Bawaslu Matim Butuh Inovasi dan Kreasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bawaslu Matim Butuh Inovasi dan Kreasi


Ketua Bawaslu Matim, Zakarias Gara dan Fansi Runggat sebagai narasumber saat pembukaan Bimtek Penulisan Berita di Bawaslu Matim, Selasa (11/5). (FOTO: ISTIMEWA)

POLITIK

Bawaslu Matim Butuh Inovasi dan Kreasi


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) membutuhkan inovasi dan kreasi menuju lembaga kredibel. Untuk itu, perlu adanya penguatan kapasitas sumber daya manusia terhadap seluruh staf Bawaslu Matim. Salah satunya melalui pelatihan teknik jurnalistik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Matim, Zakarias Gara, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peliputan dan Penulisan Berita bagi seluruh staf Bawaslu Matim, Selasa (11/5) bertempat di Sekertariat Bawaslu Matim, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong.

Dalam acara itu hadir juga Komisioner Bawaslu Matim, Muhamad Adrian, Koordinator Sekretariat (Korsek), Wihelmus Rambung, dan jurnalis Timor Express, Fansi Runggat sebagai narasumber. Para peserta begitu antuasias mengikuti kegitan Bimtek tersebut.

“Hakekat dari kegiatan ini, peningkatan dan penguatan kapasitas SDM aparatur di Bawaslu Matim yang berkaitan dengan peliputan dan penulisan berita,” jelas Zakarias Gara.

Zakarias berharap, dari kegiatan Bimtek tersebut ada hal yang positif. Minimal menambahkan motivasi bagi peserta dalam penulisan berita. Apalagi penulisan berita merupakan bagian dari kewajiban sebuah lembaga publik seperti Bawaslu, untuk menyebarkan seluruh informasi kelembagaan secara teratur agar diketahui publik.

“Saya melihat penulisan di website Bawaslu Matim selama ini sudah baik, tapi belum begitu maksimal. Sehingga saya berharap dari kegiatan hari ini, ada kemajuan. Tugas untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi pada Website Bawaslu Matim, menjadi tanggung jawab kita semua. Sehingga ikutlah dengan serius,” pinta Zakarias Gara.

Hal yang sama disampaikan Korsek Bawaslu Matim, Wihelmus Rambung. Dalam kesempatan itu, dia berharap seluruh peserta dapat mengikuti Bimtek tersebut dengan baik. Karena kegiatanya sangat penting untuk pengembangan tata kelola kehumasan dan website milik Bawaslu Matim. Bahkan sekarang lembaga pengawas pemilu tersebut sudah ada Buletin.

“Lewat media yang ada, kita perlu memperkenalkan Bawaslu kepada masyarakat secara terus-menerus. Jadi ilmu tentang penulisan berita, hari ini kita bisa dapat gratis dari narasumber yang ada. Sehingga saya minta kita semua untuk serius mengikutinya. Gali ilmunya melalui terbit diskusi pada kegiatan ini,” kata Rambung.

Sementara Fansi Runggat dalam paparannya menyampaikan bahwa zaman sekarang, setiap orang itu adalah penulis. Pasalnya siapa saja bisa memberikan informasi lewat sosial media (Sosmed), baik Facebook, Twitter, maupun lewat platform sosmed lainnya. Menjadi beda dengan media seperti koran, online, dan lainya, memberikan informasi yang terkonfirmasi.

“Ketika media tidak memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan tulisanya tidak mengikuti kaidah jurnalistik, maka itu tak layak disebut media. Penulisan berita yang baik dan benar merupakan modal utama bagi seorang wartawan atau penulis berita,” katanya.

Berita yang baik haruslah memperhatikan unsur-unsur penyusunan berita yang sering disebut dengan 5W + 1H. Selain memperhatikan rumus yang perlu diperhatikan penggunaan bahasa yang singkat, padat, dan jelas.

Sehingga memudahkan pembaca, dan mudah memahami berita yang disampaikan oleh jurnalis tersebut.
Selain itu, modal untuk menjadi penulis, yakni kemauan keras. Membaca banyak, mempunyai referensi banyak, kreatif, mau memaksa diri untuk menulis, dan juga percaya diri bahwa tulisanya benar dan akan dibaca orang lain. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top