Polres Rote Ndao Tak Diamkan Dugaan Korupsi Mantan ASN, Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polres Rote Ndao Tak Diamkan Dugaan Korupsi Mantan ASN, Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP


BERI KETERANGAN. Wakapolres Rote Ndao, Kompol I Nyoman, Surya Wiryawan (kiri) memberi keterangan terkait penanganan kasus dugaan Tipikor oleh mantan ASN, didampingi Kasat Reskrim, Iptu Yames J. Mbau, di Rujab Kapolres, Rabu (12/5). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Polres Rote Ndao Tak Diamkan Dugaan Korupsi Mantan ASN, Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao mengatensi penanganan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh mantan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pihak penyidik yang tengah melaksanakan penyelidikan saat ini tengah menanti hasil audit investigasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tidak ada kasus yang berhenti di tengah jalan. Semuanya berproses sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang ada. Tentunya dimulai dari tahap penyelidikan,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Rote Ndao, Kompol I Nyoman Surya Wiryawan kepada Timor Express, saat ditemui di rumah jabatan Kapolres, sesaat sebelum mengikuti apel persiapan pengamanan malam takbiran, Rabu (12/5).

Menurutnya, dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka dan ditahan terhadap tindak pidana yang dilaporkan, tidak serta-merta dilakukan tanpa mengedepankan suatu keadilan. Sebab, semua warga Negara berhak memperolehnya, dan wajib dijamin oleh aparat kepolisian sebagai salah satu lembaga penegak hukum.

Pendekatan restorative justice sebagaimana program Kapolri, kata Nyoman, digunakan dalam penanganan setiap kasus, termasuk tindak pidana korupsi, yang diduga dilakukan oleh beberapa mantan ASN. Sehingga dalam melakukanya, aparat kepolisian berusaha menciptakan sebuah keseimbangan yang berkeadilan dalam menangani hingga menuntaskan sebuah kasus hukum.

“Menahan seseorang adalah jalan terakhir. Tetapi itu dilakukan dengan proses-proses. Dan untuk kasus mantan ASN yang dilaporkan, saat ini pihak penyidik Polres Rote Ndao sedang dalam tahap penyelidikan dengan mengumpul alat bukti,” kata Nyoman, dengan menegaskan, khusus untuk kasus ini, pihaknya tidak berniat untuk menyimpan atau menyembunyikannya.

“Terhadap kasus ASN yang menjadi atensi publik saat ini, kami tegaskan bahwa tidak disimpan. Polres atau penyidik Polres Rote Ndao, hingga saat ini masih terus berproses,” sambungnya.

Hal senada disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Rote Ndao, Iptu Yames J. Mbau. Menurutnya, proses penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan prosedural, dengan mempedomani SOP penyelidikan maupun penyidikan.

“Terkait kasus dugaan Tipikor oleh mantan ASN, hingga saat ini kami masih terus bekerja untuk melakukan penyelidikan. Tentu dengan profesional dan prosedural sesuai SOP penyelidikan dan penyidikan,” kata Iptu Yames.

Perkembangan kasusnya, kata Yames, penyidik sudah melakukan klarifikasi, koordinasi, hingga pemeriksaan saksi ahli. Yames mengaku, pihaknya berkoordinasi dengan BPKP dan meminta melakukan audit investigasi.

“Dari hasil koordinasi kami, saat ini BPKP sedang melakukan audit investigasi. Dari hasil investigasi tersebut baru bisa diketahui adakah kerugian Negara dari kasus tersebut untuk bisa dinaikan ke tahap penyidikan,” kata Yames, yang mengaku gelar perkara tersebut telah dilakukan beberapa kali.

“Sudah kami gelar beberapa kali. Gelar awal untuk ditingkatkan ke penyidikan, yang sebelum ditingkatkan, kami minta audit investigasi oleh BPKP, untuk memastikan adanya kerugian Negara,” terang Yames.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dengan pengaktifan kembali beberapa ASN mantan narapidana korupsi (Napikor) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, tahun 2019. Penyidik menyebutkan, sebanyak 32 saksi telah diminta keterangan terkait penanganan kasus dugaan korupsi ini. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top