Bupati Sikka Akui Kerja Tim yang Berhasil Gaet Pinjaman Daerah Rp 216 Miliar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Sikka Akui Kerja Tim yang Berhasil Gaet Pinjaman Daerah Rp 216 Miliar


Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo. (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Bupati Sikka Akui Kerja Tim yang Berhasil Gaet Pinjaman Daerah Rp 216 Miliar


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengakui dan mengapresiasi kerja timnya yang berhasil menggaet pinjaman daerah senilai Rp 216.450.090.000. Dana tersebut diyakini cair pada Juni 2021 mendatang.

Apresiasi Bupati yang akrab disapa Robi Idong ini saat launching lokasi wisata di Tanjung Kajuwulu Kecamatan Magepanda, Minggu (9/5). Bupati Robi mengaku, dana pinjaman daerah itu akan dipakai untuk kepentingan pembangunan di Sikka.

Menurutnya, dalam pemulihan ekonomi, Pemkab Sikka harus membangun kemitraan dengan berbagai komponen, baik antara pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, perguruan tinggi, LSM, dan swasta, sehingga dapat mewujudkan pembangunan di Sikka.

“Saat ini kita harus bermitra dengan berbagai pihak, diantaranya pemerintah pusat, provinsi maupun antara kaupaten/kota, serta LSM dan swasta. Misalnya kalau kita kesulitan uang kita bisa bermitra dengan Bank NTT,” jelas Robi.

Bupati Robi mengatakan, dana pinjaman senilai Rp 216 miliar lebih itu akan dikembalikan selama delapan tahun. Selanjutnya akan dikuti dengan grace period, dan akan dikembalikan setelah dua tahun atau 24 bulan. Untuk diketahui, grace period adalah masa tenggang yang memungkinkan peminjam untuk membayar sebagian pokok hutang dengan bunga pinjaman atau bunga pinjaman saja hingga jangka waktu grace period berakhir. “Pengembalian pinjaman daerah ini baru mulai diangsur tahun 2023 mendatang,” ucap Bupati Robi.

Robi menyebutkan, pinjaman daerah itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti rumah sakit, pembanguna bidang kesehatan, dan lainnya. Lebih kurang ada 148 kegiatan pembangunan yang akan dibiayai menggunakan dana pinjaman daerah berbunga rendah tersebut. “Ini program pemerintah pusat, sehingga bunganya kecil, hanya sebesar 6,19 persen per delapan tahun atau satu tahun bunganya 0,77 persen. Artinya perbulannya hanya 0,064 persen. Cicilannya akan dilakukan selama 8 kali, setiap tahunnya akan dibayar senilai Rp 29 miliar,” jelas Robi merinci.

Robi menyebutkan, ada 88 pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia yang mengusulkan dana pinjaman tersebut. Dari jumlah itu, hanya 19 kabupaten/kota yang disetujui pengajuan pinjamannya, termasuk Kabupaten Sikka. “Keberhasilan ini karena kerja tim yang hebat sehingga lolos mendapatkan pinjaman daerah tersebut,” ungkap Robi. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top