Jaksa Tahan Kades Birunatun, Pakai Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi, Negara Rugi Rp 1,3 Miliar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Tahan Kades Birunatun, Pakai Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi, Negara Rugi Rp 1,3 Miliar


NAIK MOBIL TAHANAN. Tersangka Kades Birunatun, Martinus Tobu (Rompi orange) saat menaiki mobil tahanan Kejari TTU untuk dibawa ke di tahanan sel Mapolres TTU, Senin (10/5) malam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Tahan Kades Birunatun, Pakai Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi, Negara Rugi Rp 1,3 Miliar


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) resmi menetapkan oknum Kepala Desa (Kades) Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu, Martinus Tobu sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa.

Setelah menjadikan sang Kades sebagai tersangka, penyidik langsung melakukan penahanan dengan menititipkan Kades Martinus di tahanan sel Mapolres TTU untuk 21 hari ke depan. Penahanan ini berlaku hingga pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Sesuai data yang berhasil dihimpun TIMEX dari Kejari TTU, Kades Martinus Tobu tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa di Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara Rp 1,3 miliar. Ini sesuai laporan hasil pemeriksaan dari Inspektorat Daerah (Ipda) TTU.

Kajari TTU, Roberth Jimy Lambila kepada TIMEX, Senin (10/5) mengatakan, tim penyidik Kejari TTU telah merampungkan penyidikan atas kasus yang menyeret Kades Birunatun, terkait pengelolaan dana desa tahun anggaran 2018, 2019, dan 2020.

Dikatakan, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga kuat mengetahui persis pengelolaan dana desa tersebut selama tiga tahun terakhir, dimasa kepemimpinan Martinus Tobu.

BACA JUGA: Kejari TTU Terbitkan Sprindik untuk Sidik Pengelolaan Dana Desa Birunatun

Menurut Roberth, sesuai hasil audit Inspektorat TTU, Kades Martinus melakukan penyelewengan terhadap pengelolaan dana desa untuk memperkaya diri. “Dana desa ini kan diperuntukkan bagi masyarakat di desa namun Kepala Desa Birunatun menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri,” beber Roberth.

Atas perbuatannya itu, kata Roberth, penyidik Kejari saat ini masih melakukan penelusuran terhadap sejumlah aset yang dimiliki oleh Kades Martinus Tobu dari hasil menilep dana desa untuk disita dan diamankan.

“Sesuai LHP Inspektorat Daerah TTU, total kerugian negara yang timbul selama pengelolaan dana desa sejak tahun 2018, 2019, dan 2020 di Desa Birunatun sebanyak Rp 1,3 miliar sehingga kita masih cari aset milik kades untuk disita dan diamankan,” katanya.

Terkait ancaman hukuman, Roberth menyebutkan, tersangka Kades Martinus dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 Ayat 1, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dijelaskan, untuk Pasal 2 Ayat 1 ancaman hukumannya dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Pasal 3 itu ancaman hukumannya dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

“Dari dua pasal yang disangkakan kepada tersangka itu, ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara sehingga langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan, dan dititipkan di tahanan sel Mapolres TTU,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top