Endapan Lumpur Penuhi Gedung Sekolah di Malaka, Perlu Perhatian Serius Pemkab Malaka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Endapan Lumpur Penuhi Gedung Sekolah di Malaka, Perlu Perhatian Serius Pemkab Malaka


ENDAPAN LUMPUR. Inilah kondisi SDK Bolan di Kecamatan Malaka Tengah yang masih dipenuhi endapan lumpur sisa dari bencana banjir bandang meluapnya sungai Benenai awal April 2021 lalu. Tampak kursi meja masih berserakan di halaman sekolah itu. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Endapan Lumpur Penuhi Gedung Sekolah di Malaka, Perlu Perhatian Serius Pemkab Malaka


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Bencana banjir bandang akibat Siklon Tropis Seroja yang melanda wilayah Kabupaten Malaka telah menyebabkan kerusakan parah. Selain merusak rumah warga, lahan pertanian rusak, ternak warga mati, fasilitas umum dan infrastruktur penting lainnya juga terdampak parah akibat bencana ini.

Dan bekas banjir bandang itu masih tersisa hingga kini, yakni endapan lumpur yang cukup tebal di sejumlah sekolah di wilayah itu. Hal ini cukup menyulitkan pihak sekolah untuk membersihkan endapan lumpur ini. Pasalnya di tengah pandemi, seluruh warga sekolah beraktifitas dari rumah sehingga upaya memobilisasi siswa dan guru-guru guna membersihkan sekolah yang terendam lumpur sedikit mengalami kendala.

Atas kondisi ini, pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melalui unit teknis dapat membantu sehingga endapan lumpur itu tak sampai merusak gedung sekolah itu.

Hal ini bisa dilihat di SDK Bolan. Sampai saat ini ada tiga relawan, yakni dosen dan mahasiswa Unimor Kefa dan OMK Paroki Alas serta Partai Perindo bersama frater yang datang meninjau sekolah itu.

Frits Oematan bersama Frater saat melakukan peninjauan serta memberikan bantuan mesin sedot air untuk membantu proses pembersihan di SDK Bolan dan sekolahanya serta di rumah warga, Minggu (9/5).

Frits Oematan mengatakan bahwa, selama ini dirinya mengelilingi setiap desa yang terdampak banjir di Malaka, dimana selain memberikan bantuan sembako, ia juga membawa mesin sedot air untuk membantu memberikan rumah warga maupun sekolah yang masih ada endapan lumpur.

Pada kesempatan itu juga dirinya meminta perhatian Pemkab Malaka agar bisa segera membantu membersihkan sekolah-sekolah di Malaka yang masih dipenuhi endapan lumpur. Fasilitas sekolah seperti meja dan kursi yang dibiarkan terlalu terendam lumpur bisa rusak jika tak cepat dibersihkan.

Sementara itu, Gregorius Boko, salah satu petugas harian di SDK Bolan Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah menjelaskan bahwa saat ini rungan yang sudah dibersihkan sekitar 80 persen. Itu berkat peran relawan dari Partai Perindo, dosen dan mahasiswa Unimor dan OMK Paroki Alas.

Gregorius menyebutkan, sejumlah fasilitas sekolah seperti kursi dan meja serta buku di Perpustakaan mengalami kerusakan. “Saat ini kursi dan meja yang yang masih layak digunakan 25 persen saja. Buku-buku perpustakaan setelah kami hitung ada 420 exsemplar yang rusak. Tinggal beberapa buku dan kursi saja yang masih bisa digunakan,” beber Gregorius.

Gregorius menambahkan, saat ini peserta didik sedang libur, hanya siswa kelas 6 yang sedang melakukan persiapan untuk ujian. “Kami berharap pemerintah bisa membantu kami agar gedung sekolah ini bisa digunakan kembali,” harapnya.

Untuk diketahui, sampai saat ini hampir seluruh sekolah yang terdampak banjir bandang belum semuanya mendapat penanganan serius. Endapan lumpur masih menggenangi sekolah-sekolah tersebut. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top