BPOM Temukan Distributor Jual 2 Jenis Produk Pangan Olahan Tanpa Izin | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BPOM Temukan Distributor Jual 2 Jenis Produk Pangan Olahan Tanpa Izin


POSE BERSAMA. Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail didamping sejumlah pejabat terkait pose bersama para wartawan usai konfrensi pers di aula BPOM Kupang, Senin (10/5). (FOTO: ISTIMEWA)

BISNIS

BPOM Temukan Distributor Jual 2 Jenis Produk Pangan Olahan Tanpa Izin


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kupang menemukan dua jenis produk pangan olahan dijual tanpa izin edar (TIE) dari lembaga berwewenang. Kedua jenis produk pangan olahan dimaksud yaitu Vanila dan Asam Citrat.

Temuan kasus ini terjadi saat BPOM Kupang melaksanakan intensifikasi pengawasan pangan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah yang berlangsung sejak 5 April sampai dengan 23 April 2021 di wilayah kerja BPOM di Kupang, termasuk Pos POM Atambua dan Pos POM Sumba Timur.

“Selama kegiatan berlangsung,kami menemukan ada produk pangan tanpa izin edar sebanyak dua jenis atau 708 pcs yaitu vanila dan asam citrat,” ungkap Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail dalam konferensi pers di aula BPOM Kupang, Senin (10/5).

Dua jenis produk pangan TIE itu mencuat setelah BPOM melakukan pemeriksaan terhadap 99 sarana ritel dan/atau distributor di sejumlah daerah di NTT. “Total sarana ritel dan atau distributor yang telah diperiksa sebanyak 99. Hasil pemeriksaan ditemukan 13 sarana (13,13 %) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK). Umumnya adalah pangan yang telah kedaluwarsa namun masih tetap dipajang untuk dijual pada etalase. Ini jumlahnya 51 janis atau sebanyak 949 pcs, sedangkan 86 distributor atau 86,87 persen menjual produk pangan olahan yang memenuhi ketentuan ( MK),” beber Tamran Ismail.

“Kepada pemilik sarana yang menjual produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan kami berikan pembinaan setelah itu barang temuan dimusnahkan dan produk tanpa izin edar diamankan di tempat untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.

Selain melakukan intensifikasi pengawasan pangan terhadap sarana distribusi, BPOM Kupang, kata Tamran, juga melakukan pengawasan terhadap produk pangan jajanan untuk berbuka puasa/takjil. Kegiatan sampling dilakukan di wilayah kerja Balai POM di Kupang menggunakan mobil Laboratorium Keliling (MLK).

“Ada 129 sampel yang kami uji menggunakan metode uji cepat (Rapid Test Kit) dengan parameter uji Boraks, Formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow. Hasil pengujian terhadap 129 sampel tersebut memenuhi syarat. Selanjutnya kepada semua penjual diberikan pembinaan lisan agar memproduksi dan menjual produk pangan yang aman,” ujarnya. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top