247 Jiwa Meninggal dalam Sehari, Angka Kematian Covid-19 Naik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

247 Jiwa Meninggal dalam Sehari, Angka Kematian Covid-19 Naik


ILUSTRASI. Petugas pemakaman dari Tim Satgas Covid-19 Belu memakamkan salah satu pasien yang meninggal karena Covid-19. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

NASIONAL

247 Jiwa Meninggal dalam Sehari, Angka Kematian Covid-19 Naik


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kasus baru Covid-19 harian pada Selasa (11/5) bertambah 5.021 orang. Kini total sudah 1.723.596 orang terinfeksi Covid-19. Kasus harian terbanyak masih disumbang oleh Jawa Barat.

Kasus kematian harian bertambah ratusan jiwa yakni 247 jiwa dalam sehari. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di Jawa Tengah sebanyak 80 jiwa. Total kini sudah 47.465 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.

Kasus positif harian paling banyak terjadi di Jawa Barat. Dalam sehari bertambah 1.373 kasus positif. Ada 75.416 spesimen yang diperiksa. Dan, ada 45.090 orang yang diperiksa dalam sehari.

Pemeriksaan berpengaruh pada angka positivity harian. Angka positivity rate yaitu jumlah positif kumulatif dibagi jumlah orang yang dites lalu dikali 100. Angka positivity rate orang yakni 15,30 persen.

Sebaran positif harian tertinggi setelah Jawa Barat disusul di posisi kedua adalah Riau 587 kasus. Jawa Tengah 540 kasus, DKI Jakarta 406 kasus, Jawa Timur 257 kasus.

Pasien sembuh harian bertambah 5.592 orang. Paling banyak kasus sembuh terjadi di Jawa Barat sebanyak 1.073 orang. Dan, total angka kesembuhan saat ini sebanyak 1.580.207 orang.

Sudah 510 kabupaten/kota terdampak Covid-19. Ada 7 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat grafik angka kematian Covid-19 meningkat satu minggu terakhir. Maka keputusan mudik harus dipikirkan berkali-kali.

Pada periode 23 April hingga 2 Mei perlu waspada bersama karena perkembangan yang kurang baik terjadi. Catatan Satuan Tugas Covid-19, angka kasus kematian meningkat 3,7 persen. Justru angka kesembuhan mengalami penurunan cukup besar yaitu 17,1 persen dari minggu sebelumnya.

Untuk itu masyarakat diingatkan, mengambil keputusan bijak dalam menyambut libur Idul Fitri 1442 H tahun ini karena Indonesia masih dalam masa pandemi. Tradisi mudik memang adalah cara menunjukkan kasih sayang kepada keluarga di kampung halaman. Namun, cara ini dinilai bukanlah satu-satunya. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top