Kades Lidamanu Ngotot Dapat Jatah Sembako, Warga Beri sebagai Kado Ulang Tahun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kades Lidamanu Ngotot Dapat Jatah Sembako, Warga Beri sebagai Kado Ulang Tahun


FASILITASI. Penyelesaian kekurangan paket sembako yang difasilitasi oleh aparat Polsek Rote Tengah dan Babinsa, di kediaman Kades Lidamanu, Jaspro Paulus Muskananfola, di Batuleli, Kamis (13/5). (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Kades Lidamanu Ngotot Dapat Jatah Sembako, Warga Beri sebagai Kado Ulang Tahun


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Perilaku tak layak ditiru dipertontonkan Kepala Desa (Kades) Lidamanu, Jaspro Paulus Muskananfola. Lantaran tak mendapatkan paket sembako, Kades ini malah ngotot agar dirinya juga mendapat bantuan itu bersama tiga orang perangkat desanya. Sementara bantuan itu diperuntukan bagi warga desa setempat.

Akibat persoalan ini, aparat keamanan setempat, baik itu Polsek Rote Tengah dan Bibinsa setempat sampai turun memfasilitasi agar tidak menimbulkan persoalan. Menariknya, sang Kades Jaspro meminta jatah bantuan paket sembako itu karena sedang berulang tahun yang ke-49. Akhirnya ada warga setempat yang rela memberi bantuan kepada Kades Jaspro sebagai kado ulang tahun, tepat pada Kamis (13/5).

“Bapa desa tetap minta (Jatah paket bantuan sembako, Red). Terpaksa ada warga Batuleli yang bersedia tanggulangi. Karena sembako yang dibagi juga dibantu secara pribadi, orang per orang,” kata Bripka Johanis Pellokila, Kepala Unit Bimbingan Masyarakat (Kanit Binmas) Polsek Rote Tengah, kepada TIMEX, di Batuleli, Kamis (13/5).

Saat fasilitasi itu, demikian Johanis, Kades Lidamanu, seolah tak bisa berlapang dada. Kades tetap ngotot dan menuntut agar dirinya juga diperlakukan sama seperti warga lainnya, untuk memperoleh paket bantuan sembako.

“Kami sudah berusaha agar bapa desa (Kades Jaspro, Red) bisa legowo. Toh dari 8 orang yang belum terima, termasuk bapa desa, 3 perangkat, dan satu Ketua RT,” kata Johanis, dengan menambahkan, akhirnya disepakati untuk menjawab permintaan Kades Jaspro. “Karena bapa desa sonde terima, maka kesepakatannya, bapa desa tetap dapat sembako. Dan itu oleh warganya sendiri,” tambah Johanis.

Elhanan Talenalain Kenat, warga Batuleli yang menyanggupi untuk menyediakan paket sembako kepada Kades Jaspro, mengaku tulus membantu. Sebab, selain memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat erat, paket sembako yang diberikan mewakili kepedulianya untuk mendukung Kades yang baru pulih dari Covid-19.

“Sonde beda dengan bantuan yang diterima orang lain. Karena bapa desa sudah sembuh/pulih dari Covid-19, maka ini (Bantuan) merupakan dukungan. Karena banyak orang juga turut membantu dengan caranya masing-masing untuk pemulihan di Batuleli,” kata Elhanan.

Bantuan paket sembako yang tersalur, di Dusun Batuleli, kata Elhanan, selain dari warga lokal Batuleli, setahunya juga berasal dari dua sumber yang berbeda. Satunya dari pimpinan lembaga DPRD Kabupaten Rote Ndao, dan dari sebuah perkumpulan warga Rote. Paket-paket bantuan dikemas dan dibawa langsung ke tempat karantina dan juga rumah-rumah penduduk yang tidak terpapar.

“Kalau yang terpapar, dibawa langsung ke tempat karantina di gedung SD Inpres Moklain. Jatah yang karantina di Rusun Ne’e, juga dititipkan di situ,” kata Elhanan, yang mengatakan, semestinya jatah warga di lokasi karantina Rusun Ne’e, diserahkan kepada Satgas Desa untuk disalurkan. “Karena ada beberapa warga yang karantina di rusun, sehingga jatah paket sembakonya, hanya dititipkan. Itupun bukan kepada pihak Satgas Desa,” katanya.

Belakangan baru diketahui bahwa, Kades Jaspro, bersama Sekretaris Desa, Meldi Muskanan, Kepala Seksi Pemerintahan, Benyamin Nggonggoek, dan Kepala Seksi Pelayanan, Wasti Fangidae, bersama Ketua RT 13, Obed Helianak, serta 3 warga lainnya tidak kebagian jatah paket sembako. Ini diduga akibat kesalahan data penerima yang dikirim ke penyumbang.

Penyumbang hanya memberikan bantuan paket sembako kepada 40 Kepala Keluarga (KK) yang terpapar Covid-19. Terdiri dari 27 KK di lokasi karantina SD Inpres Moklain, dan 13 KK di Rusun Ne’e. Sementara sebanyak 21 KK warga Batuleli, termasuk Kades dan tiga perangkat yang dikarantina di Rusun, sehingga berdampak pada 8 KK yang tidak kebagian.

“Bapa desa dengan beberapa orang kan sudah sembuh dan sudah kembali ke Batuleli. Jadi paket sembako yang akan diserahkan, selain wujud kepedulian, juga merupakan kado kepada bapa desa yang berulang tahun,” kata Elhanan. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top