Disperindag TTU Sebut Pabrik Tandon Beroperasi Tanpa Izin, Roberth Lalim: Sudah Ada Izin Sejak 2019 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Disperindag TTU Sebut Pabrik Tandon Beroperasi Tanpa Izin, Roberth Lalim: Sudah Ada Izin Sejak 2019


Kadis Perindustrian dan Perdagangan TTU, Maksi Akoit. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Disperindag TTU Sebut Pabrik Tandon Beroperasi Tanpa Izin, Roberth Lalim: Sudah Ada Izin Sejak 2019


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pabrik tandon di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) milik Duta Bangunan tetap beroperasi meskipun belum mengantongi izin resmi standar nasional Indonesia (SNI) maupun izin lainnya dari pihak pemerintah, baik itu pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan TTU.

Meski tandon air produksi Duta Bangunan itu belum berizin, hasilnya telah dipasarkan kepada masyarakat, termasuk di beli sejumlah pemerintah desa di TTU.

Sesuai data yang berhasil dihimpun TIMEX dari sejumlah sumber terpercaya menyebutkan bahwa tandon air hasil produksi Duta Bangunan itu sudah beredar di pasaran sejak 2017 lalu sampai sekarang.

Dari hasil penelusuran media ini, khusus untuk pembeli dari pemerintah desa menggunakan dana desa sejak 2017 sampai 2020, ada 12 desa. Yakni Desa Naiola Timur, Oeperigi, Sekon, Fatutasu, Hauteas Barat, Naob, Kuaken, Haumeni, Fafinesu A, Banuan, Sainoni, dan Desa Kaenbaun.

Dari jumlah desa tersebut, tandon air yang sudah beredar di masyarakat yang dibelanjakan menggunakan dana desa mencapai ribuan unit. Sayangnya, pihak pengusaha lebih mengutamakan keuntungan semata tanpa punya kewajiban membayar pajak akibat usaha itu tak memiliki izin resmi dari pemerintah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) TTU, Maksi Akoit kepada media ini, Senin (16/5) mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti apakah pabrik tandon air milik Duta Bangunan itu sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah atau belum.

Pasalnya, sampai saat ini pemilik perusahaan belum mengajukan permohonan untuk menerbitkan izin kepada pemerintah daerah melalui beberapa dinas teknis lintas sektor yang memiliki kewenangan menerbitkan izin, termasuk Disperindag TTU. “Sampai sekarang belum ada izin yang kami (Disperindag TTU, Red) peroleh. Bahkan belum ada permohonan untuk mengurus izin dari pemilik perusahaan juga,” ungkap Maksi Akoit.

Maksi menambahkan, pihaknya pernah dimintai keterangan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda NTT terkait izin operasi pabrik tandon air milik Duta Bangunan yang terletak di Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Saat diminta keterangan oleh penyidik Tipiter Polda NTT, Maksi menjelaskan bahwa pabrik tandon air tersebut belum mengantongi izin resmi dari pemerintah, baik itu izin produksi maupun izin edar. “Kami pernah diperiksa oleh Tipiter Polda NTT namun sampai sekarang kami tidak tahu lagi perkembangan seperti apa soal perizinan dari pabrik tandon air Duta Bangunan,” jelasnya.

Terpisah, pemilik Duta Bangunan, Roberth Lalim saat hendak ditemui media ini belum berhasil. Meski demikian, pesan WhatsApp (WA) yang dikirim media ini direspon Roberth dengan menyebutkan bahwa pihaknya telah mengantongi izin resmi dari pemerintah sejak tahun 2019 lalu. Sedangkan untuk izin SNI baru diperoleh pada 15 April 2021 lalu. “Kalau izin perusahan sudah sekitar dua tahun, izin SNI baru terbit beberapa bulan ini. Kalau izin lokalan, SIUP, SITU dan Amdal lengkap semua dan sudah ada cukup lama,” terangnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top