39 Kelurahan di Kota Kupang Masih Terdampak Covid-19, Kasus Positif Terus Naik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

39 Kelurahan di Kota Kupang Masih Terdampak Covid-19, Kasus Positif Terus Naik


Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man (kiri) bersama Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

39 Kelurahan di Kota Kupang Masih Terdampak Covid-19, Kasus Positif Terus Naik


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Menyambut hari raya Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melakukan swab PCR secara massal di beberapa lokasi. Pada Senin (10/5), Tim Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan swab PCR massal di Kantor Lurah Oebufu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati mengatakan, untuk mencegah penularan Covid-19, pihaknya fokus melakukan tracing dan test terhadap masyarakat. Pasalnya, salah satu indikator untuk melihat apakah terjadi penurunan kasus ataukah sebaliknya terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Kupang, tracing dan test perlu ditingkatkan.

Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (10/5), drg. Retnowati mengatakan, di Kelurahan Oebufu, target PCR untuk 600 orang, dimana pengambilan swab dilakukan selama dua hari, yakni Senin (10/5) dan Selasa (11/5).

“Tadi kami sudah turun dan melakukan swab dan mengambil 270 sampel. Sampel ini sudah dikirim ke laboratorium, diharapkan bisa mendapatkan hasil secepatnya,” harap drg. Retnowati.

Sebelumnya, kata Retnowati, pada Jumat (7/5), tim Puskesmas Oepoi melakukan pengambilan swab sebanyak 83 orang pada lokasi pengungsian posko 4 Oebufu.

Dia menjelaskan, sesuai dengan data terakhir pada 10 Mei 2021, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Kupang sebanyak 6.802 orang. Data ini menunjukan terjadi kenaikan sebanyak 40 kasus. Kesembuhan sebesar 94,6 persen, yang masih dirawat sampai saat ini 189 orang.

Mengenai sebaran kasus, drg. Retnowati menjelaskan, awalnya penularan virus mematikan ini terjadi di 51 Kelurahan di Kota Kupang. Namun sampai dengan 10 Mei 2021, kelurahan terdampak Covid-19 di Kota Kupang menurun menjadi 39 kelurahan. Artinya masih terjadi persebaran sebesar 76,5 persen dari total 51 Kelurahan.

“Dengan melihat angka persebaran Covid-19 di Kota Kupang, penularan bisa terjadi bila ketaatan semua pihak dalam mematuhi protokol kesehatan tidak dilakukan secara serius. Contohnya masih banyak yang bergerombol dan tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengatakan, ada beberapa hal yang sudah dibahas dalam rapat dan menjadi keputusan, terutama menghadapi perayaan Idul Fitri tahun ini.

Hermanus Man, larangan untuk melakukan takbiran keliling. Jamaah hanya diperkenankan menggelar takbiran di masjid masing-masing sesuai tata cara keagamaan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Untuk pelaksanaan salat id, disepakati dilakukan baik di masjid maupun lapangan dengan tujuan untuk mengurai kerumunan jamaah, sehingga tidak menumpuk hanya di satu tempat seperti waktu lalu.

Dalam kesepakatan tersebut juga diatur agar pelaksanaan Salat Id di lapangan terbuka harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menyiapkan perlengkapan penunjang protokol kesehatan seperti thermal gun, masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

Panitia diharapkan memperbanyak pintu keluar sehingga tidak terjadi penumpukan setelah Salat Id. Para ulama dan tokoh agama juga diminta menyampaikan imbauan agar jamaah setelah Salat Id tidak bergerombol apalagi berjabatan tangan atau cium tangan.

Jamaah juga perlu diimbau untuk tidak meninggalkan sampah di tempat salat demi menjaga kebersihan. Kesepakatan dalam pertemuan ini nantinya akan diterbitkan dalam bentuk Surat Edaran Wali Kota, yang akan dibagikan dalam waktu dekat dan diumumkan kepada jamaah saat salat Jumat.

Wawali menambahkan, peringatan untuk waspada terhadap Covid-19 perlu dilakukan mengingat belakangan ini disiplin warga Kota Kupang terhadap protokol kesehatan semakin kendor, apalagi pasca badai seroja. Orang hampir lupa akan bahaya Covid-19, terutama di tenda pengungsian. kewaspadaan juga menurutnya perlu ditingkatkan sebagai antisipasi euforia vaksinasi.

“Orang mengira setelah divaksin Covid-19 sudah berlalu, padahal capaian vaksinasi lansia di Kota Kupang baru mencapai 20 persen dari 9 ribu orang. Warga Kota Kupang juga menurutnya perlu waspada karena info terbaru virus Covid-19 sudah bermutasi menjadi lebih berbahaya, bahkan sudah menyerang anak-anak usia 15 tahun ke bawah,” katanya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top