Kesal, Warga Kampung Golo Kaca Tanam Pisang di Jalan Rusak | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kesal, Warga Kampung Golo Kaca Tanam Pisang di Jalan Rusak


KESAL. Warga Golo Kaca melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di badan jalan yang rusak di Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Matim, Selasa (18/5). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kesal, Warga Kampung Golo Kaca Tanam Pisang di Jalan Rusak


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Warga Kampung Golo Kaca, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) kesal lantaran jalan di wilayah desa itu tak kunjung diperbaiki. Akibat kekesalan itu, warga ramai-ramai menanam pohon pisang di badan jalan yang rusak itu sebagai upaya menarik perhatian pemerintah agar dapat memperbaiki jalan itu. Aksi tanam pohon oleh warga Kampung Golo Kaca itu dilakukan pada Selasa (18/5).

Sejumlah pohon pisang ditanam di tiga titik berbeda, di badan jalan yang rusak sepanjang lebih kurang 700 meter. Mulai dari pertigaan jalan utama Borong-Lehong hingga ujung timur Kampung Golo Kaca.

Aksi masyarakat ini menarik perhatian puluhan pengendara kendaraan roda dua dan angkutan pedesaan, yang saat itu melintasi jalan itu. Jalan itu merupakan salah satu akses dari Kota Borong menuju sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kota Komba.

“Kondisi jalan rusak ini sudah sekitar 10 tahun. Kami lakukan aksi protes dengan tanam pohon pisang, supaya pemerintah bisa buka mata untuk bisa melihat kondisi jalan ini,” ungkap warga Golo Kaca, Ferinandus Rano Karno, kepada wartawan di sela-sela aksi.

Menurut Karno, pada umumnya warga masyarakat Golo Kaca kecewa dengan pemerintah karena kondisi jalan yang melintas kampung itu sudah lama rusak. Karno membandingkan kondisi jalan di wilayah kelurahan tetangga, seperti jalan di wilayah Kelurahan Kota Ndora, semuanya sudah mulus.

“Sepertinya kami ini tidak pernah dianggap di Matim, karena jalan saja tidak pernah diperhatikan. Padahal ruas jalan ini penghubung wilayah ibu Kota Kabupaten Matim dan sejumlah wilayah desa di Kecamatan Kota Komba,” ungkapnya.

Warga lainnya, Ino Jemeo, kepada wartawan mengatakan, ruas jalan kabupaten yang melintasi Kampung Golo Kaca itu merupakan jalur ekonomi yang menghubungkan sejumlah wilayah penghasil komoditi pertanian di sejumlah desa di Kecamatan Kota Komba dengan Kota Borong.

Ino mengatakan, hampir setiap hari para pejabat di Matim, melintasi ruas jalan tersebut seperti pergi ke kebun dan sawah miliknya. Tapi sepertinya kondisi jalan itu tidak terlalu penting bagi mereka. Akibat kondisi jalan yang buruk ini, sering terjadi kecelakaan lalulintas yang menimpa pengendara sepeda motor.

“Kasihan ada banyak korban dari pengendara sepeda motor yang jatuh saat melintasi jalan rusak ini. Wilayah Golo Kaca ini, masuk dalam wilayah Borong, Ibu Kota Kabupaten Matim. Tetapi kondisi jalan di wilayah kami seperti di pedalaman. Harapan kami, pemerintah segera perbaiki kondisi jalan ini,” pinta Ino.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Matim, Yos Marto melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ima Raydais, yang dihubungi TIMEXKUPANG.com, Selasa (18/5) petang menjelaskan, tahun 2021 belum ada alokasi anggaran untuk intervensi ruas jalan di Kampung Cambir tersebut. Menurut Ima, ruas jalan yang diprotes warga itu tahun 2011 lalu diintervensi dengan lapen.

“Tahun 2011 lalu, Pemda Matim bangun aspal atau lapen di ruas jalan di Kampung Cambir itu. Dimana satu paket peningkatan jalan belakang kompleks SMPN 1 Borong-Golo Lada-Belakang Rujab-Pertigaan Cambir-Wae Bobo-Sola. Karena kondisi keuangan daerah, tahun ini kita belum bisa intervensi di ruas jalan itu,” jelas Ima. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top