Diperiksa 8 Jam, Kades Botof Resmi Jadi Tersangka, Ini Buktinya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Diperiksa 8 Jam, Kades Botof Resmi Jadi Tersangka, Ini Buktinya


BORGOL. Kades Botof, Primus Neno Olin saat diborgol untuk ditahan di tahanan sel Mapolres TTU, Jumat (7/5) malam. Primus diduga melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa selama menjabat. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Diperiksa 8 Jam, Kades Botof Resmi Jadi Tersangka, Ini Buktinya


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Oknum Kepala Desa Botof, Kecamatan Insana, Primus Neno Olin resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa di desa itu selama satu periode kepemimpinannya.

Penetapan status tersangka terhadap sang kades pada Jumat (7/5) itu lantaran Primus Olin diduga melakukan penyelewengan dalam pengelolaan dana desa selama menjabat yang merugikan negara mencapai Rp 2,1 miliar rupiah.

Pantauan langsung TIMEX, Jumat (7/5) malam di kantor Kejari TTU, sebelumnya tim penyidik melakukan pemeriksaan secara maraton sejak Selasa (4/5) pagi hingga malam harinya bersama saksi lainnya.

Usai diperiksa selama delapan jam, Kades Primus langsung ditetapkan sebagai tersangka dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah itu Primus dikenakan rompi orange dan dibawa ke tahanan Mapolres TTU dengan posisi tangan diborgol.

Kajari TTU, Roberth Jimy Lambila kepada TIMEX, Jumat (7/5) mengatakan, tim penyidik Kejari TTU telah merampungkan penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa di Desa Botof, Kecamatan Insana, tahun anggaran 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020.

Dikatakan, tim penyidik Kejari TTU telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga kuat mengetahui persis tentang pengelolaan dana desa di Desa Botof selama satu periode kepemimpinan Primus Neno Olin.

Dari hasil penyidikan tersebut, kata Roberth, tim penyidik Kejari TTU menetapkan tersangka tunggal yakni Primus Neno Olin yang diduga kuat memiliki peranan penting dalam pengelolaan dana desa di Desa Botof, Kecamatan Insana.

“Dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa di Desa Botof, tim penyidik menetapkan kepala desa sebagai tersangka dan langsung diikuti dengan penahanan yang ditipkan di tahanan sel Mapolres TTU,” ungkap Roberth.

Roberth menambahkan, sesuai perhitungan penyidik, berdasarkan bukti-bukti yang ada, akibat tindakan sewenang-wenang dari kades tersebut merugikan negara hingga mencapai Rp 2,1 miliar.

Meski demikian, kata Roberth, penyidik kejaksaan saat ini masih terus melakukan perhitungan kerugian negara. Terutama terhadap sejumlah proyek yang diketahui mangkrak dan tidak ada asas manfaatnya bagi masyarakat.

“Kita masih akan mendalami apakah itu sesuatu yang total los (Mangkrak, Red) ataukah kita akan menghitung itu kekurangan volume pekerjaan, kalau kita anggap total los maka kerugian negara bisa mencapai miliaran. Tapi itu kita akan dalami lagi dalam proses penyidikan,” jelasnya.

Menurut Roberth, terkait ancaman hukuman, tersangka Primus dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 Ayat 1, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dijelaskan, untuk Pasal 2 Ayat 1 ancaman hukumannya dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Pasal 3 itu ancaman hukumannya dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

“Dari dua pasal yang disangkakan kepada tersangka itu, ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara sehingga langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan yang dititipkan di tahanan sel Mapolres TTU,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top