BPJS Kesehatan Sikka Beber Tunggakan Iuran Peserta Capai Rp 24 Miliar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BPJS Kesehatan Sikka Beber Tunggakan Iuran Peserta Capai Rp 24 Miliar


DISKUSI MEDIA. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Maumere, I Gusti Ngurah Arie Mayanugraha (kiri) bersama Kabid SDM dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Maumere, Sakarius Rhewa saat diskusi bersama media di Hotel Capa Maumere, Selasa (11/5). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

BISNIS

BPJS Kesehatan Sikka Beber Tunggakan Iuran Peserta Capai Rp 24 Miliar


Dari Total 34.928 Peserta yang Menunggak di Sikka, Flotim, dan Lembata

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar diskusi terkait program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan menghadirkan awak media di Sikka. Diskusi yang dihelat di Hotel Capa Maumere, Selasa (11/5) itu selain meningkatkan pemahaman tentang program JKN-KIS, juga bertujuan menjalin kemitraan dengan awak media.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kemitraan antara BJS Kesehatan dan media, sekaligus memberikan pemahaman tetang program JKN-KIS, sehingga media dapat memberitakan kepada masyarakat,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Maumere, I Gusti Ngurah Arie Mayanugraha.

Arie yang didampingi Kepala Bidang SDM dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Maumere, Sakarius Rhewa menyebutkan, berdasarkan data yang ada, progres pencapaian Universal Health Coverage (UHC), terdapat 302.960 warga atau 93,56% dari total 323.828 jumlah penduduk Kabupaten Sikka yang menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sementara di Kabupaten Flores Timur, dari jumlah penduduk 285.182 jiwa, per 1 Mei 2021 sudah 186.202 jiwa atau 65,29% penduduk yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Sementara di Kabupaten Lembata, kata Arie, dari jumlah penduduk sebanyak 139.889 jiwa, yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sebanyak 122.225 jiwa (87,37%).

“Data ini untuk Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata. Dari sini kita bisa mengetahui besarnya jumlah peserta BPJS Kesehatan. Kita berharap dalam tahun 2021 ada peningkatan jumlah peserta BPJS,” kata Arie.

Arie juga membeberkan jumlah tunggakan iuran untuk tiga kabupaten itu. Dari 34.928 peserta, total tunggakannya mencapai Rp 24.031.168.714. Arie merinci, Kabupaten Sikka terdapat 17.757 peserta yang menunggak iuran. Nilai tunggakannya mencapai Rp 13.477.511.062. Kabupaten Flores Timur, terdapat 8.348 peserta yang meninggak iuran dengan nilai tunggakan mencapai Rp 5.870.317 620. Sedangkan Kabupaten Lembata, terdapat 8.323 peserta yang menunggal dengan total tunggakan sebesar Rp 4.683.340.032.

Sementara Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), sebut Arie, yang menunggak iuran per April 2021 sebanyak 34.492 peserta dengan jumlah tunggakan senilai Rp 24.031.168.714. Tunggakan ini diketahui selama 24 bulan. Peserta PBPU yang menunggak didominasi kelas 3 yang mencapai 84,66% atau sebanyak 29.570 peserta dengan total tunggakan mencapai Rp 15.853.879.881,” bebernya.

Menurut Arie, BPJS Kesehatan saat ini hadir di tengah masyarakat dengan sentuhan tekhnologi informasi. Ini tujuannya menciptakan layanan yang berbasis pada digitalisasi. Sementara itu, saat ini sudah ada program bagi kader JKN-KIS, dimana para kader ini selalu bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Para kader ini melakukan edukaksi dan sosialisasi, fungsi pengingat iuran, dan menjalankan fungsi pemberian informasi kanal pendaftaran peserta kepada masyarakat.

“BPJS Kesehatan Cabang Maumere memiliki tiga kader JKN-KIS, diantaranya 2 orang bertugas di Kabupaten Sikka, 1 orang di Flores Timur. Selain itu terdapat program telekolekting, yang fungsinya mengingatkan peserta untuk membayar iuran dengan cara menelpon, mengirim pesan singkat atau WA,“ jelas Arie.

Selain itu, kata Arie, terdapat program auto debit luran JKN-KIS BPJS Kesehatan. Dengan auto debit ini, pembayaran luran akan memberikan manfaat bagi peserta, diantaranya membantu peserta mambayar luran secara tepat waktu, menghindarkan peserta dari lupa membayar luran. “Jadi peserta cukup menggunakan kartu debit atau debit master dalam membayar iruan JKN-KIS,” pungkas Arie. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top