Dorong Ekonomi Petani Kopi Colol, Bank NTT Tetapkan jadi Desa Binaan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dorong Ekonomi Petani Kopi Colol, Bank NTT Tetapkan jadi Desa Binaan


PRODUK UNGGULAN. Seorang perempuan di Desa Colol tengah memetik kopi jenis kolombia kuning. Kopi ini merupakan produk unggulan warga Desa Colol yang telah mendunia. (FOTO: Dok. Dinas Pariwisata Matim)

KABAR FLOBAMORATA

Dorong Ekonomi Petani Kopi Colol, Bank NTT Tetapkan jadi Desa Binaan


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) merupakan daerah penghasil kopi yang sudah mendunia. Sayangnya, hal itu belum secara signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarkatnya. Karena itu, Bank NTT hadir di sana memberi solusi dengan sejumlah program unggulannya.

Potensi dan masalah ekonomi tersebut, mendorong bank milik masyarakat NTT itu hadir melakukan pendampingan terhadap para petani kopi Colol. Bahkan desa itu ditetapkan sebagai binaan Bank NTT. Dan sesuai rencana, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat akan mengunjungi desa itu Sabtu (22/5).

“Kopi Colol sudah banyak dikenal para pencinta kopi di Indonesia, bahkan sudah mendunia. Bank NTT hadir di sana melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Pemimpin Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Tahir, kepada TIMEX, di Borong, Senin (17/5).

Menurut Nurchalis, hal yang dilakukan pihak Bank NTT, yakni pendampingan dengan memberikan fasilitas kredit mikro paska panen bagi para petani kopi Colol. Program ini telah berjalan sejak 2019 lalu. Harapannya, para petani terhindar dari jeratan sistem ijon.

“Akibat adanya praktik ijon, sehingga harga jual kopi jauh di bawah standar. Di sini Bank NTT memberikan pendampingan berupa pemberian modal usaha. Tujuanya, meningkatkan kesejahteraan petani kopi, agar bisa merdeka dari praktik ijon yang dilakukan para tengkulak,” jelas Nurchalis.

Selain itu, menurut Nurchalis, Bank NTT hadir dengan melakukan pelatihan pengolahan keuangan. Juga membuat video promosi terhadap potensi Desa Colol. Serta memberikan fasilitas kredit investasi pembelian mesin kemasan kopi sachet dengan brand “Poco Nembu Coffee”.

Nurchalis mengatakan, pihaknya akan membantu pembiayaan untuk mesin produksi kopi kepada petani kopi melalui Badan Usaha Mikik Desa (Bumdes) setempat. Selain itu, Bank melakulan pendaftaran merk ke HAKI, mendorong desa digital di Desa colol dengan menghadirkan lopo Di@ Bisa bank NTT.

Selain itu, lanjut Nurchalis, pihaknya membantu membuat barcode profil desa dan sejarah kopi Colol di tiap kemasan kopi. Serta mengikutsertakan Desa Colol pada festival desa binaan Bank NTT. Harapannya, kehadiran Bank NTT di Desa Colol dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Salah satu persoalan selama ini, selain praktik ijon, belum dibuatkan brand atau merk kopi Colol. Juga penjualan kopi masih menggunakan pola sederhana. Dengan sistem kemasan yang masih menggunakan cara manual, sehingga sulit bersaing dengan kopi-kopi lainnya,” ungkap Nurchalis.

Ke depan, demikian Nurchalis, Bank NTT bersama pemerintah mencari akses pasar. Ini artinya Bank NTT tidak membiarkan petani sendiri mencari pasar.

Nurchalis menyebutkan, selain Desa Colol, Bank NTT juga akan membiayai desa lain di Kabupaten Matim, tentu dengan melihat apa yang menjadi potensi desa itu.

Kepala Desa Colol, Valentinus Tombor, kepada TIMEX, Senin (17/5) menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT yang telah memberikan pendampingan kepada petani kopi di desanya. Tentu kehadiran Bank NTT di Colol untuk memajukan ekonomi petani.

Valentinus Tombor mengaku, pihaknya telah membentuk Bumdes. Salah satu intervensi Bank NTT di sini, dengan membiayai pembelian mesin pengolahan kopi. Termasuk memberi pelatihan pengolahan keuangan. Juga telah berjalan lama program pemberian modal usaha kepada petani kopi. Tujuanya, petani merdeka dari praktik ijon.

“Colol ini daerah penghasil kopi. Citra rasanya mendunia. Akibat terlilit ijon, ekonomi petani tidak membaik. Para tengkulak datang sebelum panen dan membawa uang untuk petani kopi. Tawaranya, saat panen harga kopi murah. Sehingga Bank NTT hadir, petani merdeka dari praktik ijon. Ada juga program pemberdayaan lain dari Bank NTT,” kata Valentinus.

Menyinggung terkait rencana kunjungan Gubernur NTT di Desa Colol, Valentinus mengaku tentu menjadi suatu kebanggaan. Pihaknya bersama pemerintah kabupaten, kecamatan, dan pihak Bank NTT Cabang Borong, telah menggelar rapat untuk persiapan kunjunganya. Bahkan pemerintah dan masyarakat Colol telah menyiapkan homestay untuk gubernur bersama rombonganya.

“Kami sudah rapat persiapan untuk kunjungan Gubernur NTT di Desa Colol. Kunjungan ini menjadi satu kebanggaan bagi kita pemerintah dan masyarakat Colol. Apalagi gubernur dan rombongan akan bermalam di Colol. Maka kami juga sudah siapkan homestay,” ungkap Valentinus.

Berdasarkan informasi yang diperoleh TIMEX dari Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Matim, Minggu (16/5) malam, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat bersama jajaran Direksi Bank NTT, bakal melaksanakan sejumlah kegiatan di Desa Colol. Salah satunya, melakukan peresmian ‘Lopo Di@ Bisa’.

Selain itu meninjau kebun kopi dan membuka selubung pelataran kawasan Agrowisata Colol. Juga ada penyerahan kredit investasi, penyerahan pendaftaran merek HAKI dan peresmian mesin produksi kopi. Selain di Colol, Minggu (23/5) Gubernur Viktor melakukan agenda peresmian ‘Lopo Di@ Bisa di Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba.

Di Kisol nanti, Gubernur juga melakukan penandatanganan PKS, dan launching pembayaran air minum via M-Banking dan teller. Agenda lainya di Kisol, penyerahan simbolis Kredit Mikro Merdeka dan penyerahan corporate secial responsiblity (CSR). (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top