Harga Daging Ayam Melonjak, Daging Sapi Tetap, Telur Bahkan Turun Harga | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Harga Daging Ayam Melonjak, Daging Sapi Tetap, Telur Bahkan Turun Harga


Mbak Suli, salah satu penjual ayam potong di pasar Kasih Naikoten Kota Kupang, Selasa (11/5) siang. Mbak Suli mengaku harga daging ayam potong meningkat jelang hari raya Idul Fitri. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

Harga Daging Ayam Melonjak, Daging Sapi Tetap, Telur Bahkan Turun Harga


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Harga jual daging ayam di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Kupang jelang hari raya Idul Fitri mulai naik. Kenaikan harga jual daging ayam ini untuk daging ayam lokal maupun yang didatangkan dari luar wilayah Kota Kupang, yakni Surabaya.

Informasi kenaikan harga jual daging ayam khususnya ayam potong yang dijual di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Kupang terungkap saat TIMEX menemui sejumlah pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oeba, dan Pasar Oebobo Kupang.

Harja jual ayam potong yang dipasok dari Surabaya, naik dari harga sebelumnya Rp 45 ribu per ekor menjadi Rp 60 ribu. Sedangkan daging ayam potong lokal warna merah sebelumnya dijual Rp 100 ribu/ekor naik menjadi Rp 150 ribu. Kenaikan harga jual daging ayam potong ini menurut para pedagang dipicu oleh kurangnya stok ayam potong lokal maupun pasokan dari luar daerah NTT jelang hari raya Idul Fitri tahun ini. “Harga ayam mahal pak, karena stoknya kurang,” ungkap Mbak Suli diamini Mbak Dwi, dua pedagang ayam potong saat ditemui di pasar Kasih Naikoten, Selasa (11/5) siang.

Para pedagang ini mengakui bahwa kenaikan harga jual daging ayam potong terus mengalami kenaikan hingga H-1 Idul Fitri 1442 Hijriah di Kota Kupang. “Ini hari harga naik, tapi masih termasuk lumayan murah nanti besok harga akan naik lebih tinggi lagi apalagi pada hari Idul Fitri pasti naik lebih ngeri karena stok ayam potong makin kurang,” kata Mbak Dwi.

Sementara harga jual daging sapi dan telur di pasar tradisional hingga hari ini masih normal. Harga jual telur per rak misalnya bahkan turun dari Rp 55 ribu menjadi Rp 52.500 per rak. Sedangkan harga jual daging sapi dijual per kilogram Rp 95 ribu seperti hari-hari sebelumnya.

Winto Dethan, salah seorang pedagang daging sapi di pasar Kasih Naikoten mengakui stabilnya harga jual daging di pasar dipicu oleh kondisi ekonomi masyarakat Kota Kupang pasca bencana badai siklon tropis seroja yang terjadi awal April lalu.

“Kita mau jual daging mahal-mahal juga siapa yang mau beli. Baru habis bencana pasti orang lebih sibuk perbaiki rumah yang rusak dan lain sebagainya, sehingga sudah pasti pembeli daging juga kurang. Jadi harga daging sapi tetap satu kilo itu harganya Rp 95 ribu seperti biasa,” tutur Winto.

Senada dengan itu, Obet salah seorang penjual telur di pasar Oeba mengakui harga jual telur dipasaran saat ini cendrung lesu karena banyaknya stok telur jelang hari raya Idul Fitri tahun ini. “Telur banyak jadi harga telur tetap, malah turun. Kalau minggu lalu kami masih bisa jual telur per rak Rp 55 ribu. Sekarang malah turun menjadi Rp 52.500 per rak karena telur terlalu banyak,” jelas Obet. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top