74 Warga Batuleli Sembuh Covid-19, Tersisa 8 Orang yang Masih Karantina | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

74 Warga Batuleli Sembuh Covid-19, Tersisa 8 Orang yang Masih Karantina


BERSIAP PULANG. Sebanyak 33 warga Dusun Batuleli, yang dikarantina di SD Inpres Moklain, bersiap untuk pulang setelah menjalani test rapid antigen dengan status negatif, Sabtu (8/5). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

74 Warga Batuleli Sembuh Covid-19, Tersisa 8 Orang yang Masih Karantina


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 74 warga Dusun Batuleli, Desa Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terpapar Covid-19, dinyatakan sembuh. Ada empat warga yang lebih dulu sembuh, kemudian diikuti 70 warga yang menjalani karantina. Mereka dipulangkan sejak Sabtu (8/4). Sementara Kepala Desa, bersama 7 warga Lidamanu lainnya, belum bisa pulang dan harus melanjutkan masa karantina karena belum sembuh.

Dari empat warga yang sembuh pertama itu, dua diantaranya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a, dan dua warga lainnya menjalani karantina mandiri. Selanjutnya, 70 warga lainnya yang juga dipulangkan berasal dari dua lokasi karantina, yakni Rumah Susun (Rusun) Ne’e, dan gedung SD Inpres Moklain. Mereka dipulangkan dengan status negatif Covid, disertai surat keterangan berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis.

Dari Rusun Ne’e, diketahui 32 dari 40 warga sudah dipulangkan. Tersisa 8 warga yang melanjutkan masa karantina karena belum sembuh. Sementara di lokasi karantina yang menggunakan SD Inpres Moklain, 33 dari 38 warga dipulangkan, Sabtu (8/5), dan 5 warga lainnya dipulangkan Minggu (9/5).

“Ia, mereka sudah bisa dipulangkan karena hasilnya negatif. Ada surat keterangan yang diberikan sesuai hasil rapid dari masing-masing warga,” kata Kepala Puskesmas Feapopi, Luisa Patola, kepada Timor Express, Sabtu (8/5) di lokasi karantina SD Inpres Moklain.

Luisa menyebutkan, pihaknya melakukan dua kali rapid test antigen. Rapid antigen pertama dilakukan pada warga yang mulai dikarantina pada Rabu (28/4), dan berikutnya kepada 5 warga yang terkonfirmasi positif pada Kamis (29/4).

“Rapidnya lancar, dengan pengawalan aparat keamanan. Ada TNI/Polri dan juga Sat Pol PP, serta pihak Kecamatan yang mengawal dari awal karantina. Puji Tuhan, 33 yang di-rapid, semuanya negatif dan langsung dipulangkan. Besok, Minggu (9/5) rapid lagi,” katanya.

Sebelum dipulangkan, Luisa berpesan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat sebab sangat dimungkinkan untuk kembali terpapar apabila tidak menaati protokol kesehatan.

Hal senada juga disampaikan Camat Rote Tengah, Marthen Muskanan. Penegasan untuk taat prokes juga disampaikan Camat dalam surat edarannya tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis (PPKM) Mikro.

“Saat ini, untuk sementara tidak ada acara atau pesta yang kumpul-kumpul orang. Karena sudah ada surat edaran yang disampaikan untuk ditaati bersama,” tegas Marthen Muskanan.

Sementara itu, EDB, salah satu penyintas, mewakili 32 warga yang menempati lokasi karantina SD Inpres Moklain, juga berkesempatan menyampaikan kesannya, dimana selama menjalani karantina, mereka mendapat perlakuan dan perhatian serius dari pemerintah.

Mulai hari pertama, hingga hari ke-10, EDB, merangkumnya sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan yang dirasakan. Sehingga bisa kembali berkumpul dengan anggota keluarga lainnya, setelah pulih dari Covid-19.

“Setelah kami dinyatakan positif dan dikarantina, ada begitu banyak pelayanan yang diberikan kepada kami. Mulai dari perhatian pemerintah, pihak keamanan dan terlebih tim medis, dan akhirnya kami bisa pulih. Kami hanya bisa berterima kasih,” kata EDB, yang kemudian memimpin doa mensyukuri hasil tersebut.

Dari 82 total warga Batuleli yang karantina, masih terdapat 8 warga, yang hingga kini belum bisa dipulangkan, karena masih menunjukan status positif setelah di-rapid antigen. Mereka yang masih positif itu yakni NS dan RS, termasuk Kades Lidamanu, JPM, ditambah Sekretaris, MM, yang masih mendampingi anaknya yang bayi dan belum pulih.

“Bapa desa (Kades) masih positif. Sekdes MM, su negatif tapi belum pulang karena harus jaga anaknya AT yang masih positif,” kata NS diakui RS, kepada Timor Express, saat tiba di Batuleli yang dipulangkan dari Rusun Ne’e. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top