PT Neno Mayana Teknik Terseret Persoalan Serius, Pecat 6 Karyawan secara Sepihak | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PT Neno Mayana Teknik Terseret Persoalan Serius, Pecat 6 Karyawan secara Sepihak


ILUSTRASI. Meteran listrik. (FOTO: DERY RIDWANSAH/JawaPos.com)

BISNIS

PT Neno Mayana Teknik Terseret Persoalan Serius, Pecat 6 Karyawan secara Sepihak


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-PT Neno Mayana Teknik yang bergerak di bidang pemasangan instalasi listrik di wilayah unit layanan pelanggan (ULP) Rayon Kefamenanu diseret persoalan serius yang ditengarai belum membayarkan upah dari enam karyawan sejak Juni 2020 hingga saat ini.

Mirisnya, selain belum membayar upah, enam karyawan PT Neno Mayana Teknik tersebut sudah dipecat secara sepihak oleh pihak perusahaan tanpa pemberitahuan sebelumnya sehingga para karyawan tersebut tetap bekerja selayak karyawan perusahaan lainnya.

Martinus Sobe Anin, Kuasa Hukum keenam karyawan kepada Timor Express, Minggu (8/5) mengatakan, dirinya mewakili 6 orang karyawan melakukan pengaduan terkait pemecatan sepihak dan upah mereka yang belum terbayarkan sejak Juni 2020 lalu.

Pasalnya, selama ini para karyawan tersebut sudah berulangkali meminta kepada pihak PT Neno Mayana Teknik untuk menandatangi kontrak kerja tetapi tidak diindahkan. Hal ini menyebabkan para karyawan tidak bisa mengurus BPJS Kesehatan mereka.

“Upah dari enam karyawan ini belum dibayarkan sampai sekarang. Anehnya, tidak ada persoalan pihak perusahaan melakukan pemecatan sepihak terhadap keenam karyawan itu,” ungkapnya.

Martinus menjelaskan, keenam karyawan yang telah diberhentikan secara sepihak itu melakukan pemasangan meteran listrik terhadap 862 pelanggan PLN yang tersebar di seluruh wilayah TTU.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Martinus, keenam karyawan itu diberi upah dengan hitungan, setiap pemasangan 1 meteran listrik dibayar Rp 60.000. Sayangnya, upah tersebut pun tak kunjung dibayarkan sampai saat ini.

“Jumlah uang yang harus dibayarkan oleh pihak perusahaan kepada keenam karyawan ini sebesar Rp 51.720.000. Namun belum dibayarkan sampai sekarang,” jelasnya.

Martinus menambahkan, selama ini para karyawan ini telah melakukan berbagai upaya untuk memperoleh haknya dengan menemui penanggungjawab PT Neno Mayana Teknik di TTU, namun tidak digubris.

Untuk itu, tegas Martinus, pihaknya bersama keenam karyawan itu akan mengadukan nasib mereka di ULP Rayon Kefamenanu dan Nakertrans TTU untuk mendapatkan keadilan akan hak mereka. “Tuntutan kita itu agar upah dari enam karyawan tersebut harus dibayar. Mereka juga menuntut ganti rugi biaya transportasi pengangkutan material hingga ke desa-desa selama bekerja,” tegasnya.

Terpisah, penanggungjawab PT Neno Mayana Teknik di TTU, Nawir Thamrin saat dikonfirmasi Timor Express, Senin (10/5) mengakui bahwa keenam karyawan tersebut adalah karyawan PT Neno Mayana Teknik.

Dikatakan, para karyawan tersebut tidak terikat kontrak kerja. Sejak dinyatakan lulus tes dan bersedia untuk bekerja dengan catatan pembayaran upah mereka sesuai pemasangan meteran listrik. Karena itu, secara khusus untuk jasa para karyawan yang belum dibayarkan tersebut sejak bulan Oktober 2020 hingga April 2021. Ia juga menegaskan bahwa, jasa para karyawan sudah diproses.

Kontrak kerja para karyawan, beber Nawir, tidak dibayarkan perbulan melainkan perpenagihan. Penagihan pembayaran pemasangan, bisa dibayarkan apabila PLN selesai membuat tagihan dan ditandatangani manager. “Setelah itu berkasnya dikirim ke Kupang, divalidasi baru dibayarkan tagihan,” ujarnya.

Nawir menjelaskan, pemberhentian terhadap enam karyawan tersebut lantaran masa kontrak antara PT Neno Mayana Teknik dengan PLN telah berakhir. Sedangkan tagihan pemasangan instalasi listrik dari PT Neno Mayana Teknik sementara diproses dari kantor untuk bulan Februari, Maret, dan April 2021 dan belum dikirim berkasnya ke Kupang. “Upah hampir seluruh karyawan PT Neno Mayana Teknik di TTU juga belum dibayar karena terkendala penagihan tersebut,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top