Pasca Badai, 635 Ribu Pelanggan Sudah Nikmati Terang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pasca Badai, 635 Ribu Pelanggan Sudah Nikmati Terang


PULIH 100 PERSEN. Personel PLN sementara bekerja memulihkan jaringan kelistrikan di Pulau Raijua. Hingga kini, PLN mencatat, jaringan kelistrikan di NTT sudah pulih 100 persen. (HUMAS PLN FOR TIMEX)

Advetorial

Pasca Badai, 635 Ribu Pelanggan Sudah Nikmati Terang


4.002 Gardu Pulih, Jaringan Listrik PLN Pulih 100 Persen

KUPANG, TIMEXKUPANG.com– Jaringan kelistrikan di Provinsi NTT yang porak-poranda akibat diterjang badai siklon tropis seroja kini telah pulih 100 persen. Sebanyak 4.002 gardu terdampak badai kini telah berhasil diperbaiki atau diganti. Karena itu maka sebanyak 635 ribu pelanggan listrik PLN kini sudah kembali menikmati terang.

Kendala yang sangat kompleks akibat rusaknya jaringan kelistrikan di NTT pasca badai siklon tropis seroja tak menyurutkan semangat manajemen PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT untuk melakukan perbaikan jaringan. Kendala yang dihadapi yakni area kerusakan yang sangat luas, kerusakan infrastruktur pendukung seperti jalan dan pelabuhan termasuk cuaca yang tak menentu.

Karena itu maka mengganggu penyediaan material pengganti termasuk keterbatasan alat-alat berat di titik-titik tersulit. Meski demikian, berkat kerja sama antara seluruh stakeholder yang ada di NTT maka Minggu (9/5) tepat pukul 19.38 Wita, PLN akhirnya berhasil memulihkan seluruh jaringan kelistrikan yang rusak tersebut. Karena itu maka pelanggan listrik PLN yang sempat mengalami gangguan listrik kini sudah kembali menikmati terang.

“Seluruh gardu yang terdampak telah berhasil dipulihkan. Gardu terakhir yang dipulihkan ada di Raijua. Karena sudah berhasil dipulihkan maka listrik sudah dinyalakan pada Minggu (9/5). Ini berarti kelistrikan di NTT sudah seluruhnya pulih,” kata Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda, Senin (10/5).

Dijelaskan Syamsul Huda, saat ini kondisi kelistrikan di NTT tercatat memiliki daya mampu sebesar 333,8 mega watt (MW) dengan beban puncak 216 MW. Pulau Raijua, katanya, menjadi lokasi terakhir yang berhasil dipulihkan jaringan keliatrikannya.

“Jadi, kondisi geografis di Pulau Raijua hanya dapat dijangkau dengan kapal kayu nelayan atau kapal cepat. Dari Kupang perjalanan laut dilakukan ke Pulau Sabu dengan waktu tempuh 10 jam. Perjalanan kemudian dilanjutkan dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua dengan waktu tempuh selama 2 jam dan harus melawan ganasnya Laut Sawu,” jelas

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda.

Namun, kondisi ini tak menghalangi semanat petugas PLN untuk terus bekerja keras memulihkan seluruh gardu terdampak badai pada awal April lalu.

Lebih lanjut, Syamsul Huda mengatakan bahwa dengan pulihnya aliran listrik PLN di Raijua, maka kimi aktivitas masyarakat sudah kembali normal. Termasuk geliat ekonomi sudah bisa bangkit kembali.

“Ekonomi di lokasi bencana biasanya kembali bangkit menjadi lebih baik sebelum terjadinya bencana. Karena masyarakat semakin produktif, maka pemakaian listrik juga meningkat dan ekonomi terus menggeliat,” katanya.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mempercepat pemulihan kelistrikan di wilayah NTT.

“Pemulihan jaringan keeliatrikan ini tidak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh tim gabungan PLN yang berjumlah 1.812 personel. Kami berterima kasih atas dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat yang diberikan kepada kami. Karena itu maka petugas dapat menyelesaikan perbaikan secara bertahap sampai pulau terdepan yaitu Pulau Raijua,” kata Syamsul Huda.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi NTT, Semuel Rebo, turut menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang telah bekerja keras memulihkan kelistrikan di NTT.

“Hal luar biasa sudah ditunjukkan oleh manajemen PLN. Karena sejak hari pertama PLN telah bekerja keras memulihkan kelistrikan. Setiap hari selalu ada progres. Ini tidak mudah membawa peralatan ke sana,” jelas Asisten II Setda Provinsi NTT.

Hal senada juga disampaikan Camat Raijua, Titus Bernadus Duri. Dirinya menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang telah berhasil memulihkan kelistrikan di wilayahnya.

“Daerah kami termasuk salah satu daerah terdepan yang hancur karena badai yang sudah terjadi. Kami di Pulau Raijua hanya dapat dijangkau dengan kapal biasa. Kami melihat petugas PLN bekerja keras dengan menggunakan tenaga secara manual. Material listrik dibawa ke pulau ini dengan perlatan seadanya. Apalagi General Manager PLN NTT terjun langsung ke lapangan. Terima kasih untuk PLN,” kata Camat Raijua.

Sekadar tahu, selain memulihkan jaringan kelistrikan di NTT, PLN melalui program PLN Peduli, YBM PLN dan Perokris PLN juga memberikan bantuan berupa sembako, alat kesehatan, tenda, dapur umum, air bersih dan sebagainya. Total nilai bantuan ini mencapai Rp 967 juta.

PLN juga terus membuka layanan pengaduan dan gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123. Karena itu maka pelanggan bisa menghubungi layanan tersebut jika mengalami gangguan kelistrikan. (*/gat)

 

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top