Sejukan Suasana, Bupati-Wabup Belu Coffee Morning Bersama Jurnalis | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sejukan Suasana, Bupati-Wabup Belu Coffee Morning Bersama Jurnalis


COFFEE MORNING. Bupati Belu, Agus Taolin dan Wabup, Aloysius Haleserens menggelar coffee morning bersama para jurnalis Belu yang bertugas di wilayah perbatasan negara RI-RDTL, di Resto Hotel Matahari Atambua, Jumat (7/5). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sejukan Suasana, Bupati-Wabup Belu Coffee Morning Bersama Jurnalis


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Bupati Belu, Agus Taolin bersama Wakil Bupati (Wabup), Aloysius Haleserens menggelar coffee morning bersama para jurnalis Belu yang bertugas di wilayah perbatasan negara RI-RDTL. Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Belu tersebut berlangsung di Resto Hotel Matahari Atambua, Jumat (7/5).

Kepala Dinas Kominfo Belu, Johanes Andes Prihatin yang memandu acara itu mengatakan, pertemuan itu dilaksanakan sesuai arahan Bupati-Wabup Belu dengan maksud meningkatkan hubungan kemitraan antara pers dan pemerintah.

“Sesuai arahan Bapak Bupati dan Wakil Bupati, hari ini (7/5) digelar coffee morning bersama wartawan sebagai mitra pemerintah. Berhubung usai dilantik ada beberapa kegiatan yang langsung dikerjakan Bupati dan Wakil Bupati Belu di lapangan, sehingga baru dilakukan tatap muka secara langsung bersama para jurnalis,” ungkap Johanes yang menambahkan, pertemuan itu merupakan perkenalan informal bagi setiap jurnalis, karena media tidak terlepas dari pemerintah dan ini sebagai perkenalan awal.

Sementara Bupati Belu, Agustinus Taolin menyampaikan terima kasih atas dukungan, kritikan serta saran dan masukan dari para jurnalis yang ada di Belu. Apapun yang disampaikan jurnalis harus bersifat obyektif dan kontekstual serta profesional dalam menyajikan berita.

“Sehingga kami akan tetap beradaptasi dengan semua jurnalis. Kami menempatkan teman-teman jurnalis dan siapa saja di posisi yang harus mendapatkan perhatian lebih, karena mereka susah dan untuk itu kami datang. Teman-teman jurnalis adalah mitra kerja kami,” tandasnya.

Bupati Agustinus menjelaskan, ia bersama wakilnya ingin membangun hubungan baik bersama jurnalis. Sehingga siap menerima kritikan dan saran yang akan dijadikan masukan dan acuan dalam bekerja. Jurnalis berperan menyampaikan hasil-hasil dan capaian pembangunan yang dikerjakan pemerintah kepada masyarakat. “Karena itu, pertemuan ini akan terus berlanjut,” janji Bupati Agus.

Bupati Agus juga mengajak para jurnalis untuk merilis berita secara lebih obyektif dan tetap mengedepankan profesionalisme. Sebagai pemerintah, pihaknya akan menerima segala usulan serta saran dari semua teman-teman jurnalis. Sehingga kedepannya bisa menjadi mitra yang baik dalam membangun Belu.

Bupati Belu juga menyampaikan visi misi program yang akan masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Khusus di bidang kesehatan, Bupati Agus menekankan bahwa semua prosedur harus terukur. Sementara di bidang pendidikan, keadaan anak-anak sekolah harus mendapatkan perhatian serius, terutama di masa pandemi ini tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bupati Agus juga menyinggung soal pemberian beasiswa bagi anak-anak berprestasi, serta kesejahteraan para guru. Selanjutnya di bidang pertanian, peternakan, kedispilinan dalam bekerja bagi ASN dan tenaga kontrak daerah juga menjadi fokus perhatian pasangan ini.

Wabup Belu, Aloysius Haleserens menegaskan bahwa pemerintah akan menyampaikan secara obyektif apa yang sudah dilakukan, dan apa yang belum dilakukan secara baik dan benar. Saat ini dibatasi situasi dan kondisi karena pandemi Covid-19. “Sehingga kondisi seperti ini mari bersama-sama beradaptasi dengan baik antara pemerintah dan rekan-rekan jurnalis,” ajaknya.

Menurut, Aloysius, ia bersama Bupati Belu tentunya menyesuaikan diri dengan para jurnalis. Sehingga apabila ingin mendapatkan informasi terkait keberadaan dan kegiatan Bupati-Wabup, para jurnalis dapat melakukan konfirmasi ke Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu atau Dinas Komunikasi dan Informatika Belu.

“Mari kita sering-sering bersilaturahmi. Kami tidak alergi apabila teman-teman jurnalis ingin menemui kami di rumah jabatan, kita akan berdiskusi bersama apa yang akan di lakukan dan kita bisa berbagi. Apa yang menjadi kekurangan kami, tolong teman-teman sampaikan sehingga kita saling menyempurnakan satu sama lain,” pinta Aloysius.

Kesempatan itu para jurnalis masing-masing diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesannya kepada bupati dan wakil bupati agar bekerja tidak mengintervensi media.

Sebab wartawan dan pemerintah sebagai mitra bukan sebagai bawahan. Dalam UU Pers sudah mengatur jelas hak dan kewajiban serta tugas pokok dan fungsi bagi seorang jurnalis dalam menjalankan tugas menghasilkkan karya jurnalistik.

Untuk diketahui, Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL menyesalkan sikap Bupati Belu Agustinus Taolin terhadap sejumlah wartawan saat menjalankan tugas peliputan di wilayah Belu. Para jurnalis ini kesal karena memperlakukan wartawan seolah sebagai bawahannya. Jurnalis menilai Bupati Agustinus arogan, mengiintimidasi, dan kurang menghargai profesi jurnalis.

Ketua Pena Batas, Stefanus Dile Payong kepada wartawan, Kamis (6/5) mengaku menyesalkan sikap Bupati kepada jurnalis saat sesi wawancara. Bahkan perlakuan Bupati terhadap jurnalis ini bukan baru sekali, tapi berulangkali di sejumlah tempat berbeda.

Ia mengatakan, bupati dinilai bersikap arogan, dan tidak menghargai wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik. Seperti pada sesi wawancara melarang wartawan untuk menulis hal-hal negatif yang ada di Belu, tetapi hanya menulis hal yang positif. Selain itu saat sesi wawancara Bupati terlebih dahulu mengecek keberadaan wartawan dengan mengeluarkan kata-kata yang tegas.

“Dari mana, mau tanya apa?” Ucap Bupati dengan nada tegas sambil menunjukkan jari ke arah wartawan. Selain itu saat wartawan door stop, Bupati kembali berulah dengan mengatur wartawan tentang pertanyaan-pertanyaan dan membatasi waktu pertanyaan. Bahkan Bupati meminta seorang wartawan untuk berdiri tegak lurus saat wawancara. “Berdiri lurus, simpan botol baru bertanya,” kata Stefanus menirukan ucapan Bupati saat di wawancarai di PLBN Motaain ketika kunjungan pejabat pusat, Rabu (6/5).

Menurut Stefanus, wartawan tidak butuh dihormati tetapi sebagai mitra harus saling menjaga dan mendukung dalam memajukan wilayah Belu. “Bukannya terlalu jauh mengintervensi dan mengintimidasi wartawan,” pungkasnya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top