Cegah Penyebaran Covid-19, Aparat Gabungan di Sikka Perketat Pintu Perbatasan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cegah Penyebaran Covid-19, Aparat Gabungan di Sikka Perketat Pintu Perbatasan


WAJIB PERIKSA. Salah satu truk angkutan logistik distop petugas yang berjaga di perbatasan Maumere-Ende untuk memastikan mereka yang melintas bebas dari Covid-19. Gambar diabadikan Rabu (12/5). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Cegah Penyebaran Covid-19, Aparat Gabungan di Sikka Perketat Pintu Perbatasan


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sikka, petugas keamanan gabungan memperketat pintu-pintu masuk dari dan ke kabupaten Sikka. Setiap titik perbatasan di jaga ketat oleh petugas, baik itu TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan petugas Dinas Kesehatan kabupaten Sikka.

Sebagaimana terpantau media ini Rabu (12/5) sekitar pukul 10.00 hingga 11.30 Wita, ruas jalan umum Ende-Maumere, tampak sepi. Kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut hanya mobil yang membawa logistik, BBM, dan mobil ikan. Semua kendaraan, termasuk yang membawa bahan logistik tersebut harus menunjukkan bukti surat keterangan negatif rapid test antigen di setiap titik perbatasan.

Kapolsek Paga, Ipda Donatus Paru yang ditemui di lokasi perbatasan Ende-Maumere itu mengaku, pejagaan super ketat ini sesuai surat edaran Bupati dan surat edaran Menteri Perhubungan terkait larangan mudik lebaran.

“Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H, kami sudah melakukan pengawalan di setiap perbatasan, termasuk perbatasan Maumere-Ende ini. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sikka,” jelas Ipda Donatus.

Ipda Donatus mengatakan, setiap kendaraan yang masuk maupun yang keluar dari Maumere harus diperiksa semua dokumennya. Salah satunya adalah surat keterangan negatif rapid test antigen. “Tanpa dokumen itu kami pastikan akan menyuruh memutar kembali ke tempat asalnya untuk mengurus surat rapid test antigen,” tegas Donatus.

Donatus menyebutkan, tim yang tergabung dalam satgas pengamanan perbatasan antarkabupaten telah bertugas sejak 6 Mei 2021. “Kami jaga di perbatasan ini, sesuai surat edaran bupati tentang larangan mudik, selama lebaran dan hari raya Idul Fitri,” kata Donatus.

Don menambahkan, setiap mobil hanya diizinkan lewat setelah menunjukan surat jalan dan surat keterangan bebas Covid-19. Sementara ada kekhususan diantaranya mobil yang membawa logistik dan BBM, namun sebelumnya harus menunjukkan surat rapid test antigen.

“Kalau mobil umum yang membawa penumpang harus bisa menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 dari instansi terkait. Sementara untuk mobil yang membawa logistik, BBM, mobil ikan, cukup menunjukan surat keterangan rapid test antigen,” ungkap Don.

Sebelumnya Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo S.Sos., M.Si mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H, Rabu (5/5).

Keputusan larangan itu, menurut Bupati diambil sesuai adendum surat edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021, tentang peniadaan mudik hari raya Idul Fitri 1442 H, dan upaya pengedalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadhan 1442 H, dan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 13 tahun 2021 tentang pencegahan penyebaran Covid-19, maka pelaksanaan mudik untuk sementara waktu bagi masyarakat yang menggunakan transportasi darat, laut, dan udara lintas kabupaten dan provinsi sebagai upaya pengendalian mobilitas selama bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijrah, ditiadakan. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top