Truk-F Gelar Doa Bersama untuk 53 Prajurit TNI AL yang Gugur di Laut Bali | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Truk-F Gelar Doa Bersama untuk 53 Prajurit TNI AL yang Gugur di Laut Bali


TABUR BUNGA. Relawan Truk-F bersama pihak Lanal Maumere, Kodim 1603/Sikka, dan Polsek Kewapante melakukan tabur bunga di Pantai Krokowolon sebagai bentuk penghormatan dan tanda duka cita atas gugurnya 53 prajurit TNI AL di Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat bertugas di Laut Bali, pada 21 April 2021 lalu. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Truk-F Gelar Doa Bersama untuk 53 Prajurit TNI AL yang Gugur di Laut Bali


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Tim Relawan untuk Flores (Truk-F) menggelar doa bersama dan melakukan tabur bunga bagi 53 prajurit TNI yang gugur dalam tugas di laut Bali. Doa dan acara tabur bunga itu melibatkan perwakilan TNI AL Maumere, Kodim 1603/Sikka, dan Polsek Kewapante. Kegiatan ini digelar Jumat (30/4) lalu di Pantai Krokowolon, Kecamatan Kewapante.

Seperti yang disaksikan media ini, doa bersama itu dipimpin Frater Hendra dari STFK Ledalero. Dalam doa bersama itu, Frater Hendra menyebutkan satu persatu nama ke-53 parjurit yang gugur saat mejalankan tugasnya itu.

Belakangan diketahui ide doa bersama dan penaburan bunga bagi prajurit TNI AL ini, berawal dari pimpinan Truk-F, Suster Esthocia, SSpS, yang kemudian direspons oleh komunitas Truk-F untuk melakukan doa bersama di Pantai Krokowolon.

“Kegiatan doa bersama ini berawal saat kami duduk bersama membaca berita 53 prajurit TNI AL yang gugur di laut Bali dalam menjalankan tugas. Kami kemudian mengundang Lanal Maumere, Kodim 1603/Sikka, dan Polres Sikka untuk doa dan menabur bunga bersama,” jelas Suster Esthocia.

Suster Esthocia menambahkan, ke-53 prajurit yang gugur itu telah menorehkan duka yang mendalam bagi bangsa dan negara Indonesia. Mereka gugur demi bangsa dan negara ini, karena itu sebagai warga negara Indonesia, wajib mendoakan agar arwahnya di terima di sisi-Nya dan memberikan kekuatan bagi seluruh sanak keluarga yang ditinggalkan.

BACA JUGA: Gugur Sebagai Patriot, 53 Awak KRI Nanggala-402 Dapat Bintang Jasa dan Kenaikan Pangkat

“Duka TNI AL adalah duka kita bersama, duka bangsa dan negara Indonesia. Mereka gugur demi bangsa dan negara, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya,” ungkap Suster Esthocia.

Hal senada juga disampaikan salah seorang biarawati, Suster Ika SSpS, bahwa sebagai bentuk ungkapan belangsungkawa terhadap 53 prajurit TNI AL yang gugur saat mejalankan tugas itu, harusnya dirasakan oleh seluruh warga negara Indonesia. Bangsa ini telah kehilangan 53 prajurit terbaik, prajurit pilihan. Mereka rela mati demi bangsa dan negara.

“Kita telah kehilangan 53 prajurit terbaik, prajurit terpilih. Indonesia berduka, semoga duka ini tidak akan terulang lagi. Negara ini butuh prajurit-prajurit yang handal seperti mereka,” ungkap Suster Ika.

Diberitakan sebelumnya, Kapal Selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Pulau Bali pada Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala-402 merupakan satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia. Kapal ini diproduksi perusahaan Jerman pada 1979. Dan dibeli oleh Indonesia pada 1981.

TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.

KRI Nanggala-402 ini awalnya hendak mengikuti latihan penembakan di laut Bali, pada Kamis (22/4). Insiden hilang kontak ini diduga terjadi saat KRI Nanggala sedang melakukan gladi resik. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top