Polisi Lidik Kasus Pembuatan Maket Pembangunan Kampus Unimor | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polisi Lidik Kasus Pembuatan Maket Pembangunan Kampus Unimor


Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Polisi Lidik Kasus Pembuatan Maket Pembangunan Kampus Unimor


Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim Penyidik Satreskrim Polres TTU mulai melakukan penyelidikan terhadap proyek pembuatan maket (Detail Engineering Design/DED) untuk pembangunan Kampus Universitas Timor (Unimor).

Proyek yang dilaksanakan tahun anggaran 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp 5.285.000.000 tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara baik. Diduga kuat, proyek tersebut fiktif dan syarat korupsi.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam kepada TIMEX, Minggu (2/5) mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan awal atas kasus tersebut. Tim Penyidik Satreskrim Polres TTU, kata Sujud, telah memanggil para pihak untuk dimintai keterangan mengenai proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Dari keterangan awal yang diperoleh, lanjut Sujud, para pihak tidak kooperatif dalam memberikan keterangan dengan berkedok tidak mengetahui kegiatan tersebut. “Penyidik sudah panggil para pihak namun mereka berkelit dan membantah, tidak tahu menahu tentang maket proyek tersebut,” ungkap Sujud.

Sujud menyebutkan, para pihak di Kampus Unimor yang telah dipanggil untuk memberikan keterangan kepada penyidik diantaranya, Margaretha Laga (Koordinator Bagian Kepegawaian dan Keuangan), Wilprima Seran, (Koordinator Bagian Umum dan Rumah Tangga), dan Petrus D. O. Oetpah (Koordinator Bagian Perencanaan, Humas dan Kerjasama).

Selain itu, lanjut Sujud, tim penyidik juga telah memanggil Direktur PT Artefak Arkindo selaku kontraktor pelaksana pembuatan maket proyek pembangunan kampus Unimor pada 2015 lalu. “Anggaran yang digunakan untuk pembuatan maket itu sebanyak Rp 200 juta rupiah lebih, sedangkan lima miliar lebih tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum,” ucapnya.

Sujud mengatakan, tim penyidik saat ini tengah mengumpulkan dokumen berupa bukti hasil pemeriksaan internal dari Dirjen Dikti Kemendikbud beberapa tahun lalu. Dari data sementara yang diperoleh, demikian Sujud, alokasi anggaran sebesar Rp 5.285.000.000 untuk pembuatan maket proyek tersebut meliputi beberapa kegiatan. Diantaranya perencanaan, pembuatan statuta, OTK dan lain sebagainya. Namun kegiatan yang terealisasi itu hanya pembuatan maket proyek saja. sedangkan kegiatan lainnya tidak dilaksanakan.

“Fakta ini sedang penyidik dalami untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih intensif karena anggaran sebesar lima miliar rupiah lebih tidak dipertanggungjawabkan dengan baik,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top