PBB Kirim Surat ke Perwakilan Tetap RI di Jenewa Soal Kasus Montara | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PBB Kirim Surat ke Perwakilan Tetap RI di Jenewa Soal Kasus Montara


Ketua YPTB, Ferdi Tanoni. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

PBB Kirim Surat ke Perwakilan Tetap RI di Jenewa Soal Kasus Montara


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dalam hal ini United Nasion Special Rapporteur (UNSR) mengirimkan surat ke perwakilan tetap RI di Jenewa untuk meminta penjelasan dari pemerintah RI soal kelalaiannya menangani dampak dari kasus Montara yang sudah terjadi sekitar 12 tahun lalu.

Selain itu, surat yang sama pula dikirimkan kepada Pemerintah Australia di Canberra dan PTTEP di Bangkok agar segera memberikan jawaban mereka ke Special Rapporteur. Surat yang dikirim itu juga menyebutkan bahwa ternyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sejak kasus Montara terjadi pertama kali pada 2009 silam, terlihat lepas tangan dan tidak memperhatikan kepentingan rakyat NTT, khususnya nelayan di sejumlah kabupaten yang terkena dampak dari tumpahan kilang minyak itu.

Ferdi Tanoni selaku Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara kepada media ini, Sabtu (8/5) membenarkan adanya surat tersebut. Bahkan Ferdi mengaku telah mengikuti rapat membahas hal itu melalui zoom dari Kupang yang berlangsung pada Kamis, 6 Mei 2021.

BACA JUGA: Pengadilan Australia Menangkan Gugatan Rakyat NTT Korban Montara

Dalam penjelasannya, mantan agen Imigrasi Australia ini mengatakan bahwa dia telah mengirimkan dua lembar surat ditujukan kepada Pemerintah Federal Australia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga Kementerian Lingkungan Hidup RI, dan surat keduanya berasal dari Kementerian Perhubungan RI. Akan tetapi tidak ada satu pun surat-surat yang dikirim tersebut mendapatkan jawaban Pemerintah Australia.

Atas hal tersebut, Ferdi Tanoni mengecam sikap dan tindakan Pemerintah Federal Australia yang dinilai secara sengaja telah membunuh mata pencaharian lebih dari 100.000 masyarakat pesisir di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Yah kita tunggu saja proses pengaduan yang telah menjadi perhatian dari PBB ini, dan kami seluruh rakyat korban di Nusa Tenggara Timur mengharapkan penyelesaian kasus Montara ini dapat berjalan secara benar untuk mendapatkan keadilannya,” kata Ferdi yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB).

Ferdi menegaskan bahwa, dua surat yang dikirim tersebut saling berkaitan tetapi di luar class action petani rumput laut dua kabupaten di NTT yang sudah menang di Pengadilan Sydney bulan lalu.

Sementara itu, terkait kasus yang dibawa ke PBB itu, Ferdi mengaku bahwa masyarakat NTT diwakili salah seorang pengacara publik terbaik Inggris, yakni Ms. Monica Feria-Tinta. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top