Polisi Lidik Kasus Dugaan Korupsi DD di Rengkam, Kapolres Matim: Tunggu Audit Inspektorat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polisi Lidik Kasus Dugaan Korupsi DD di Rengkam, Kapolres Matim: Tunggu Audit Inspektorat


Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siawanto, SH. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Polisi Lidik Kasus Dugaan Korupsi DD di Rengkam, Kapolres Matim: Tunggu Audit Inspektorat


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Persoalan pengelolaan dana desa (DD) di wilayah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tengah dalam proses penyelidikan oleh aparat Polres setempat. Jika kasus ini naik ke penyidikkan, maka ini merupakan kasus yang menjerat kepala desa pertama di Matim. Kades yang kini tengah dalam proses lidik aparat Polres Matim yakni Kades Rengkam, Kecamatan Lamba Leda Timur, Fransiskus Yunsun.

Saat ini pihak Polres Matim masih menunggu hasil audit kerugian dari Inspektorat Matim. Dimana audit yang dilakukan Inspektorat itu atas permintaan dari pihak Polres Matim. Termasuk dua lainya, yakni Desa Bangka Arus, Kecamatan Lamba Leda Timur, dan Desa Guunu Baru, di Kecamatan Kota Komba Utara.

“Soal dugaan korupsi, untuk Desa Rengkam ini yang pasti kita proses lebih lanjut. Kami sudah minta Inspektorat untuk audit investigasi dan masih menunggu hasilnya,” ujar Kapolres Matim AKBP Nugroho Arie Siswanto, SH, kepada TIMEXKUPANG.com di Mapolres Matim, Kamis (29/4) petang.

Menurut Kapolres Nugroho, pihaknya sudah memiliki perhitungan kasar terhadap dugaan kasus korupsi dana desa di Rengkam. Tapi prosedurnya, polisi harus meminta Inspektorat yang punya kapasitas untuk menghitung kerugiannya. Jika hitunganya diragukan, maka tidak menutup kemungkinan Polisi akan meminta lembaga independen lain untuk mengauditnya. Seperti pihak Politeknik Negeri Kupang atau lainnya. “Kalau sudah ada hasil audit dari Inspektorat, kami naikkan satus ke tingkat penyidikan. Sekarang ini masih dalam lidik dan tinggal menunggu hasil audit dari Inspektorat itu saja,” katanya.

Kapolres Nugroho menegaskan, sangat tidak benar kalau dibilang, polisi tidak serius tangani atau mendiamkan kasus dugaan korupsi yang dilaporkan. Tapi semua kasus yang diadukan atau dilaporkan ke polisi, tidak serta merta polisi langsung tetapkan tersangka. Polisi tentu bekerja sesuai prosedur. Langkah-langkahnya jelas.

Diakuinya, ada banyak kasus di desa yang diadukan atau dilaporkan ke Polres Matim. Tentu langkah awalnya, polisi akan pelajari. Lalu memanggil kades dan perangkat desa lain untuk bisa memberi klarifikasi. Tentu disertakan dengan bukti-buktinya. Jika laporan itu tidak terbukti, maka polisi tidak bisa memaksa untuk melanjutkan kasusnya.

“Seperti Desa Gunung Baru, dana yang dituding dengan dugaan korupsi, itu sudah disetor kembali untuk jadi Silpa tahun 2021. Desa lain juga ada item pekerjaan fisik belum dikerjakan, tapi mereka sanggup untuk dikerjakan dengan diberi batas waktu. Ada uang yang salah dimanfaatkan, tapi sanggup untuk dikembalikan,” jelas Kapolres Nugroho.

Sementara terkait kasus dugaan korupsi di Desa Bangka Arus, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan. Jika kasus dugaan korupsi di desa statusnya naik jadi tersangka, maka ancaman penjaranya, berlaku sama sesuai Undang Undang korupsi.

Kepala Inspektorat Matim, Gonsa Tombor, yang dihubungi lewat telepon seluler Sabtu (1/5) membenarkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan audit khusus terhadap pengelolaan anggaran dan program pembangunan di Desa Rengkam. Audit itu atas dasar permintaan pihak Polres Matim. Sementara sejumlah desa lain, belum dilakukan.

“Audit investigasi di Desa Rengkam sementara kita proses. Sekira sudah masuk belasan hari kita lakukan audit. Jadi audit investigasi ini, beda dengan audit biasa. Ini yang harus perlu dipahami bersama. Audit ini juga atas permintaan Polres Matim. Desa lain juga kita akan lakukan audit khusus, setelah ada permintaan dari polisi. Sekarang kita masih fokus di Desa Rengkam,” tegas Gonsa Tombor.

Sementara Kades Yunsun, yang dihubungi TIMEXKUPANG.com melalui HP, Sabtu (1/5), tak banyak berkomentar terkait dengan adanya audit Inspektorat dan laporan ke polisi. Yunsun mengaku akan mengikuti proses yang sedang berjalan. Dirinya pun saat ini masih menjalankan tugasnya sebagai kepala desa dan akan berakhir pada Juli 2021.

“Saya siap menghadapi proses yang sedang terjadi, apalagi jabatan saya sudah berakhir tahun ini. Untuk Pilkades serentak tahun ini di Desa Rengkam, saya tidak ikut lagi. Karena saya mau fokus urus anak yang masih kuliah dan SMA,” ucap Yunsun. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top