Polres Matim Sekat 3 Pintu Batas, Wakapolres: Takbiran Keliling Ditiadakan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polres Matim Sekat 3 Pintu Batas, Wakapolres: Takbiran Keliling Ditiadakan


KOORDINASI. Suasana rapat koordinasi operasi Ketupat di Mapolres Matim yang dibuka Kapolres, AKBP Nugroho Arie Siswanto, Senin (3/5). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Polres Matim Sekat 3 Pintu Batas, Wakapolres: Takbiran Keliling Ditiadakan


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Polres Manggarai Timur (Matim) bersama pemerintah setempat menyekat tiga pintu yang menjadi akses keluar masuk di perbatasan wilayah itu demi mengantisipasi arus mudik mulai 6 -17 Mei 2021. Penetapan tersebut melalui rapat koordinasi operasi ketupat di Mapolres Matim, Senin (3/5).

Rapat koordinasi itu dibuka Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, SH. Selanjutnya dipimpin Wakapolres, Kompol Ahmad, SH didampingi Asisten II Sekda Matim, Mikhael Jaur. Hadir seluruh pejabat Polres Matim, Kapolsek Borong, AKP Made Mudana, Danramil Borong, Lettu Zainuddin.

Hadir juga perwakilan Dinas Kesehatan Matim, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), perwakilan kantor Agama, tokoh agama Islam, Panitia Hari Besar Islam, perwakilan remaja masjid, perwakilan orang mudah katolik (OMK), pemuda GMIT, dan sejumlah anggota Polres Matim.

“Kita akan bangun pos penyekatan dan pengamanan arus mudik Lebaran 2021 di pintu keluar masuk wilayah Matim. Jadi selama tanggal 6 – 17 Mei, tidak boleh ada pemudik,” ujar Kapolres Nugroho, kepada TIMEXKUPANG.com usai rapat koordinasi di Polres Matim, Senin (3/5).

Kapolres Nugroho mengungkapkan, disetiap pos pengamanan dan penyekatan itu akan dijaga sejumlah personel polisi bersama TNI, Pol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Di sana mereka akan berjaga selama 24 jam. Bahkan jalur tikus juga akan dipantau oleh aparat keamanan.

Kapolres Nugroho menyebutkan, setiap kendaraan yang melintas di pos pengamanan dan penyekatan, akan diperiksa. Apabila nantinya ada warga dari luar daerah yang hendak masuk ke wilayah Matim akan dilakukan pengecekan keperluannya. Jika tidak mematuhi syarat, maka akan diminta memutar balik. Begitu juga sebaliknya bagi warga Matim yang hendak keluar wilayah.

“Saya meminta masyarakat untuk bisa menahan diri sesuai peraturan dari pemerintah, agar tidak melakukan mudik. Karena saat ini masih dalam kondisi pandemi. Kalau ada yang pergi ke luar daerah karena tugas, maka harus ada surat tugas dari pimpinan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Wakapolres Ahmad. Kepada TIMEXKUPANG.com saat ditemui di ruang kerjanya, Ahmad menyebutkan, ada tiga titik yang menjadi fokus pos pengaman dan penyekatan guna mengantisipasi arus mudik 2021. Masing-masing di Wae Reno, Kecamatan Lamba Leda Selatan, juga Wae Lengga, Kecamatan Kota Komba.

Satunya lagi di Gongger, Kecamatan Lamba Leda Utara. Termasuk nanti pada pelabuhan rakyat yang ada di Matim. Penyekatan perbatasan ini sesuai kebijakan pemerintah dalam mencegah masyarakat melakukan mudik, untuk mengatasi penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

“Intinya, arus mudik itu dilarang total. Selain larangan mudik, dalam rapat koordinasi juga kami bahas pengamanan untuk hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H. Salah satunya, kegiatan takbiran keliling itu ditiadakan. Boleh takbiran, tapi dilakukan di masjid,” kata Wakapolres Ahmad.

Lanjut dia, untuk Salat Id semua berlangsung di masjid. Seperti dalam kota Borong dan sekitarnya, ada 7 masjid. Tidak ada lagi dilaksanakan di lapangan. Saat sholat Idul Fitri, tentu tetap mengikuti atau mengedepankan protokol kesehatan. Selain itu, pihaknya akan bangun posko di tempat wisata.

“Tempat wisata juga kita jaga. Kami juga sudah meminta semua imam masjid, untuk bisa minta umat Islam yang ada tidak boleh keluar atau mudik. Minta supaya tetap Idul Fitri di Matim,” tandas Wakapolres Ahmad. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top