melayani masyarakat dengan baik khususnya penerangan.

“Kami senang bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi 4.085 Kepala Keluarga di sepuluh desa yang tersebar di NTT. Dan ini menjadi hadiah Paskah bagi masyarakat yang merayakan. Kami terus berusaha untuk menerangi desa-desa dipelosok yang sulit dijangkau agar dapat mengobati kerinduan masyarakat akan kebutuhan listrik di desanya,” kata GM PLN UIW NTT.

Agustinus Jatmiko juga menambahkan bahwa untuk melistriki ke-10 desa tersebut maka PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 40,28 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 66,81 kms dan 11 buah gardu dengan total 550 kVA.

Dalam lima tahun terakhir, rasio desa berlistrik di NTT meningkat sebanyak 32,18 perse. Padahal sebelumnya haanya 63,38 persen. Tapi sekarang rasio elektrifikasi sudah mencapai 95,56 persen.

“Secara bertahap, PLN akan terus membangun infrastruktur kelistrikan pada seluruh desa yang tersebar di wilayah NTT. Ini untuk mewujudkan energi yang berkeadilan bagi seluruh pelosok negeri,” tandas Agustinus Jatmiko.
(*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top