Bertahap, Listrik PLN Mulai Nyala 24 Jam | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bertahap, Listrik PLN Mulai Nyala 24 Jam


NYALA 24 JAM. PLN UIW NTT terus bekerja keras memulihkan jaringan kelistrikan yang rusak akibat badai. PLN UIW NTT juga fokus pada program nyala 24 jam terutama pada lokasi pembangkit yang selama ini baru nyala 12 jam. (HUMAS PLN FOR TIMEX)

Advetorial

Bertahap, Listrik PLN Mulai Nyala 24 Jam


Sasar Lokasi Pembangkit yang Masih Nyala 12 Jam

KUPANG, TIMEXKUPANG.com – Dampak badai siklon tropis seroja yang merusak jaringan kelistrikan di Pulau Rote kini sudah pulih 100 persen. Dari 256 gardu terdampak sudah dipulihkan. Karena itu maka sekira 32 ribu pelanggan kini sudah bisa kembali menikmati terang sejak Sabtu (24/4) lalu.

Selain memulihkan jaringan listrik yang rusak akibat badai, PLN juga fokus menyukseskan program 24 jam menyala yang. Program ini dilakukan secara bertahap dan menyasar lokasi-lokasi pembangkit yang selama ini masih beroperasi 12 jam.

Menurut Manajer PLN ULP Rote Ndao, Sabinus Tawur bahwa upaya yang dilakukan dalam percepatan pemulihan yaitu pemulihan jaringan tegangan menengah (JTM) terlebih dahulu. Dikatakan Sabinus, setelah JTM dari sumbu telah diperiksa, kemudian dilakukan pemulihan jaringan tegangan rendah (JTR) dan sambungan rumah (SR).

“Waktu itu, badai tanggal 4-5 April. Saya bersama teman-teman berkumpul di kantor PLN Rote Ndao dan mengatur strategi untuk memetakan jaringan mana yang harus kami sisir terlebih dahulu. Kami belum bisa kerja waktu itu karena hujan disertai angin kencang belum berhenti. Setelah badai usai, kami pastikan aman untuk bekerja baru kami bisa sisir jaringan kami yang terdampak, Kami langsung melakukan pekerjaan pergantian tiang yang patah, meluruskan tiang yang miring dan memperbaiki konduktor yang jatuh ke tanah,” kata Sabinus.

Ada sekira 50 personel gabungan yang terdiri dari Yantek, Vendor, MCB On, dan Pegawai PLN yang diturunkan sejak awal badai usai yakni Senin (5/4) hingga minggu (26/4). Ditambah lagi dengan bantuan relawan dari PLN Sulselabar dan PLN Disbanten sekira 40 orang sehingga mempercepat pemulihan kelistrikan di Rote Ndao.

“Kami berterima kasih atas bantuan dari teman-teman relawan yang sudah membantu memulihkan kondisi kelistrikan di Rote Ndao. Harapan kami masyarakat juga harus membantu PLN dengan cara merelakan pohon yang berada disekitar jaringan PLN, karena jaringan PLN banyak yang jatuh ke tanah, tiang patah bukan karena angina, tetapi karena tertimpa pohon,” pungkasnya.

Sementara itu, jelang Hari Raya Idulfitri 1442 H/2021 H, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT juga mulai mengoperasikan program pembangkit 24 jam. Progfam ini untuk melayani kelistrikan di Pulau Pantar dan Pulau Ndao.

Secara simbolis, penyalaan listrik 24 jam di Pulau Ndao dilakukan PLN bersama Camat Pulau Ndao, Hereth O. Bella pada Sabtu (24/4) lalu. “Saya atas nama masyarakat Ndao menyambut dengan gembira, setelah bencana dan sekarang artinya tidak lengkap kalau listrik di suatu tempat 12 jam, Tetapi dengan nyala listrik 24 jam tentu akan membangkitkan begitu banyak pekerjaan kerajinan atau UMKM dan kami masyarakat sangat menyambut sekali kehadiran listrik 24 jam,” kata Hereth.

Sementara itu, di PLTD Kabir yang melistriki Kecamatan Pantar dan Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor juga berhasil dioperasikan 24 jam lebih dahulu pada Sabtu (3/3) lalu. Beroperasinya listrik selama 24 jam di Pulau Ndao, di kantor Kecamatan Pantar, Camat Pantar, Nikodemus Alofani tak lupa menyampaikan terima kasih atas kerja keras PLN.

“Atas nama masyarakat, saha ucapkan terima kasih kepada PLN baik di Kupang maupun yang ada di Ranting Kalabahi, khusus yang ada di sub ranting Kabir. Karena atas perhatian pemerintah lewat PLN maka telah membantu kami sehingga sejak tanggal 3 April lalu, pelayanan penerangan di Pantar khususnya Kecamatan Pantar dan Kecamatan pantar Timur telah nyala 24 Jam,” kata Nikodemus Alofani.

PLN NTT melalui Manager Unit Pelaksana Pembangkitan Timor, Didik S. Irawan menyatakan akan terus melanjutkan program 24 jam nyala untuk lokasi lainnya yang pembangkitnya masih beroperasi 12 jam.

“Beroperasinya PLTD Kabir dan PLTD Ndao selama 24 jam adalah komitmen kami untuk terus berupaya membawa terang berkelanjutan kepada seluruh pelanggan kami yang belum menikmati listrik 24 jam penuh. Lokasi lainnya akan kami upayakan semaksimal mungkin segera terelisasi,” kata Didik.

Sekadar tahu, PLTD Ndao dan PLTD Kabir kini dapat melayani kebutuhan masyarakat sebanyak total 2.506 pelanggan dengan beban puncak sebesar 647 kilowatt (kw). Dengan dua mesin tambahan di relokasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dua pulau tersebut sehingga menambah daya mampu yang sebelumnya 950 kw menjadi 1.630 kw.

Sementara itu, kondisi kelistrikan di seluruh wilayah NTT pasca bencana, maka hingga saat ini, Selasa (4/5) pukul 12.00 wita sudah mencapai 99,85 persen. PLN UIW NTT juga sudah berhasil memulihkan 3.996 gardu dan sebanyak 635.221 pelanggan sudah bisa kembali menikmati nyala listrik seperti sebelumnya. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top