Matim KLB Keracunan Pangan, Satu Anak Meninggal Dunia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Matim KLB Keracunan Pangan, Satu Anak Meninggal Dunia


KUNJUNG PASIEN. Wakil Ketua TP PKK Matim, Ny. Alexandria Anggal Jaghur (Kanan) saat mengunjungi seorang anak korban KLB Keracunan Pangan di Klinik Wejang Asih Mano, kemarin (3/5). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Matim KLB Keracunan Pangan, Satu Anak Meninggal Dunia


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Seorang anak, Adrianus Rasi, 13, korban yang diduga keracunan makanan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) meninggal dunia, Selasa (4/5). Akibat kematian itu, peristiwa karacunan pangan itu ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Jumlah korban dalam peristiwa KLB di Kelurahan Ngalak Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Sabtu (1/5) lalu itu, awalnya sebanyak 114 orang. Kini korban sudah bertambah jumlah menjadi 179 orang. Setelah ratusan korban jatuh sakit, langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan. Juga penanganan di lokasi kejadian.

“Satu korban KLB keracunan pangan, Adrianus Rasi, asal Wukir, Kecamatan Elar Selatan, meninggal dunia pada Selasa, 4 Mei 2021 di RSUD Bajawa, Kabupaten Ngada,” ungkap Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Matim, Jefri Haryanto, melalui rilis yang diterima TIMEXKUPANG.com, Selasa (4/5).

Lanjut Jefri, dalam kronologinya almarhum mengikuti kegiatan misa kenduri dan terdata sebagai salah satu korban KLB keracunan pangan pada, Sabtu (1/5/2021) Pukul 17.00 wita. Kemudian tim Puskesmas segera melakukan evakuasi dari rumah ke Puskesmas setempat. Tapi ditolak oleh pasien.

Selanjutnya dilakukan terapi obat oleh tenaga kesehatan (Nakes) setempat. Pada, Minggu (2/5/2021) pagi, pasien memaksa pulang ke Wukir tanpa sepengetahuan petugas Puskesmas. Pada, Senin (3/5/2021) pagi pukul 09.00 Wita, pasien dibawa ke Puskesmas Wukir dan dalam keadaan dehidrasi berat.

“Saat itu juga tim Puskesmas Wukir memaksa pasien untuk dirujuk ke RSUD Bajawa, tetap keluarga  menolak. Sempat terjadi perdebatan sekitar 1,5 jam. Akhirnya jam 11.00 wiata, pasien dirujuk ke RSUD Bajawa dan langsung rawat di Ruang ICU dan meninggal pada Selasa (4/5),” ujar Jefri.

BACA JUGA: Ratusan Warga Ngalak Leleng Matim Dilarikan ke Pusat Kesehatan, Diduga Keracunan

Sesuai data yang diterima dari Bidang P2P Dinas Kesehatan Matim, pada Senin (3/5/2021) pukul 17.05 wita, total pasien korban KLB Keracunan Pangan di Kelurahan Ngalak Leleng itu sebanyak 179 orang. Dimana menurut Jefri, pasien yang masih dalam perawatan dilaporkan sebanyak 164 orang. Terdapat 15 pasien telah dinyatakan sembuh.

Selain itu yang masih dirawat itu, yakni ada 13 orang rawat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, 1 orang dirawat di RSUD Bajawa, Puskesmas Mano merawat 47 orang, Klinik Wejang Asih merawat 34 orang. Selain itu ada sejumlah 3 orang rawat di Puskesmas Lengko Ajang, ada 2 orang  di Puskesmas Colol,  dan sebanyak 47 lainnya menjalani perawatan di rumah masing-masing.

Dengan terjadi peristiwa itu, Bupati Matim, Agas Andreas dan didampingi Wakil Bupati, Jaghur Stefanus, mengunjungi pasien keracunan itu yang rawat di Puskesmas Mano dan Klinik Wejang Asih. Turut hadir dalam kunjungan itu, Wakil Ketua TP PKK Matim, Ny. Alexandria Anggal Jaghur, dan sejumlah pimpinan OPD.

“Dalam kunjungan itu, Bupati Agas menyampaikan bahwa biaya untuk para pasien KLB Keracunan Pangan akan ditanggung oleh Pemda Matim. Dinas Kesehatan juga telah mengeluarkan surat penetapan KLB keracunan pangan bernomor 090/DINKES/858/V/2021,” pungkasnya.

Selain itu, menindaklanjuti instruksi Bupati, Dinas Sosial Matim bersama Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Selatan, PMI dan masyarakat juga telah membuka dapur umum untuk melayani pasien dan keluarga pasien yang dirawat. Termasuk persediaan makanan untuk Nakes.

Makanan untuk pasien disediakan terpisah dengan tekstur yang lembek, rendah lemak dan kurang garam. Gejala yang dialami para pasien usai menyantap hasil olahan makanan pada cara kenduri, yakni ada yang pusing, lemas, muntah, sakit perut, mual, diare, kejang, demam, dan ada yang nyeri badan. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top